Showing posts with label Obat untuk Semua Penyakit. Show all posts
Showing posts with label Obat untuk Semua Penyakit. Show all posts

Sunday, September 27, 2015

Allah SWT Ciptakan Obat untuk Semua Penyakit

Ayah dan Bunda, mungkin beberapa di antara orang yang kita cintai mengalami kesulitan dalam masa penyembuhan ketika sakit. Kendala bisa hadir karena penggunaan herba seperti yang kita lakukan sebagai pilihan yang ilahiah, alamiah, dan ilmiah belum bisa diterima dan dipahami oleh semua lapisan masyarakat.  Ada baiknya,   kita menguasai tips dalam melakukan perawatan pada keluarga atau kawan yang sakit sehingga proses penyembuhan bisa berjalan dengan signifikan. Berikut tip yang perlu kita perhatikan:
1.    Pastikan dosis yang diperlukan cukup. Dosis pasien diberikan secara bertahap.
2.    Pasien harus minum lebih dari 2 liter perhari
3.    Hindarkan stress, dan latih diri untuk memanage stress dengan baik
4.    Berikan pengetahuan dasar tentang bagaimana herba bekerja.
5.    Berikan pengetahuan tentang sehat dan sakit. Hibur dan berikan motivasi untuk kesembuhan.

Jika lima hal tersebut dapat dilakukan dengan baik maka peluang kesembuhan akan semakin besar. Satu hal yang pasti, pasien harus yakin bahwa semua penyakit ada obatnya.
Dalam Mustadrak al-Shahihain sesuai dengan nukilan dari Abu Said al-Khudri disebutkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Allah Swt tidak menciptakan satu pun penyakit kecuali Dia menurunkan obat atas penyakit tersebut terlepas apakah orang-orang mengetahui atau tidak, selain kematian yang tidak ada obatnya.”[ Al-Mustadrak ‘ala al-Shahihain, jil. 1, hal. 88]

Ayah dan Bunda, mari kita pelajari dialog Abdullah bin Mas’ud dengan Rasulullah:

Aku masuk menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau saat itu sedang mengalami sakita kepala, pusing pening. Lalu aku berkata, ya Rasul kelihatannya engkau sedang sangat-sangat pening, kata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ya aku merasakan pening kepala seperti rasa pening yang dialami dua kali lipat yang biasa engkau alami. Lalu Abdullah bin Mas’ud berkata, kalau begitu engkau (Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam) mendapatkan dua pahala ya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau menjawab, ya seperti itu, tidaklah seorang muslim ditimpa suatu penyakit atau tertusuk duri bahkan yang lebih kecil daripada itu kecuali dengan hal itu Allah akan mengampuni dosanya dan digugurkan kesalahan-kesalahanya sebagaimana sebatang pohon menggugurkan daun daunnya. Hadist ini diriwayatkan oleh imam Bukhary dan Muslim dengan sanad yang shahih.

Konsep Sehat dan Sakit dalam Islam

Sehat dan sakit keduanya adalah berkah bagi setiap muslim. Di saat bersamaan, sehat dan sakit pun menjadi ujian bagi kita.

Disebut berkah karena manakala tubuh sehat, segala aktifitas termasuk ibadah dapat dijalankan dengan optimal. Sedangkan, berkah ketika sakit, adalah manakala sakit itu menjadi jalan bagi penghapusan dosa.

“Tidaklah seorang muslim tertimpa derita dari penyakit kecuali Allah hapuskan dengannya (dari sakit tersebut) kejelekan-kejelekannya (dosa-dosanya) sebagaimana gugurnya dedaunan sebuah pohon”. (Hadis Riwayat al-Bukhari dari Abdullah bin Mas’ud)

Disebut ujian, maka kondisi sehat akan memperlihatkan apakah kita benar-benar menggunakan masa yang disediakan Allah SWT untuk dibingkai dalam rangkaian ibadah shahihah? Apakah ketika sakit kita bisa mengembalikan kondisi tersebut pada keadaan iman yang baik, dengan mengesakan dan meminta pertolongan hanya pada Allah; dengan memilih pengobatan yang halal dan thayib; dengan berusaha sebaik mungkin untuk kembali sehat? Jika ya, maka luluslah kita dalam ujian keimanan.
Tengoklah bagai mana manusia  mulia sekelas Nabi Ayub pun ditimpa ujian yang sama. Mari kita renungkan bersama:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...