Showing posts with label herba. Show all posts
Showing posts with label herba. Show all posts

Sunday, October 4, 2015

Mengapa harus ilahiah, alamiah, dan ilmiah?

Parenting Nabawiyah Sesi #3
Ilahiah, alamiah, dan ilmiah merupakan standar kita dalam melakukan perawatan keluarga dan masyarakat. Sebagai keluarga muslim yang berusaha istiqamah memberikan hanya yang terbaik dengan standar tersebut tentunya diawali dengan pemahaman yang benar mengenai konsep sehat dan sakit dalam Islam (telah kita bahas dalam parentingnabawiyah sesi #1). Itulah yang kita sebut dengan Ilahiah. Menempatkan pemahaman diri dan keluarga bahwa segala sesuatu yang Allah tetapkan adalah yang terbaik. Allah selalu menyertakan obat untuk semua sakit (parenting nabawiyah sesi #2). Nah, bingkai pengobatan yang ilahiah itu tetap harus diikuti dengan alamiah dan ilmiah karena setara dengan halal dan thayib.
Menyajikan obat dan makanan yang alami sudah menjadi gerakan yang mendunia. Banyak kisah yang dibagikan dan gerakan yang dilakukan masyarakat dunia terkait menanam sayur, buah, dan herba di halaman rumah. Bagi kita mungkin gerakan ini ketinggalan zaman tapi untuk masyarakat eropa kembali ke konsep alami (back to nature) diawali dengan kajian ilmiah. Diawali dari ditemukan banyaknya kasus yang menyebabkan komplikasi bahkan kematian pada konsumsi obatan dan vaksin kimia sintetik, gerakan ini mulai berkembang. Bertujuan untuk menyelamatkan generasi selanjutnya dan memperbaiki kualitas kehidupan.

Namun demikian, natural atau alamiah pun harus tetap ilmiah. Terbukti teruji dan terjaga higienitasnya. Sekali lagi, tak sedikit pula antitesis tentang penggunaan obat-obatan alami ini. Ya, kita tak boleh berhenti belajar untuk menjadi dokter dan perawat bagi keluarga. Satu dokter untuk satu rumah.

Allah SWT telah menyebutkan tanaman, mineral, peristiwa alam sebagai sarana pengobatan. Rasulullah pun sudah mencontohkan menggunakan pengobatan ini yang sering kita sebut dengan herba (bisa dilihat di materi parenting nabawiyah sesi #4). Bahkan dari banyak riwayat, Ia pun menganjurkan berbekam. Ya, bekam yang praktiknya sudah dikenal sejak kerajaan Sumeria berdiri, sekitar 4000 tahun SM, pun menjadi satu solusi sunnah (ilahiah) dengan tanpa intervensi kimia sintetik dan mengutamakan kesembuhan dari perbaikan kerja organ (alamiah) dan ilmiah (teruji secara klinis tingkat keberhasilannya). Manakala jalan inilah yang kita pilih, InshaAllah ikhtiar kita ini akan berbalas keridhaan Allah dan pertolongan-Nya yang tak berbatas. Inilah jalan kami, jalan para Nabi.

Monday, September 28, 2015

Cara Mudah Meracik Obat dari Herba

Ayah dan Bunda, kali ini mari kita berkenalan dengan Herba atau Herbal. Secara harfiah, herba dapat kita pahami sebagai segala bahan (tumbuh-tumbuhan, hewan, ikan, garam/batu-batuan) yang mengandung satu atau beberapa bahan aktif yang dapat digunakan untuk tujuan pengobatan. Namun, Istilah herba sendiri biasanya dikaitkan dengan tumbuh-tumbuhan yang tidak berkayu atau tanaman yang bersifat perdu.  Dalam dunia pengobatan, istilah herba memiliki makna yang lebih luas, berarti bagian tumbuhan segar atau berkadar air tinggi yang dipakai sebagai bahan penyegar (tonikum), pengobatan (therpeutic), atau bahan penyulingan untuk diambil minyak atsirinya.
Sejak dahulu, herba digunakan oleh berbagai bangsa untuk tujuan penambah stamina, pengobatan, atau kepentingan konsumtif. Hingga sekarang, kita dapat pula dengan mudah mengkonsumsinya karena proses pembuatannya terbilang sangat sederhana.
Proses sederhana  tersebut kita kenal sebagai simplisia. Simplisia, adalah bahan alamiah (nabati, hewani atau pun mineral)  yang dipergunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun juga dan kecuali dinyatakan lain, berupa bahan yang telah dikeringkan. Sumber simplisia berasal dari tumbuhan liar atau tanaman yang dibudidaya.
1.   Tumbuhan Liar
-  Kerugian:
 a. umur dan bagian tanaman
 b. jenis (species)
 c. lingkungan tempat tumbuh
   - Keuntungan : ekonomis

2.  Tanaman Budidaya (tumpangsari, TOGA, perkebunan)
 -   Keuntungan :
a. bibit unggul
b. pengolahan pascapanen
c. tempat tumbuh
        -  Kerugian :
a. tanaman manja
b. residu pestisida 

Nah, dari paparan di atas pembuatan herba secara simplisia bisa dilakukan dengan sangat sederhana. Namun, apakah herba yang kita buat di tempat dan dengan bahan apa adanya  dapat dipastikan memenuhi syarat berikut ini:
1. Harus bebas serangga, fragmen hewan, kotoran hewan
2. Tidak boleh menyimpang dari bau, warna
3. Tidak boleh mengandung lendir, cendawan, menun jukkan tanda-tanda pengotoran lain
4. Tidak boleh mengandung bahan lain yang beracun atau berbahaya
5. Kadar abu yang tidak larut dalam asam maksimal 2%
PELIKAN : Harus bebas dari pengotoran tanah, batu, hewan, fragmen hewan, dan bahan asing lainnya.

Ada kalanya kita memilih kepraktisan dan harga yang murah. Ya, baik herba dalam kemasan sudah banyak dijual di pasaran. Namun, sama-sama kita pastikan herba yang akan dikonsumsi oleh keluarga tercinta benar-benar alamiah dan ilmiah ya. Diproses dengan higienis dan dipilih dari bahan yang berkualitas juga bebas dari zat-zat berbahaya. Pastikan kehalalan bahan dan tak ditemukannya tambahan lain yang akan mempengaruhi kualitas herba tersebut. Tak kalah penting adalah memastikan kapsul yang dipergunakan untuk membungkus. Halalkah? Amankah?

Sunday, September 27, 2015

Allah SWT Ciptakan Obat untuk Semua Penyakit

Ayah dan Bunda, mungkin beberapa di antara orang yang kita cintai mengalami kesulitan dalam masa penyembuhan ketika sakit. Kendala bisa hadir karena penggunaan herba seperti yang kita lakukan sebagai pilihan yang ilahiah, alamiah, dan ilmiah belum bisa diterima dan dipahami oleh semua lapisan masyarakat.  Ada baiknya,   kita menguasai tips dalam melakukan perawatan pada keluarga atau kawan yang sakit sehingga proses penyembuhan bisa berjalan dengan signifikan. Berikut tip yang perlu kita perhatikan:
1.    Pastikan dosis yang diperlukan cukup. Dosis pasien diberikan secara bertahap.
2.    Pasien harus minum lebih dari 2 liter perhari
3.    Hindarkan stress, dan latih diri untuk memanage stress dengan baik
4.    Berikan pengetahuan dasar tentang bagaimana herba bekerja.
5.    Berikan pengetahuan tentang sehat dan sakit. Hibur dan berikan motivasi untuk kesembuhan.

Jika lima hal tersebut dapat dilakukan dengan baik maka peluang kesembuhan akan semakin besar. Satu hal yang pasti, pasien harus yakin bahwa semua penyakit ada obatnya.
Dalam Mustadrak al-Shahihain sesuai dengan nukilan dari Abu Said al-Khudri disebutkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Allah Swt tidak menciptakan satu pun penyakit kecuali Dia menurunkan obat atas penyakit tersebut terlepas apakah orang-orang mengetahui atau tidak, selain kematian yang tidak ada obatnya.”[ Al-Mustadrak ‘ala al-Shahihain, jil. 1, hal. 88]

Ayah dan Bunda, mari kita pelajari dialog Abdullah bin Mas’ud dengan Rasulullah:

Aku masuk menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau saat itu sedang mengalami sakita kepala, pusing pening. Lalu aku berkata, ya Rasul kelihatannya engkau sedang sangat-sangat pening, kata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ya aku merasakan pening kepala seperti rasa pening yang dialami dua kali lipat yang biasa engkau alami. Lalu Abdullah bin Mas’ud berkata, kalau begitu engkau (Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam) mendapatkan dua pahala ya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau menjawab, ya seperti itu, tidaklah seorang muslim ditimpa suatu penyakit atau tertusuk duri bahkan yang lebih kecil daripada itu kecuali dengan hal itu Allah akan mengampuni dosanya dan digugurkan kesalahan-kesalahanya sebagaimana sebatang pohon menggugurkan daun daunnya. Hadist ini diriwayatkan oleh imam Bukhary dan Muslim dengan sanad yang shahih.

Konsep Sehat dan Sakit dalam Islam

Sehat dan sakit keduanya adalah berkah bagi setiap muslim. Di saat bersamaan, sehat dan sakit pun menjadi ujian bagi kita.

Disebut berkah karena manakala tubuh sehat, segala aktifitas termasuk ibadah dapat dijalankan dengan optimal. Sedangkan, berkah ketika sakit, adalah manakala sakit itu menjadi jalan bagi penghapusan dosa.

“Tidaklah seorang muslim tertimpa derita dari penyakit kecuali Allah hapuskan dengannya (dari sakit tersebut) kejelekan-kejelekannya (dosa-dosanya) sebagaimana gugurnya dedaunan sebuah pohon”. (Hadis Riwayat al-Bukhari dari Abdullah bin Mas’ud)

Disebut ujian, maka kondisi sehat akan memperlihatkan apakah kita benar-benar menggunakan masa yang disediakan Allah SWT untuk dibingkai dalam rangkaian ibadah shahihah? Apakah ketika sakit kita bisa mengembalikan kondisi tersebut pada keadaan iman yang baik, dengan mengesakan dan meminta pertolongan hanya pada Allah; dengan memilih pengobatan yang halal dan thayib; dengan berusaha sebaik mungkin untuk kembali sehat? Jika ya, maka luluslah kita dalam ujian keimanan.
Tengoklah bagai mana manusia  mulia sekelas Nabi Ayub pun ditimpa ujian yang sama. Mari kita renungkan bersama:

Wednesday, March 11, 2015

Tanaman Liar Berkhasiat Obat

Ternyata... di lokasi Sekolah Alam jingga, kita bisa menemukan banyak sekali tanaman berkhasiat obat. tanaman ini sering kali kita abaikan karena memang tumbuh liar di mana saja. Alangkah benarnya ajaran Islam yang menegaskan bahwa tak ada sesuatu pun di alam semesta ini yang sia-sia. Semua makhluk diciptakan mengemban misinya masing-masing.

Saya jadi teringat petuah Tn H Ismail owner HPA International, bahwa jika kita mendapati sebuah tanaman tumbuh di lokasi tinggal maka itu adalah obat yang Allah sediakan untuk sakit yang kita (atau keluarga dan masyarakat sekitar) derita.

Kurang lebih ada 25 tanaman yang mengulik penasaran dalam diri saya dan begitu mencari di google dengan keyword Tanaman Liar Berkhasiat Obat, saya semakin terkagum-kagum. MashaAllah...semua herba ini tumbuh tanpa bantuan manusia dan begitu suburnya tapi kita tak hirau akan keberadaan mereka.

Belum semua saya tahu apa nama tanaman berikut ini, saya akan meneruskan memberikan nama sedikit demi sedikit.


Meniran



23 Benih Idaman

Pada akhirnya saya membeli benih secara online melalui bibitbunga.com dan berikut inilah penampakannya. 22 benih + 1 benih kangkung sebagai bonus. Ya sebenarnya saya ngga kalap mata beli sebanyak ini. Benih ini saya pesan karena saya butuh lebih banyak lagi semangat untuk meningkatkan kemampuan berkebun. Rasanya luar biasa sekali menyaksikan butiran benih ini sprout dan keluar kecambah, lalu daun demi daun bertumbuhan sehingga akhirnya berbunga atau berbuah.

Selain kepuasan, saya juga menjadi lebih relax setelah seharian bekerja dan pulang mendapati warna hijau dari tanaman yang saya rawat sejak benih itu. Bukan hanya hijau, ada beberapa tanaman yang berkombinasi dengan ungu atau merah di daunnya. Bahkan, hijaunya pun bermacam ragam dari hijau tua hingga hijau kebiruan. Keren, kan? Maha Besar Allah dengan segala ciptaan-Nya.

Tantangan dan rasa penasaran  membuat saya segera ingin menyemai benih-benih ini. Ahhh...bismillah. Nanti malam saya akan coba semai :D

23 Jenis Benih Siap Disemai


  • bolivian rainbow
  • gaillardia goblin
  • foxglove apricot beauty
  • immortelle mix
  • cornflower tall mixed
  • dahlia bronze leaf mixed
  • nothern highbush blueberry
  • markisa merah
  • goji berry
  • daun mint
  • kucai (chives)
  • purple ruffles basil
  • summer savory
  • rosemary
  • mentimun jepang
  • brussels sprout (2)
  • oregano
  • terong black fatty
  • jagung manis kuning
  • labu botol (3)
  • tiger monkey
Ada tanaman bunga, tanaman sayur, tanaman herba, tanaman buah. Saya akan posting secara berkala tahapan berkebun ini dari mulai semai hingga panen. Jadi ngga sabar beli media tanam di ACE dan bikin papan namanya. Doakan proses germinasinya optimal ya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...