Showing posts with label saga creative park. Show all posts
Showing posts with label saga creative park. Show all posts

Thursday, December 3, 2020

Independen, dependen, dan interdependen

 Manusia sebagai makhluk sosial saling membutuhkan (interdependen) satu dengan yang lain. Tingkat ketergantungan sebenarnya mulai berkurang seiring dewasanya usia. Pemahaman mengenai ketergantungan ini sebenarnya sangat erat dengan pemenuhan hak yang jika tidak ditunaikan pada masa yang sesuai, maka akan mengakibatkan “terhutang”. Maka tidak aneh jika pada akhirnya masih ada orang dewasa yang susah diajak serius dan senang bermain karena ketika kecil digegas untuk “cepat besar”, diminta untuk mengerjakan segala sesuatu sendiri ketika ia seharusnya masih tergantung dengan orang yang lebih tua. Inilah sebab, di TK Saga Lifeschool kegiatan belajar siswa masih difokuskan pada pemenuhan hak untuk bahagia. Bermain dan ketergantungan dengan guru dan orang tua terfasilitasi dengan baik.

Dependen pada anak atau ketergantungan dengan orang lain pada anak di bawah usia tujuh sangat baik dilakukan sebagai bentuk perlekatan dan modeling. Anak akan memiliki contoh mengenai bagaimana cara mengasuh, melindungi, melayani yang dilakukan orang dewasa padanya. Saat dewasa, mereka akan terbiasa mencitai seperti halnya dicintai ketika kecil. Orang-orang dewasa yang tercukupkan ketergantungannya saat kecil akan tumbuh menjadi manusia yang independen, manusia yang mandiri karena melihat sosok dewasa yang mengayominya. Secara naluri mereka akan mencontoh dan berlatih untuk dapat memenuhi kebutuhannya tanpa tergantung orang lain. Hal ini hanya diperoleh ketika “jatah ketergantungan” ini terpenuhi selama usia di bawah tujuh tahun. Tentu saja setelahnya, mereka diharapkan dapat mulai masa pengurusan diri sendiri dengan gembira.

Pengasuhan kadangkala seperti bermain layang-layang. Kadang diulur, kadang ditarik. Kadang latihan kedisiplinan untuk anak  dilonggarkan, lain waktu ditegaskan. Ya. Mendekati usia tujuh, orang dewasa (guru dan orang tua) sebaiknya mulai mengajarkan anak untuk memenuhi kebutuhan pribadinya sendiri. Di SD Saga Lifeschool, siswa akan dilatih kemandirian dimulai dari hal yang sangat sederhana seperti mengambil minum sendiri, buang sampah di tempatnya sampai membereskan mainan. Dependensi menjadi masa yang sangat membahagiakan karena anak menjelma menyambut masa akil baligh dengan penuh kesadaran.

Bagaimana dengan orang dewasa yang ketergantungan dengan orang lain-nya masih sangat besar? Bagaimana dengan anak-anak yang maunya melakukan apa-apa sendiri? Harap diingat, semua orang dewasa yang menggantungkan kebahagiaannya dengan kebahagiaan komunal, maka ia akan mengalami banyak kendala dalam hidupnya. Ia harus mendidik dirinya untuk berani tidak tergantung dengan orang lain. Sedangkan, anak yang menginginkan melakukan segalanya sendiri bukan menunjukan bahwa ia sudah siap untuk independen melainkan penunjukan ego.

Wednesday, December 2, 2020

Anggrek dan Harapan

Untuk saya di masa datang,”Bagaimana kabar anggrek yang dirawat selama in?” Awal tahun 2020 saya dibelikan anggrek oleh suami. Masyaallah antara kaget dan senang jadi satu. Setahu saya anggrek lumayan mahal dan sedikit rewel. Hari itu tiga anggrek datang saat maghrib. Yang membelikan belum lagi sampai rumah. Dua dendrobium Sonia dan satu anggrek bulan putih. Beberapa hari saya rawat anggrek ini baik-baik saja. Naiklah sang anggrek ke status WhatsApp. Mashaallah banyak yang suka. Dua dari tiga anggrek berpindah kepemilikan. Alhamdulillah suami tersayang tidak mempermasalahkan. Uang yang didapat buat beli anggrek jenis lain dan saya jual lagi. Tidak berlangsung lama jual anggrek, saya berhenti. Ingin merasakan nikmatnya merawat anggrek. Ada rasa sedih setelah menjual anggrek yang sudah sempat dirawat. Ada rasa khawatir ketika anggrek yang kita rawat diadopsi oleh orang lain. Subhanallah ujian juga. Hehehe.

Kesukaan saya pada anggrek tidak sampai berlebihan, tapi Alhamdulillah cukup konsisten untuk saya yang kadar konsistennya rendah sekali. Ini tanda-tanda cinta sepertinya. Kecintaan ini yang  membuat saya berani mengajukan agar sekolah alam jingga yang sekarang menjadi Saga Lifeschool membuat sebuah kebun kecil khusus anggrek. Masyaallah permintaan saya disetujui. Bukan karena saya terlihat berhasil merawat anggrek, tapi karena sudah banyak yang jatuh cinta pada anggrek di Saga Lifeschool. Semakin asik ngobrolin anggrek dangan teman-teman di sini.

Untuk diketahui, anggrek adalah jenis tanaman hias yang lambat pertumbuhannya. Jadi ketika kita beli anggrek yang sudah berbunga, ketahuilah, usia mereka hingga bisa berbunga itu di atas dua tahun. Rata-rata yang plantnya kelihatan kokoh dan sudah pengalaman berbunga adalah di usia tiga sampai empat tahun. Oleh karena itu saya menghargai setiap tunas yang muncul, setiap daun yang tumbuh, setiap bunga yang mekar.

Apakah anggrek rewel? Kalau disebut rewel sebenarnya tidak. Memastikan anggrek ditempatkan di lokasi yang tidak terlalu terik dan mendapatkan cukup sirkulasi udara, disiram dua kali sehari, dipupuk dua kali sepekan, maka pertumbuhannya akan optimal. Apakah anggrek mati jika tidak diberikan perlakuan seperti itu? Tidak! Anggrek adalah tanaman yang kuat. Jika pun terlihat mati, masih bisa kita regrow. Potong akar yang busuk, potong batang perdua ruas, buang daun kering atau kuning lalu disiram sehari dua kali, sepekan dua kali kembali disiram pupuk, insya Allah mereka akan kembali hidup. Tunas kecil atau yang biasa disebut keiki akan mulai muncul, begitu pun akar baru. Anggrek mengajarkan kita tentang harapan. Sebuah kata yang muncul di sela badai coban. Hehe tiba-tiba merasa begitu terikat hati ini dengan proses pertumbuhan anggrek. Mungkin karena Saga Lifeschool juga menanam cita-cita seperti anggrek ini. Hasilnya tidak bisa kita nimati segera, tapi merawatnya begitu membahagiakan. Doakan ya cita-cita Saga Lifeschool memiliki kebun anggrek di Saga Creative Park untuk pembelajaran bisa terlaksana.

Tuesday, December 1, 2020

Pernah

Pernah adalah kata yang cocok untuk mengalami. Tapi sayangnya seringkali pengalaman hanya menjadi memori. Kita tidak terlatih untuk mengambil pelajaran dari apa yang pernah menjadi bagian dari waktu kita. Pernah mengalami kegagalan, melakukan kesalah, kembali di jalan yang salah karena tertipu, mengalami kerugian, kecewa dengan harapan yang disematkan, dan lain-lain. Contohnya kok pahit semua? Ya kadang-kadang pengalaman menyedihkan adalah pelajaran yang paling ampuh bagi seseorang. Jadi momen terbaik untuk intropeksi dan mengambil pelajaran. Tahap ini adalah waktu yang sangat baik dari semua pengalaman. Setelah mencatat beberapa hal untuk jadi peringatan bagi diri sendiri, biasanya sih jadi lebih hati-hati. Kita jadi lebih perhitungan, lebih matang merencanakan, dan sebagainya.

Kemampuan mengambil hikmah dari setiap kejadian bukan muncul begitu saja. Harus dilatih. Beberapa tools dapat kita gunakan untuk mengikat pengalaman atau pun segala hal yang berbau “pernah”. Bukan hanya pengalaman menyedihkan saja, semua hal yang dialami jika diberikan ruang untuk dicari hikmah atasnya maka akan menjadi pelajaran yang sangat baik bagi pendewasaan tiap individu.

Secara umum keterampilan berpikir untuk menilai pembelajaran diri sendiri (dari pengalaman dll) disebut self assessment. Lebih sistematik jika kita menggunakan keterampilan berpikir yang disebut Higher Order Thinking Skills. Masih dalam area Design Thinking yang agak terkenal di kalangan pendidik jaman sekarang, Higher Order Thinking Skills ini sangat sesuai dilatih sejak usia dini. Biasanya setelah mengalami, kita akan menyadari bahwa dalam melakukan beberapa aktivitas tersebut kita mengetahui beberapa hal baru (remembering) dan kemudian memahami apa yang menyebabkan atau apa yang mempengaruhi hal-hal tersebut terjadi (understand). Suatu saat pengetahuan tersebut akan memimpin kita untuk menjadi acuan dalam melakukan atau membuat sesuatu sebagai produk pemecahan masalah maupun penjabaran ide (apply). Dilanjutkan dengan analisa lalu mengevaluasi. Menyadari pentingnya mengikat pengalaman, Saga Lifeschool menyertakan para fasilitatornya untuk terbiasa dipraktikan di kelas.

Tahapan belajar dengan keterampilan berpikir  diterapkan di SagaLifeschool sejak sekolah dasar. Siswa  sudah dibiasakan untuk menerapkan keterampilan berpikir ini. Tentu sebelumnya, mereka dilibatkan dengan berbagai pengalaman. Bentuk respon siswa diarahkan dengan menggunakan Higher Order Thinking Skills dari yang paling sederhana hingga mereka terbiasa untuk mencari tahu dan menjadikan pengalaman sebagai proses belajar yang pada akhirnya membentuk karakter.

Ilustrasi pengalaman yang diubah menjadi pembelajaran secara alami insyaallah saya tampilkan di post selanjutnya. Saya kumpulkan dulu dari para fasilitator keren di SagaLifeschool. Stay tune!

Monday, November 30, 2020

Seni Kehilangan

Kehilangan biasanya menyisakan rasa tidak “nyaman”. Teringat semua hal yang bisa kita lakukan saat kehilangan belum terjadi. Teringat betapa kita tidak begitu hirau dengan keberadaan sesuatu sebelum kehilangan. Yang paling berat dari kehilangan adalah ketika rasa kepemilikan begitu dominan, hingga saat sesuatu itu hilang, sedih akan bercampur dengan marah. Menyalahkan seseorang, menyalahkan keadaan.

Berlatih untuk kembali tenang ketika badai kehilangan menerpa, membutuhkan waktu. Tapi, bukan tidak mungkin kesedihan itu tersapu dan berganti ketenangan seperti hujan semalam yang menyapu kemarau berbulan-bulan. Allah yang memiliki kuasa di balik itu semua. Sungguh mudah bagi-Nya mengembalikan ketenangan pada siapa pun. Jangan lupa, semesta ini berlaku dalam kendali-Nya. Apalah arti perkara mengangkat kesedihan dari relung jiwa manusia?

Jika kehilangan seseorang atau sesuatu yang kita sayang begitu berat terasa; menghimpit dada hingga terasa begitu sesak, tetaplah percaya bahwa ini hanya sementara. Mereka yang dahulu sempat ada sejatinya tidak hilang, tapi berpindah tempat. Yang memiliki, meminta kembali. Jangan sampai kita kehilangan harapan ketika mereka hilang dari pandangan. Kehilangan harapan menjadikan kehidupan lebih berat berkali lipat. Menutup semua kemungkinan untuk bangkit dan menata hidup untuk lebih berarti.

Di masa ini, kehilangan menjadi terasa begitu berat karena pendar ketakutan akan kehilangan merebut optimisme lebih berat dari sebelum kehilangan sebenarnya terjadi. Manusia ketakutan hilang kesehatan dan hilangnya nyawa ketimbang hilangnya harapan. Ternyata ketakutan akan kehilangan keduanya membuat kita kehilangan kesempatan untuk hidup optimis, mengisi hari dengan prestasi bahkan untuk menjadi lebih berarti. Sejatinya sehat adalah elemen yang akan terjaga ketika kita memiliki harapan. Yang sakit akan sembuh, yang sedih akan kembali ceria ketika mereka memiliki harapan. Bukankah harapan menanamkan bahagia dan memekarkan senyum yang hadir dari hati. Senyum yang menyebarkan optimisme dan semangat untuk bangkit. Bukankah itu arti hidup sebenarnya?

Semoga  kita tetap memahami arti kehilangan  sebagaimana kita berusaha tetap yakin bahwa segala hal yang terjadi adalah kehendak Allah SW. Insyaallah kita bisa melewatinya dengan baik. Yang hilang akan diganti Allah dengan yang lebih baik. Apa pun bentuknya, jenisnya, semua yang terbaik bagi kita. Walau saat ini masih misteri, tapi yakinlah semua akan membaik. Allah yang menjamin.

اذا اخذ الله منك ما لم تتوقع ضياعه .. فسوف يعطيك ما لم تتوقع ان تملكه

“Jika Allah mengambil darimu sesuatu yang tidak pernah engkau sangka kehilangannya, maka Allah akan memberimu sesuatu yang tidak pernah engkau sangka akan memilikinya.” (Prof. Dr. Mutawalli Assya’rawi)

Alhamdulillah seni ini sedang kami pelajari di Saga Lifeschool. Menapaki semua skenario dan meyakini bahwa ini yang terbaik dari Allah. Saya yakin setiap kita akan terus belajar menjadi versi terbaik dirinya, keluarganya, institusinya. 

Mewariskan Mimpi

Rasanya kita sudah mual mendengar kata-kata “setiap bayi yang lahir di negara ini memikul hutang negara sebesar sekian juta rupiah”. Terlepas mengenai bagaimana seharusnya pemahaman ini diterjemahkan dalam berbagai kebijakan dan seterusnya, saya merasa kita sebaiknya focus mengenai bagaimana cara kita terlepas dari masalah ekonomi secara lebih positif. Sedih sekali, bayi-bayi lucu dan tidak berdosa diwarisi hutang oleh negara. Sudahlah, mari kita pikirkan apa yang bisa kita wariskan pada anak-anak kita, tentu saja selain hutang. Saya menemani teman-teman bertumbuh di Saga Lifeschoolsebenarnya pun dalam rangka mewariskan mimpi pada anak-anak saya yang juga bersekolah di sini. Salah satu hal positif yang bisa saya lakukan dan diteruskan oleh mereka kelak. Semoga. Bagaimana dengan teman-teman?

Tidak ada yang memungkiri, finansial adalah satu penting dari beberapa hal yang fundamental dalam kebutuhan yang harus dipenuhi untuk bertahan hidup. Tapi, lagi-lagi kata “hutang” cukup mengganggu saya. Bukan hanya negara yang terlibat hutang, saat ini orang-orang di sekitar kita, warga negara biasa, dibuat tergantung dengan “berhutang”. Pinjaman Online dengan jaminan mudah atau tanpa jaminan sama sekali membuat mereka yang begitu membutuhkan pertolongan keuangan terbelit begitu dalam. Harian mereka membayar bunga sampai jumlah total hutang berkali lipat meningkat. Semoga apa yang ditanamkan oleh para fasilitator Saga Lifeschool kepada anak-anak kami menjadi modal bagi mereka untuk mandiri secara finansial. Tidak menjadi beban bagi orang di sekitar dan membuka jalan keluar juga berkolaborasi dengan orang baik yang siap berproses bersama mereka.

Site Plan Lokasi Saga Lifeschool 

Site Plan Saga Lifeschool


Mimpi adalah keinginan hati yang menjadi hasrat. Mimpi adalah cita-cita yang terjaga bahkan terbawa dalam tidur. Mimpi saya dan teman-teman membawa Saga Lifeschool pada sebuah kondisi yang saling mewarisi setelah merasa saling melengkapi. Keahlian masing-masing individu di SagaLifeschool dijalankan secara optimal. Mimpi itu adalah bisa menyelenggarakan pendidikan yang membahagiakan hingga asset yang dihasilkan dari berkehidupan yang bahagia itu bisa membawa kami ke surga. Mimpi yang kami wariskan ini akan diwujudkan oleh anak-anak kami kelak. Semoga.

Sunday, November 29, 2020

Hantu yang Menangkap Rasa Takut

 Di are TK Saga Lifeschool saya termenung. Memikirkan “takut”. Bahwa setiap kita memiliki rasa takut, tak ada yang mengingkarinya. Untuk segala sesuatu yang tidak pasti, tidak dapat diprediksi, tidak mampu diperkirakan itulah ketakutan mewujud. Sebagian besar manusia berlaku baik karena berharap semua orang akan berlaku baik padanya. Padahal dunia tidak berjalan demikian. Ada banyak hal dalam hidup ini berlaku kebalikan. Inilah penyebab banyak orang merasa takut. Seperti halnya saya.

Ketakutan menghantui di mana-mana. Mungkin itu sebabnya hantu muncul di depan penakut. Hantu menjadi sosok yang menjadi sebab rasa takut. Padahal, ketakutan adalah makanan “para hantu”. Mereka menikmati ketakutan yang mengambil alih akal sehat. Mereka berpesta ketika manusia bersembunyi di “area aman” yang diciptakan oleh manusia lain yang mneyebut dirinya pemberani. Yang takut akan penjara, tapi masih suka korupsi, bersembunyi di belakang pejabat yang menyebut dirinya kuat; berani. Seterusnya begitu. Sebelum postingan kali ini merembet kemana-mana, saya mengucapkan selamat pada teman-teman yang berhasil mengatasi rasa takutnya. Selamat lahir kembali sebagai pemberani dan memakan hantu-hantu itu sampai semua hantu takut dan kapok menghantui akal sehat dan iman anak manusia.

Saya dan teman-teman di SAGA Lifeschool pun sempat merasa takut ketika dinamika di institusi yang kami bangun mengalami kondisi yang tidak pernah kami prediksi. Namun, ketika kami menyatakan berani untuk mengadapi ini semua lalu berjanji untuk menjalankan tugas secara amanah dan lebih kuat lagi; lebih kuat dari sebelumnya, semua hal yang ditakutkan perlahan mulai hilang. Berganti dengan terangnya langkah yang harus diambil sebelum ketakutan itu menghantui. Gentayangan di mana-mana. Biar hantunya pindah ke tempat lain. Hehehe.

Ketika kita mengumpulkan semua kekuatan yang tersisa dan duduk bersama untuk kembali berdiri, rasakanlah aliran kehidupan baru menjalar dari kaki sampai ke jantungmu. Rasakan dan tularkan melalui sentuhan kepada mereka yang di dekatmu. Genggam tangannya lalu bersiaplah. Perjalanan kita tidak akan mudah. Tapi, jika melakukannya bersama, tak ada yang susah. Hilang semua ketakutan.  Terima kasih Tim Peradaban Madani Saga yang menaungi Saga Lifeschool. Satu kata untuk perjuangan ini: Allahu Akbar!

Belajar Menggunakan Homestyler

 Seperti yang sudah saya tuliskan di artikel sebelum ini, saya akan menjelaskan cara menggunakan dua perangkat free design bangunan yang saya gunakan untuk menggambar siteplan dan design Saga Lifeschool khususnya Saga Creative Park. Nah, tutorial menggunakan homestyler akan saya jelaskan di sini. Semoga bermanfaat untuk teman-teman yang ingin menggambar bangunan. Insyaallah saya akan buat sesederhana mungkin. Sebelumnya, buka akun email atau facebook kalian ya agar mudah registrasi untuk mendapatkan akun di homestyler.com ini.

1. Buka webnya Homestyler. Klik link www.homestyler.com/roomplanner


2. Klik "Create New Design", dan Pilih "File" dan "New" maka akan muncul seperti ini:


3. Klik "Create Room" dan pilih cara menggambar yang ingin digunakan. Bisa menggunaka titik ke titik atau dari bentuk kotak seperti ini:


4. Klik pilihan teknik menggambar yang kamu inginkan, lalu muncul tanda "+" dan gerakkan kursor searah panjang dan lebar yang diinginkan:


5. Ruangan dapat diatur panjamg dan lebarnya dengan cara menghidupkan garis (dekati kursor hingga garis menjadi biru, klik dan geser). Hasilnya, kamu akan memiliki ruangan 2 dimensi seperti ini:



6. PIlih ikon sekop bernama "building" seperti gambar di atas untuk menambahkan elemen bangunan seperti jendela, pintu, atap, tiang, ongliong, dll seperti ini:


7. Klik elemen bangunan yang diinginkan, lalu letakkan di garis design 2D ini. Tambahkan jendela dan pintu seperti ini:


8.  Kamu bisa tambahkan ruangan dengan cara klik tombol "create room" seperti langkah nomer 3. Pilih "by center" atau "by edge".


9.  Kamu bisa menambahkan ruangan dan elemen bangunan lainnya sesuai kreasimu:


10.  Klik kanan untuk menghentikan mode menggambar, dan akan tampak pilihan cancle atau exit. kmau bisa pilih salah satunya.


11. Lihat gambarmu dalam 3D atau bisa tampak orbit (seperti drone). Tampilan 2D di web ini modenya adalah "plane". Yuk lihat bagaimana kalau kita klik Orbit view:




Seru ya? Begitulah langkah sederhana menggambar menggunakan homestyler. SIlakan dicoba-coba. Ohya sebelum beralih ke artikel selanjutnya, yuk lihat tombol lain dan kegunaannya. 

Di bawah gambar skop sebelah kiri akan terlihat gambar "sofa". Isinya katalog furniture. Jadi selain bisa membuat design bangunan, kita bisa menambahkan furniture yang akan mengisi bangunan.




Di bawah gambar sofa ada roll cat. di ikon itu ada pengaturan warna cat dinding, lantai, langit-langit.Seru ya. Jadi begitulah kira-kira saya menggambar design Saga Creative Park untuk Saga Lifeschool. Intip finishing setelah diisi furniture dan diganti catnya ya:


Saga Creative Park masih terus bebenah. Kondisi pembangunan hari ini baru di titik perapihan. Mohon doa ya teman-teman semoga SAGA Lifeschool bisa eksis dan menebar manfaat lebih luas. Aamiin. Ohya jangan lupa disave ya hasil karya kamu. InsyaAllah bermanfaat untuk "menggambar cita-cita".


Menggambar Mimpi

 Hari ini saya ingin membagikan cerita mengenai menggambar mimpi. Dulu, sebelum tahun 2000-an, ketika masih menggunakan seragam putih abu, saya mulai mengenal organisasi. Secara umum, para instruktur meminta kita sebagai peserta untuk menggambarkan mimpi. Ada yang menggunakan tulisan, gambar, atau pun celoteh lisan. Menggambar mimpi dari tahapan sederhana sampai bisa dibagi menjadi tahapan paling mudah dijalani sampai tujuan terbesar dalam waktu tempuh lebih lama. Menggambar mimpi menjadi begitu biasa saya dengar dan biasa menjadi strategi paling manjur dalam merencanakan program-program dalam hidup saya. Hingga saat ini saya masih membersamai Jingga Lifeschool yang telah bertransformasi menjadi SAGA Lifeschool pun, menggambar mimpi masih menjadi kebiasaan saya.

Bersyukur pada akhirnya saya mengenal beberapa perangkat di internet untuk memudahkan saya memvisualisasi mimpi setelah ide besar tertuang dalam banyak jaring laba-laba, tabel timeline, dan diskusi seru di antara para pejuang di SAGA Lifeschool. Perangkat atau aplikasi tersebut dapat dipergunakan secara gratis dan mudah menggunakannya. Di ponsel saya menggunakan Roomplanner dan di web saya memilih homeplanner.com/floorplan. Insyaallah pada tulisan selanjutnya saya akan menjelaskan cara menggunakan keduanya.

Mimpi tim SAGA Lifeschool yang saya gambarkan sedikit-sedikit mulai berbentuk. Mengenai kendala proses memiliki tanah tersebut tentu tak terhitung dan belum selesai. Namun, semoga ketika tulisan ini dibaca lagi, lahan tersebut sudah selesai tahap pemindahan kepemilikannya. Tinggal maksimalisasi pemanfaatannya. Aamiin.

Sebagai informasi, perangkat yang saya gunakan untuk menggambar kali ini adalah homeplanner.com. Lokasi bangunan di Saga Creative Park yang posisinya di jalan raya perjuangan, beberapa ratus meter setelah SMP Al Manar dan tepat di depan lapangan. 70% lahan dipergunakan untuk ladang sayuran dan bangunan hanyalah aula dan pos jaga. 



Anyway, silakan mampir ya teman-teman. Semoga ada hasil panen yang bisa dibawa pulang ketika ke sana. Temui saja Pak Dani, beliau person in charge di ladang. Yang bertugas mengurusi ladang. Tangan telatennya berhasil menumbuhkan berbagai sayuran di sana. Beliau akan sangat senang menerima tamu dari yang sekadar ngobrol, numpang selfi, sampai yang mau ikutan panen; dari yang sendiri, sampai yang bawa tetangga.



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...