8 Mei 2016 pkl 09.05 adalah jadwal penerbangan saya dengan Lion Air dari Bandara Soekarno Hatta Terminal 2 menuju KLIA. Diantar anak-anak dan suami tersayang rasanya jadi berat sekali kaki melangkah.
Beberapa jam sebelumnya saya packing semua kebutuhan dengan santai saja. Membayangkan bahwa akan lebih banyak waktu berpindah hingga tidak memungkinkan mencuci pakaian setiap hari, maka jadilah segembol pakaian saya siapkan untuk perjalanan enam hari. Memang perjalanan kali itu adalah perjalanan paling unik. Pertama, dikondisi yang hamil lalu belum beli tiket pulang ditambah akan menjelajah sebuah lokasi yang benar-benar asing. Single traveler, single fighter.
Tiba saat memasukan dokumen yang dibutuhkan. Saya cek paspor untuk memastikan bahwa saya membawa paspor yang benar. Milik anak-anak sudah saya beri cover bergambar kartun jadi tidak mungkin salah bawa. Hehehe...Bismillah.
Sampailah saat check in. Masuk lancar alhamdulillah. Satu tas ransel, satu dus berisi botol herba pesanan kawan. Begitu check in... "Bu, ini paspornya tertukar?" Astagfirullah saya kaget dan lemas saat itu. Ternyata yang saya bawa paspor suami. Segera saya telepon beliau yang ternyata masih menunggu di parkiran dan adik yang masih di rumah. Minta segera menemui saya di ruang tunggu dengan rencana selanjutnya.
Singkat cerita setelah menanyakan perihal check in desk ditutup ke costumer service Lion, suami membelikan tiket di penerbangan selanjutnya karena adik saya sudah tiba membawa paspor. Lega dan barulah air mata bisa menetes. Betapa bahagia "dilindungi" oleh orang-orang tercinta. Allah Sang Maha Segala memberikan pelajaran yang sangat berharga. Jika Ia menginginkan sesuatu terjadi, pasti terjadi karena kebaikan semata.
Portfolio sederhana dari pemikiran yang terserak, langkah dan cita-cita, celoteh ngalor ngidul, juga kumpulan gambar. Ingin berbuat dan merekam lebih banyak, namun sementara ini dulu. Semoga bermanfaat.
Showing posts with label Backpacker. Show all posts
Showing posts with label Backpacker. Show all posts
Thursday, May 19, 2016
Thursday, November 5, 2015
Pembentukan Karakter -Petualangan Ke Negeri yang Jauh- (Sesi II)
Di tulisan sebelumnya saya sempat share
Tangguh. Kita harus mampu tangguh untuk survive. Bertahan adalah keterampilan yang harus dipelajari dan dimiliki dalam tiap tahapan perjalanan dalam Edutrip. Kita harus mengalahkan rasa takut, berusaha kuat untuk memegang prinsip, dan bersikap bijak dalam menyelesaikan masalah yang mungkin muncul selama perjalanan. Hanya mencari yang Halal Makan apa adanya yang penting halal :D
Di bagian ini benar-benar ketahanan tubuh diuji. Alhamdulillah malam pertama langsung ditunjukkin Pee Kung 7eleven dekat apartemennya. Belilah kami roti tawar, mie instant, dan sosis plus air mineral. Semua yang berlogo halal. Di 7eleven ada microwavenya. Si sosis dipanaskan hanya dengan menggunting bagian atas dan dikasihlah chopstick 2 buah. Jadi...malam pertama, Beberapa menit setelah tiba di kawasan tempat tinggal Pee Kung, kami berhasil mendapatkan makan malam halal! Yeayyyy... (gaduh :p)
Selebihnya, kami beli beras di mall terdekat juga ikan sarden kalengan. Ditemani sambal terasi bekal dalam negri dan suplemen alami HPAI jadilah hari-hari kami tetap berenergi. Alhamdulillah...
Hari-hari terus bergulir. Model pertahanan diri ini tetap kami lakukan demi menjaga agar Allah selalu ridha. Sungguh, melihat dan mencium bau masakan yang tak biasa (dan tak halal) cukup menjadikan perjalanan ini lebih berat dari seharusnya :p Perut seperti diaduk. Saya sempat menahan muntah beberapa kali sampai air mata bercucuran (terlebaykan tapi jujur. hahahha...)
Mandiri. Tak ada yang melayani malahan harus melayani. Sebelum mampu melayani orang lain, semua individu dalam edutrip harus mampu memanage keperluan pribadinya dengan baik tanpa melukai hak saudaranya.
Empati. Sesi-sesi perenungan dan pengambilan hikmah perjalanan diarahkan pada pembentukan karakter yang mampu merasakan apa yang orang lain rasakan.
Bentuk empati yang lain, kami para backpacker muda (muda nih ye...) menjadi terlatih memberikan kursi bus atau kereta kepada warga dengan disabilitas atau yang disebut OKU oleh warga Malaysia. Sebagian besar penumpang memiliki kesadran ini. Walau pun ada bangku kosong, ketika mereka merasa baik, sehat, dan kuat...maka kursi khuusus untuk OKU ini akan tetap dikosongkan. Melihat ini, kami menjadi terlatih untuk memberikan kesempatan pada orang tua, ibu hamil, maupun anak kecil intuk mendapatkan kursi prioritas.
Itsar. Tingkat tertinggi dari ukhuwah akan teruji, terlatih, dan terasah dalam sesi perjalanan. Egoisme akan terdeteksi dan luntur secara alami karena kelekatan hubungan akan terjalin dengan sendirinya. Perlahan namun pasti, mereka mulai mendahulukan kepentingan sahabat seperjalanan. Rupanya itsar ini berkaitan dengan kecakapan individu sebelumnya, yaitu empati.
Konon, seorang pemimpin harus merasakan lapar lebih dahulu dibanding anggota pasukannya namun harus kenyang belakangan. Tak mudah apalagi bagi anak usia 10-14 tahun menerapkan hal ini. Dalam edutrip, mereka akan belajar langsung tanpa teori mengenai pesan kebajikan yang dicontohkan Rasulullah. Contohnya, ketika salah satu kelompok menjalankan tugasnya utnuk memasak. Mereka dengan sukarela membiarkan kelompok lainnya yang bertugas membereskan dapur untuk makan lebih dahulu dibanding mereka.
Cekatan dan sigap. Kondisi di perjalanan jauh dari nyaman. Sekali pun fasilitas yang digunakan terasa lebih baik, namun kita dituntut untuk mawas diri dan selalu ingat jadwal yang telah disusun juga target yang telah dicanangkan bersama.
Edutrip bukanlah tour, penggunaan kata trip menunjukkan bahwa 'perjalanan' menjadi inti kegiatan ini. Ke setiap destinasi, peserta harus berjalan kaki dan menggunakan transportasi umum, melebur bersama warga lokal. Di masa seperti ini mereka akan bertindak cekatan dan sigap. Terlebih pengingat untuk berhati-hati baik dalam bentuk pengumuman dalam bentuk audio maupun visual disampaikan di mana-mana.
Teliti dan cermat. Teliti dalam memperhitungkan dan cermat membaca peluang untuk memperkirakan budget perjalanan. Perkiraan biaya perjalanan dan biaya hidup harus diperhitungkan dengan cermat.
Perjalanan ke Bangkok dan Hatyai selama 5 hari kemarin sangat hemat di living cost. Kami benar-benar memerhatikan bab pengeluaran. Begitu pun dengan perjalanan ke Kuala Lumpur bersama siswa dan guru Jingga. Kami berusaha sebisa mungkin, bagaimana menyelenggarakan perjalanan sarat makna namun less budget. Hingga perkiraan tukar uang di money changer dengan harga tukar terbaik pun kami perhitungkan.Alhamdulillah dengan kecermatan perhitungan, perjalanan dapat terlaksana dengan baik dan lancar.
Bijaksana. Ada hal baik dan tentu ada hal buruk yang ditemukan selama perjalanan. Kita akan mampu memetik kebaikan dan menjadikannya sebagai bagian dari pembelajaran dan upaya mengenal lebih dekat tujuan penciptaan kita di dunia.
Sholeh. Inilah tujuan utama perjalanan. Mereka tak putus dari zikir selama berjalan. Selalu berdoa dan menyadari bahwa Allah begitu kuasa. Semakin kuat keyakinannya, semakin besar rasa syukurnya telah dijadikan sebagai seorang muslim.
Berani. Keberanian akan dengan sendirinya muncul dalam diri tiap peserta. Keberanian itu mendominasi diri sebagai mode pertahanan setiap makhluk di tempat yang asing. Mereka akan mampu mempertahankan diri dengan baik, mereka akan memompa keberanian bertanya, bicara, dan memberi saran karena perjalanan ini kita lakukan bersama. Sekali pun tersesat, peserta harus berani mengambil resiko mengubah jalur perjalanan dan mengendalikan diri.
Self Driving. Kemampuan men-drive diri untuk menemukan pintu keluar dari kesulitan yang dihadapi. Inilah yang disebut sebagai kemampuan metakognisi. Ketika kita nyasar di wilayah baru yang asing, dan sendirian, kira-kira apa yang bisa kita lakukan? Secara alami, pembelajaran yang dicontohkan oleh Rhenald kasali ini terbukti muncul dalam program yang dilakukan selama Edutrip.
Syukur. Peserta Edutrip menjadi pribadi yang akan sangat bersyukur dengan apa yang dimiliki dan menghargai rejeki yang diterima. Syukur ini muncul juga dari pembiasaan mencari sisi positif dari setiap pengalaman yang langsung mereka rasakan.
Tangguh. Kita harus mampu tangguh untuk survive. Bertahan adalah keterampilan yang harus dipelajari dan dimiliki dalam tiap tahapan perjalanan dalam Edutrip. Kita harus mengalahkan rasa takut, berusaha kuat untuk memegang prinsip, dan bersikap bijak dalam menyelesaikan masalah yang mungkin muncul selama perjalanan. Hanya mencari yang Halal Makan apa adanya yang penting halal :D
![]() |
| Roti dari Thailand dan daging bawaan dari Tanah Air. Bersatu dalam satu suapan di Bangkok :D |
![]() |
| Mie Instant...bagaimanapun Ind**** tetap tak terganti :p |
![]() |
| Beras yang ternyata wangi melati. Serasa makan kembang? |
![]() |
| Sarden kecil. 2 Kaleng buat 3 kali makan dua orang. Not bad |
Selebihnya, kami beli beras di mall terdekat juga ikan sarden kalengan. Ditemani sambal terasi bekal dalam negri dan suplemen alami HPAI jadilah hari-hari kami tetap berenergi. Alhamdulillah...
Hari-hari terus bergulir. Model pertahanan diri ini tetap kami lakukan demi menjaga agar Allah selalu ridha. Sungguh, melihat dan mencium bau masakan yang tak biasa (dan tak halal) cukup menjadikan perjalanan ini lebih berat dari seharusnya :p Perut seperti diaduk. Saya sempat menahan muntah beberapa kali sampai air mata bercucuran (terlebaykan tapi jujur. hahahha...)
Mandiri. Tak ada yang melayani malahan harus melayani. Sebelum mampu melayani orang lain, semua individu dalam edutrip harus mampu memanage keperluan pribadinya dengan baik tanpa melukai hak saudaranya.
![]() |
| Tanpa kemandirian, perjalanan tak akan efektif. |
Keterampilan ini memang perlu dipelajari. Pada dasarnya manusia adalah makhluk yang paling egosentris. Potensi ini bisa jadi positif atau berkembang negatif sesuai dengan bentuk respon dan stmulasinya. Sebagai contoh, anak-anak mengikuti perjalanan dengan jadwal yang telah ditetapkan. Guna menjalankan kegiatan sesuai dengan target maka mereka berusaha mengatur dirinya dengan baik sebagai bentuk kemandirian. Pada sesi Edutrip Malaysia
Empati. Sesi-sesi perenungan dan pengambilan hikmah perjalanan diarahkan pada pembentukan karakter yang mampu merasakan apa yang orang lain rasakan.
![]() |
| Tetap terjaga untuk memberikan kursi pada OKU (Orang Kurang Upaya) |
![]() |
| Masih di Bus Go KL, Bus gratis di KL. |
Itsar. Tingkat tertinggi dari ukhuwah akan teruji, terlatih, dan terasah dalam sesi perjalanan. Egoisme akan terdeteksi dan luntur secara alami karena kelekatan hubungan akan terjalin dengan sendirinya. Perlahan namun pasti, mereka mulai mendahulukan kepentingan sahabat seperjalanan. Rupanya itsar ini berkaitan dengan kecakapan individu sebelumnya, yaitu empati.
![]() |
| Mendapat tugas masak dan membiarkan kelompok lain makan terlebih dahulu. |
Cekatan dan sigap. Kondisi di perjalanan jauh dari nyaman. Sekali pun fasilitas yang digunakan terasa lebih baik, namun kita dituntut untuk mawas diri dan selalu ingat jadwal yang telah disusun juga target yang telah dicanangkan bersama.
![]() |
| Lokasi penyebrangan di Bukit Bintang, Kuala Lumpur. |
Teliti dan cermat. Teliti dalam memperhitungkan dan cermat membaca peluang untuk memperkirakan budget perjalanan. Perkiraan biaya perjalanan dan biaya hidup harus diperhitungkan dengan cermat.
![]() |
| Menghitung baht demi baht untuk bertahan hidup. Ahaaay :p |
![]() |
| Memerhitungkan bahan makanan yang halal dan lebih murah dengan kualitas yang hampir sama. |
Bijaksana. Ada hal baik dan tentu ada hal buruk yang ditemukan selama perjalanan. Kita akan mampu memetik kebaikan dan menjadikannya sebagai bagian dari pembelajaran dan upaya mengenal lebih dekat tujuan penciptaan kita di dunia.
![]() |
| Menentukan arah dan tetap dalam barisan. |
Berani. Keberanian akan dengan sendirinya muncul dalam diri tiap peserta. Keberanian itu mendominasi diri sebagai mode pertahanan setiap makhluk di tempat yang asing. Mereka akan mampu mempertahankan diri dengan baik, mereka akan memompa keberanian bertanya, bicara, dan memberi saran karena perjalanan ini kita lakukan bersama. Sekali pun tersesat, peserta harus berani mengambil resiko mengubah jalur perjalanan dan mengendalikan diri.
Self Driving. Kemampuan men-drive diri untuk menemukan pintu keluar dari kesulitan yang dihadapi. Inilah yang disebut sebagai kemampuan metakognisi. Ketika kita nyasar di wilayah baru yang asing, dan sendirian, kira-kira apa yang bisa kita lakukan? Secara alami, pembelajaran yang dicontohkan oleh Rhenald kasali ini terbukti muncul dalam program yang dilakukan selama Edutrip.
Syukur. Peserta Edutrip menjadi pribadi yang akan sangat bersyukur dengan apa yang dimiliki dan menghargai rejeki yang diterima. Syukur ini muncul juga dari pembiasaan mencari sisi positif dari setiap pengalaman yang langsung mereka rasakan.
Thursday, September 17, 2015
Tips Berburu Tiket Murah, Part II (Couchsurfing Story)
Nah setelah teman-teman baca Part I nya, saya mau bagi-bagi resah gelisah saat berburu tiket. Biasanya saya berburu tiket tidak sendiri. Kami membentuk Time Pemburu Tiket Murah. Hahaha... serius. Kami membagi tugas menjadi:
1. pencari tanggal dengan tiket maskapai termurah,
2. pembooking. dia yang melakukan reservasi hingga tahap kode booking keluar
3. pentransfer. nah...yang ini kebagian tugas mencari ATM pinjaman agar bisa transfer sebelum masa booking expired (biasanya 2 jam). Kalau ngga ada ATM, kartu kredit pun jadi.
Proses seperti ini sudah kami jalankan untuk lima penerbangan sampai Maret 2016. Banyak teman yang kami bawa karena kami serius bertraveling :p maka kami membuat EduTrip; sebuah grup perjalanan yang menyelenggarakan perjalanan sarat dengan pembelajaran. Apa bedanya dengan studi wisata? Yang jelas kalau studi wisata ya muatan wisatanya lebih banyak sedangkan EduTrip muatan educative nya yang dominan ;) Ah...rasanya berlelah-lelah dan berstress ria pada saat berburu tiket menjadi terbayar ketika kita berhasil! Sujud syukur kontan saat itu juga.
Singkat cerita kami diajarkan banyak hal oleh Allah SWT melalui proses perencanaan perjalanan ini. Kami diajarkan sabar hingga masa promo berakhir, tiket harus segera terbeli. Kami putar otak hingga bisa segera memindahkan tiket ke tangan kita dan teman2 traveler dalam grup kita. Seru kan?
Saya dan teman-teman mencoba untuk berhubungan dengan orang lokal di negara yang belum pernah dikunjungi. Bangkok. Wah...agak tidak mungkin ya? Hehe...alhamdulillah baca buku yang ditulis oleh para mahasiswanya Prof Rhenald Kasali saya mendapat inspirasi: COUCHSURFING!
Saya mencoba menghubungi beberapa member situs tersebut dan alhamdulillah dapat respon yang sangat menyenangkan. Kami dapat bermalam selama 3 hari di rumah seorang muslimah di Bangkok. Kami bisa berinteraksi dengan penduduk lokal...inshaAllah.
Hm sebenarnya, keuntungan mendapatkan couch gratis bukanlah tujuan utama kami. Tapi, berkesempatan belajar langsung dari masyarakat setempat adalah hal luar biasa yang tidak bisa kita dapatkan dengan menginap di hostel atau hotel yang tentu berbayar.
Ohya satu yang mau saya share lagi. Kalau kita mau melakukan perjalanan yang murah sekaligus 2 negara...pilihlah AirAsia atau JetStar. kenapa? AirAsia yang dilahirkan di Malaysia dan JetStar yang dimiliki oleh Singapore biasanya menjalankan penerbangan yang onestop. Mereka singgah dulu di Kuala Lumpur atau Singapore. Seperti dari Jakarta ke Hongkok, dengan AirAsia...kita bisa mampir Kuala Lumpur tanpa biaya tambahan. Pilihlah masa transit yang panjang agar kita bisa menyempatkan diri untuk keliling-keliling sekitar KLIA2. Jika dengan JetStar ke Kuala Lumpur , kita akan diajak mampir ke Singapore dulu. For free dan lumayan murah dibanding dengan dua tiket ke dua negara itu. Hm...senangnya <3
Cekidot screenshot berikut ini ;) Murce kan ciiiin...
1. pencari tanggal dengan tiket maskapai termurah,
2. pembooking. dia yang melakukan reservasi hingga tahap kode booking keluar
3. pentransfer. nah...yang ini kebagian tugas mencari ATM pinjaman agar bisa transfer sebelum masa booking expired (biasanya 2 jam). Kalau ngga ada ATM, kartu kredit pun jadi.
Proses seperti ini sudah kami jalankan untuk lima penerbangan sampai Maret 2016. Banyak teman yang kami bawa karena kami serius bertraveling :p maka kami membuat EduTrip; sebuah grup perjalanan yang menyelenggarakan perjalanan sarat dengan pembelajaran. Apa bedanya dengan studi wisata? Yang jelas kalau studi wisata ya muatan wisatanya lebih banyak sedangkan EduTrip muatan educative nya yang dominan ;) Ah...rasanya berlelah-lelah dan berstress ria pada saat berburu tiket menjadi terbayar ketika kita berhasil! Sujud syukur kontan saat itu juga.
Singkat cerita kami diajarkan banyak hal oleh Allah SWT melalui proses perencanaan perjalanan ini. Kami diajarkan sabar hingga masa promo berakhir, tiket harus segera terbeli. Kami putar otak hingga bisa segera memindahkan tiket ke tangan kita dan teman2 traveler dalam grup kita. Seru kan?
Saya dan teman-teman mencoba untuk berhubungan dengan orang lokal di negara yang belum pernah dikunjungi. Bangkok. Wah...agak tidak mungkin ya? Hehe...alhamdulillah baca buku yang ditulis oleh para mahasiswanya Prof Rhenald Kasali saya mendapat inspirasi: COUCHSURFING!
Saya mencoba menghubungi beberapa member situs tersebut dan alhamdulillah dapat respon yang sangat menyenangkan. Kami dapat bermalam selama 3 hari di rumah seorang muslimah di Bangkok. Kami bisa berinteraksi dengan penduduk lokal...inshaAllah.
Hm sebenarnya, keuntungan mendapatkan couch gratis bukanlah tujuan utama kami. Tapi, berkesempatan belajar langsung dari masyarakat setempat adalah hal luar biasa yang tidak bisa kita dapatkan dengan menginap di hostel atau hotel yang tentu berbayar.
Ohya satu yang mau saya share lagi. Kalau kita mau melakukan perjalanan yang murah sekaligus 2 negara...pilihlah AirAsia atau JetStar. kenapa? AirAsia yang dilahirkan di Malaysia dan JetStar yang dimiliki oleh Singapore biasanya menjalankan penerbangan yang onestop. Mereka singgah dulu di Kuala Lumpur atau Singapore. Seperti dari Jakarta ke Hongkok, dengan AirAsia...kita bisa mampir Kuala Lumpur tanpa biaya tambahan. Pilihlah masa transit yang panjang agar kita bisa menyempatkan diri untuk keliling-keliling sekitar KLIA2. Jika dengan JetStar ke Kuala Lumpur , kita akan diajak mampir ke Singapore dulu. For free dan lumayan murah dibanding dengan dua tiket ke dua negara itu. Hm...senangnya <3
Cekidot screenshot berikut ini ;) Murce kan ciiiin...
Tips Berburu Tiket Murah AirAsia Story, Part I
Berikut tips yang semoga bermanfaat untuk kita semua yang mencari tiket murah:
1. Pasang aplikasi di android khusus maskapai yang sering memberi diskon tiket. Biasanya AA memberi notiofikasi yang jika diklik akan menampilkan informasi seperti berikut. Pernah suatu saat saya mendapat tiket 328,000 pulang pergi. Alhamdulillah rejeki anak shaleh :p
2. Gunakan Traveloka atau mesin pencari tiket murah lain untuk mendapat gambaran tanggal berapa bulan apa saja diskon keluar dengan harga termurah. Setelah itu klik di tanggal yang kita sasar.
3. Perhatikan maskapai mana yang mengeluarkan angka terendah untuk tiket pada tanggal tersebut.
4. Bukalah web langsung maskapai yang memberi promo tiket.
5. Bookinglah di waktu yang sesuai dengan kebutuhan kita. Perkiraan check in penerbangan internasional biasanya 3 jam sebelum pemberangkatan. Jadi, cepat putuskan sebelum kuota seat habis :D
6. Biasanya, jika loading maskapai tinggi disebabkan pemesan tiket yang berlomba di waktu-waktu premium... maka saya sarankan bersabarlah. AirAsia menyediakan waiting room untuk mengulur waktu. Santai saja sambil berdoa agar tidak kehabisan ;)
7. Jika sudah selesai reservasi biasanya dapat pilihan untuk membayar melalui kartu kredit, ATM, atau Indomart. Saya sih sarankan teman-teman untuk transfer via ATM. Keuntungannya, biaya transfer lebih murah dan masih ada waktu 2 jam untuk menuntaskan pembayaran. Masih sempatlah pinjam-pinjam ATM teman :p
Tapi sebelumnya dihitung (dikalkulasikan) dulu dengan matang.
Jika dikalkulasikan pemesanan tiket jumlah total yang harus dibayarkan lebih dari 5 juta, maka kita harus pakai ATM yang limitnya lebih dari 5 juta (nah...ini penting). Strateginya adalah, buat menjadi dua kali atau lebih bookingnya. Tentu dengan ATM berbeda tiap transaksi.
Ingat ya, maksimal satu kode booking adalah 9 orang.
Selain murah, biasanya AirAsia ada promo AirAsia Go. Nah, di sini selain kita dapat tiket promo, ada juga penawaran penginapan dengan biaya menginap yang juga didiskon. Bisa juga kita bikin kartu CIMB Niaga AirAsia BIG Card. Kartu kredit ini jika digunakan untuk beli tiket dan membayar penginapan yang menjadi rekanan AirAsia (dulu namanya Hotel Tune, tapi beberapa di antaranya berubah menjadi Red Planet Hotel) maka kita akan mendapatkan point yang bisa ditukarkan dengan seat pesawat. Enaknyoooo...mau dong :p
Intinya berburu tiket murah tidak butuh keberuntungan. Kita hanya perlu gesit dan yakin akan mendapatkan kesempatan menikmati potongan harganya. Sebagai muslim, tambahkan usaha kita untuk mencari tiket murah dengan banyak berdoa.
Kalau pun kita melihat seat diskon sudah habis jangan putus asa ya. Selama masa promo masih ada, kita masih bisa dapatkan diskon tersebut kok. Kenapa? Seat yang sudah dibooking itu belum tentu jadi dibayar kok. Beberapa pemburu tiket lainnya hanya me-hold tiket-tiket tersebut sambil mengulur waktu. jadi jangan heran kalau 2 jam kemudia seat yang tadinya 0 menjadi 5 atau 8 atau available lagi.
Yuk ah, semangat! Kita berburu tiket dan keliling dunia ;) Kita lanjutkan ke Part II-nya
Subscribe to:
Posts (Atom)























