Showing posts with label sekolah alam jingga. Show all posts
Showing posts with label sekolah alam jingga. Show all posts

Thursday, November 5, 2015

Pembentukan Karakter -Petualangan Ke Negeri yang Jauh- (Sesi II)

Di tulisan sebelumnya saya sempat share

Tangguh. Kita harus mampu tangguh untuk survive. Bertahan adalah keterampilan yang harus dipelajari dan dimiliki dalam tiap tahapan perjalanan dalam Edutrip. Kita harus mengalahkan rasa takut, berusaha kuat untuk memegang prinsip, dan bersikap bijak dalam menyelesaikan masalah yang mungkin muncul selama perjalanan. Hanya mencari yang Halal  Makan apa adanya yang penting halal :D 
Roti dari Thailand dan daging bawaan dari Tanah Air.
Bersatu dalam satu suapan di Bangkok  :D
Mie Instant...bagaimanapun Ind**** tetap tak terganti :p
Beras yang ternyata wangi melati. Serasa makan kembang? 
Sarden kecil. 2 Kaleng buat 3 kali makan dua orang. Not bad
Di bagian ini benar-benar ketahanan tubuh diuji. Alhamdulillah malam pertama langsung ditunjukkin Pee Kung 7eleven dekat apartemennya. Belilah kami roti tawar, mie instant, dan sosis plus air mineral. Semua yang berlogo halal. Di 7eleven ada microwavenya. Si sosis dipanaskan hanya dengan menggunting bagian atas dan dikasihlah chopstick 2 buah. Jadi...malam pertama, Beberapa menit setelah tiba di kawasan tempat tinggal Pee Kung, kami berhasil mendapatkan makan malam halal! Yeayyyy... (gaduh :p)
Selebihnya, kami beli beras di mall terdekat juga ikan sarden kalengan. Ditemani sambal terasi bekal dalam negri dan suplemen alami HPAI jadilah hari-hari kami tetap berenergi. Alhamdulillah...

Hari-hari terus bergulir. Model pertahanan diri ini tetap kami lakukan demi menjaga agar Allah selalu ridha. Sungguh, melihat dan mencium bau masakan yang tak biasa (dan tak halal) cukup menjadikan perjalanan ini lebih berat dari seharusnya :p Perut seperti diaduk. Saya sempat menahan muntah beberapa kali sampai air mata bercucuran (terlebaykan tapi jujur. hahahha...)

Mandiri. Tak ada yang melayani malahan harus melayani. Sebelum mampu melayani orang lain, semua individu dalam edutrip harus mampu memanage keperluan pribadinya dengan baik tanpa melukai hak saudaranya.

Tanpa kemandirian, perjalanan tak akan efektif.
Keterampilan ini memang perlu dipelajari. Pada dasarnya manusia adalah makhluk yang paling egosentris. Potensi ini bisa jadi positif atau berkembang negatif sesuai dengan bentuk respon dan stmulasinya. Sebagai contoh, anak-anak mengikuti perjalanan dengan jadwal yang telah ditetapkan. Guna menjalankan kegiatan sesuai dengan target maka mereka berusaha mengatur dirinya dengan baik sebagai bentuk kemandirian. Pada sesi Edutrip Malaysia

Empati. Sesi-sesi perenungan dan pengambilan hikmah perjalanan diarahkan pada pembentukan karakter yang mampu merasakan apa yang orang lain rasakan.
Tetap terjaga untuk memberikan kursi pada OKU (Orang Kurang Upaya)
Masih di Bus Go KL, Bus gratis di KL. 
Bentuk empati yang lain, kami para backpacker muda (muda nih ye...) menjadi terlatih memberikan kursi bus atau kereta kepada warga dengan disabilitas atau yang disebut OKU oleh warga Malaysia. Sebagian besar penumpang memiliki kesadran ini. Walau pun ada bangku kosong, ketika mereka merasa baik, sehat, dan kuat...maka kursi khuusus untuk OKU ini akan tetap dikosongkan. Melihat ini, kami menjadi terlatih untuk memberikan kesempatan pada orang tua, ibu hamil, maupun anak kecil intuk mendapatkan kursi prioritas.

Itsar. Tingkat tertinggi dari ukhuwah akan teruji, terlatih, dan terasah dalam sesi perjalanan. Egoisme akan terdeteksi dan luntur secara alami karena kelekatan hubungan akan terjalin dengan sendirinya. Perlahan namun pasti, mereka mulai mendahulukan kepentingan sahabat seperjalanan. Rupanya itsar ini berkaitan dengan kecakapan individu sebelumnya, yaitu empati.

Mendapat tugas masak dan membiarkan kelompok lain makan terlebih dahulu.
Konon, seorang pemimpin harus merasakan lapar lebih dahulu dibanding anggota pasukannya namun harus kenyang belakangan. Tak mudah apalagi bagi anak usia 10-14 tahun menerapkan hal ini. Dalam edutrip, mereka akan belajar langsung tanpa teori mengenai pesan kebajikan yang dicontohkan Rasulullah. Contohnya, ketika salah satu kelompok menjalankan tugasnya utnuk memasak. Mereka dengan sukarela membiarkan kelompok lainnya yang bertugas membereskan dapur untuk makan lebih dahulu dibanding mereka.

Cekatan dan sigap.  Kondisi di perjalanan jauh dari nyaman. Sekali pun fasilitas yang digunakan terasa lebih baik, namun kita dituntut untuk mawas diri dan selalu ingat jadwal yang telah disusun juga target yang telah dicanangkan bersama.

Lokasi penyebrangan di Bukit Bintang, Kuala Lumpur.
Edutrip bukanlah tour, penggunaan kata trip menunjukkan bahwa 'perjalanan' menjadi inti kegiatan ini. Ke setiap destinasi, peserta harus berjalan kaki dan menggunakan transportasi umum, melebur bersama warga lokal. Di masa seperti ini mereka akan bertindak cekatan dan sigap. Terlebih pengingat untuk berhati-hati baik dalam bentuk pengumuman dalam bentuk audio maupun visual disampaikan di mana-mana.

Teliti dan cermat. Teliti dalam memperhitungkan dan cermat membaca peluang untuk memperkirakan budget perjalanan. Perkiraan biaya perjalanan dan biaya hidup harus diperhitungkan dengan cermat.


Menghitung baht demi baht untuk bertahan hidup. Ahaaay :p
Memerhitungkan bahan makanan yang halal dan lebih murah dengan kualitas yang hampir sama.
Perjalanan ke Bangkok dan Hatyai selama 5 hari kemarin sangat hemat di living cost. Kami benar-benar memerhatikan bab pengeluaran. Begitu pun dengan perjalanan ke Kuala Lumpur bersama siswa dan guru Jingga. Kami berusaha sebisa mungkin, bagaimana menyelenggarakan perjalanan sarat makna namun less budget.  Hingga perkiraan tukar uang di money changer dengan harga tukar terbaik pun kami perhitungkan.Alhamdulillah dengan kecermatan perhitungan, perjalanan dapat terlaksana dengan baik dan lancar.

Bijaksana. Ada hal baik dan tentu ada hal buruk yang ditemukan selama perjalanan. Kita akan mampu memetik kebaikan dan menjadikannya sebagai bagian dari pembelajaran dan upaya mengenal lebih dekat tujuan penciptaan kita di dunia.


Menentukan arah dan tetap dalam barisan.
Sholeh. Inilah tujuan utama perjalanan. Mereka tak putus dari zikir selama berjalan. Selalu berdoa dan menyadari bahwa Allah begitu kuasa. Semakin kuat keyakinannya, semakin besar rasa syukurnya telah dijadikan sebagai seorang muslim.

Berani. Keberanian akan dengan sendirinya muncul dalam diri tiap peserta. Keberanian itu mendominasi diri sebagai mode pertahanan setiap makhluk di tempat yang asing. Mereka akan mampu mempertahankan diri dengan baik, mereka akan memompa keberanian bertanya, bicara, dan memberi saran karena perjalanan ini kita lakukan bersama. Sekali pun tersesat, peserta harus berani mengambil resiko mengubah jalur perjalanan dan mengendalikan diri.



Self Driving. Kemampuan men-drive diri untuk menemukan pintu keluar dari kesulitan yang dihadapi. Inilah yang disebut sebagai kemampuan metakognisi. Ketika kita nyasar di wilayah baru yang asing, dan sendirian, kira-kira apa yang bisa kita lakukan? Secara alami, pembelajaran yang dicontohkan oleh Rhenald kasali ini terbukti muncul dalam program yang dilakukan selama Edutrip.







Syukur. Peserta Edutrip menjadi pribadi yang akan sangat bersyukur dengan apa yang dimiliki dan menghargai rejeki yang diterima. Syukur ini muncul juga dari pembiasaan mencari sisi positif dari setiap pengalaman yang langsung mereka rasakan.

Monday, November 2, 2015

Bangkok dan Hatyai -Petualangan Ke Negri yang Jauh- (Sesi I)

20-25 oktober  2015

Berikut ini sedikit akan saya share hasil pengamatan kami (saya dan Ana) di Bangkok dan Hatyai.

Sim Card Gratis
>> Don Mueang terminal kedatangan.
Kami sampai cukup malam, 8.30 kira-kira. Nah, catatan pentingnya adalah
(a) jangan sampai terlupa mengisi arrival card dengan lengkap. Termasuk alamat menginap.
(b) ada free simcard buat turis, di lorong sebelah kanan sebelum pemeriksaan imigrasi. Bila pulsa habis bisa top up di 7eleven terdekat.
(c) foodcourt di dekat parkir mobil sebelah kanan pintu keluar, terdapat counter halalan food.
(d) muslim prayer room terletak di lantai 2.
(e) gunakan hanya taxi resmi bandara yg terletak di gate 8. Kita harus antri di sini dan menambahkan 50 baht untuk surcharge. Taxi ini sesuai argo dan kebanyakan tak bisa English. Jadi siapkan alamat dalam 2 versi. English dan Thai


Tips Berkomunikasi dengan Penduduk Lokal
Perbanyaklah tersenyum dan tetap berterimakasih jika kawan bicara menolak untuk menjawab. Senyum adalah international language.
Mungkin mereka tak pandai English. Jika pun paham, mari gunakan English logat Thailand agar komunikasi lancar jaya.
Kami menemui beberapa penduduk lokal yang sangat berusaha untuk membantu menjelaskan rute. Ada yang mencarikan seseorang di sekitar mereka untuk menjawab dan ada yg menelepon seseorang yang bisa bahasa Inggris. Mereka sangat baik.

Makanan Halal
Memang agak susah kami menemukan makanan halal. Di pinggir-pinggir jalan daging babi, kodok, dan beberapa jenis serangga dijajakan di pinggir jalan. Akan tetapi, pemerintah sangat support terhadap Halal Certificate.

Kami mendapatkan informasi langsung dari wakil direktur Halal Science Centre  - Universitas Chulalongkorn, Dr. Manat. Beliau seorang muslim yang humble. Mau dengan sabar mempresentasikan pada kami berdua bahwa proses pemberian sertifikat halal tidak dapat diberikan begitu saja. Dimula dari owner perusahaan, ia harus memiliki niat dari dirinya sendiri untuk melabeli produknya dengan Halal Diamond. Setelah itu, rangkaian supervisi akan dilakukan dari pemilihan produk, proses, produksi, logistik hingga produk sampai di tangan konsumen.
Komunikasi lain yang sangat membuahkan hasil dan berkah adalah dengan saudara sebangsa. Muslim adalah kebangsaan kita.

Networking
Menemukan Saudara Seiman
Jadi, setiap ketemu muslimah berjilbab saat kami butuh bantuan, kami kejar dirinya dengan semangat 45. Alhamdulillah mereka semua banyak membantu. Bahkan sampai diantar ke tempat yang kami tuju. Alhamdulillah dengan networking kami mendapatkan banyak bantuan sejak di tanah air sampai lokasi. Terima kasih pada Dr. Winai Dahlan Direktur Halal Science Centre yang menghubungkan kami dengan Ms. Jasmine sekretarisnya, kepada Hafsah yang membantu kami menemukan kantin halal di Universitas Chulalongkorn, Mas Rizki yang memberikan saran menggunakan transportasi umum, Mba Nuniq dan Mba Junda dari PPI Thailand setelah direpotkan dengan banyak pertanyaan di whatsApp dan messenger yang juga telah menghubungkan kami dengan Atase Pendidikan KBRI Bangkok, Pak Yunardi Yusuf. Spesial kepada Pee Kung atau Ms. Kanya Suthat dari Couchsurfing.com yang meminjamkan apartemennya selama 3 hari, mengontrol keberadaan kami, dan memberikan waktunya untuk berbagi cerita. Alhamdulillah, Pee Kung sudah seperti Kakak bagi kami. Juga walau tak sempat jumpa, Bang Daud Abdul Rahman cukup banyak membantu. Beberapa kali beliau mengecek keberadaan kami. Hanya Allah yang mampu membalas kebaikan kalian semua.

It feel like home. Menemukan mereka yang peduli dan tulus di tengah negara yang sama sekali asing bagi kami.

Transportasi
Bus dan van beroperasi sejak pukul 4 pagi sampai 11 malam. Hampir di setiap halte bs kita temukan peta beserta trayek bus.
MRT dan BTS terintegrasi. Memang lebih mahal tapi setidaknya tak berkutat dengan kemacetan. Ya, di sini macet juga, tapi tertib dan karena busnya tak mengeluarkan asap hitam maka kita akan tetap nyaman. Ada bus ber AC dan berkipas angin. Kernet kebanyakan perempuan di atas 40thn dan menggunakan tempat menyimpan uang yg unik.
Pejalan kaki sangat terfasilitasi dengn trotoar yg lebar. Kira-kira 2 sampai 3 meter lebarnya. Ada beberapa spot yang mengakomodir tempat mangkal ojek. Ada juga sepeda-sepeda sewaan yang terkunci dan bisa dipakai dengan memasukan koin.
Tuk tuk juga transportasi legal namun terbatas di area tertentu.
Kita bisa juga memaki jalur transportasi lain, yaitu boat. Lebih murah dan tak macet.

Tuk Tuk
Van yang membawa kami ke Penang.
Lingkungan
Sepengamatan kami, walau sungai tak jernih, kami bisa melihat ikan-ikan patin  di dermaga Notanburri. Ikan-ikan itu sengaja dibiarkan dan tak boleh dipancing. Ikan-ikan ini dipelihara oleh para aktivis di kuil-kuil sepanjang sungai Chao Phraya.
Patin sebesar betis orang dewasa di Sungai Chao Phraya
Seperti di Malaysia, burung-burung banyak kita temui. Burung dara, gagak, dan burung gereja.
Ohya, kami menginap di apartemen Pee Kung seperti yang sudah disampaikan. Pintu balkon kami buka sedikit karena udara panas seperti di Indonesia. Alhamdulillah tetap nyaman karena tak ada nyamuk yang menggigit.
Di depan penginapan ketika di Hatyai, saya menemukan sekelompok burung gereja di depan mobil yang diparkir. Ternyata mereka sedang mematuki beras yang sengaja ditebar oleh pemilik toko samping penginapan. Hal seperti ini kami temui beberapa kali. Rupanya sudah menjadi hal yang lumrah warga kota hidup berdampingan dengan kelompok burung-burung kecil ini. Sungguh menghangatkan hati.
Burung-burung kecil yang menghangatkan hati.
Shock culture? 
Entah apa nama yang tepat. Tapi kami banyak menemui perempuan berbaju sangat minim sekali. Beberapa lainnya berdandan seperti lelaki dan menggunakan anting sebelah. Setahu saya ini identitas homosex. Bisa dilihat ada beberapa poster di Central World Mall yang  bernada dukungan terhadap LGBT.
Kampanye LGBT di Mall

Pendidikan
Penghormatan murid terhadap gurunya juga bagus. Guru sangat menyayangi dan perhatian dengan muridnya. Semua pelajar dan mahasiswa mengunakan seragam putih hitam. Identitas pada bross atau jaket almamater.

Buku
Sayang...kami tak beli buku apa pun karena jujur saja perjalanan kali ini sangaaaattt minim budget. Tapi kami coba pelajari buku secara garis besar. Ada 2 hal yang ingin kami share. Soal kebebasan berkreasi dan berbicara (yang agak kekablasan soal hubungan lawan jenis). Ada buku yang dikembangkan dengan sistem mind map yang dapat membantu kemandirian anak. Kami senang melihatnya karena bisa jadi inspirasi. Lalu kami sempatkan poto bagian dalamnya. Selain membantu penguasaan lifeskill dan kemandirian, buku ini ditujukan untuk penguasaan kosakata English.
Mungkin teman-teman pembaca dapat mengembangkan ide buku tersebut dengan materi-materi sekolahalam.
Ada buku lain yang keren. Buku ini hanya berisi gambar peristiwa yang saling menyambung. Gambarnya juga menampilkan ekspresi, sepertinya buku ini memang ditujukan untuk meningkatkan imajinasi dan kreatifitas dalam bercerita.
Buku dengan mind map
Buku tanpa paparan tulisan
Gambarnya ekspresif 
Yang saya maksud dengan kebablasan adalah bebrapa judul buku yang sudah bisa kita prediksi isinya. Terlebih gambar cover yang "begitu deh". Dua orang dewasa berbalut selimut di atas tempat tidur. Judulnya It's OK. It's Love
Pelayanan publik. Selain trotoar yg lebar, di beberapa spot kami temukan alat olahraga. Sepeda statis dll. Taman kota, free shuttle bus,  dan free boat.
Ohya...di sini pkl 9 malam jalan sudah sepi. Toko-toko sudah tutup. Kecuali sevel (7eleven). Rush hour start from 7-8 pagi dan 4-8 malam. Sepertinya serentak seperti itu. Entah ada regulasi khusus atau tidak.

Kecintaan pada Pemimpin
Warga Thailand sangat sayang pada rajanya. Poto raja dan putriya bs ditemui di mana saja. Dari bus, taxi, jalan raya, toko-toko, dan rumah-rumah. Terutama King Rama V. Beliau melakukan penyamaan strata antara yg tak berpunya dengan yang kaya. Hari ini peringatan untuk King Rama tersebut. Jadilah 23 Oktober sebagai hari libur nasional.

Cinta pemimpin.
KBRI
Kami melapor di Kedutaan RI di Ratchadewi. Maklum, ini kali pertama ke Thailand dan memang ada beberapa hal yg ingin kami tanya soal regulasi.
Mereka sangat membantu. Sebelumnya memang sdh kontak dgn atase pendidikan di sana, juga dengan kawan-kawan PPI Bangkok. Satu di antaranya sempat bertemu di Mall MBK.
Lapor Diri di KBRI Bangkok
Kekuatan Komunitas
Beberapa komunitas dalam satu wilayah membuat peta pariwisata dengan informasi dalam bentuk brosur yg dilengkapi dengan sejarah tempat-tempat tersebut, keutamaannya, mata uang thailand, kata-kata praktis untuk pembuka pembicaraan, peta, dan jenis transportasi yang bisa digunakan bahkan sampai call centre armada-armada umum.
Ada tourisme information centre di BTS Saphan Taksin di sana kita bisa dapat banyak flyer dan buku panduan wisata. Ambil sebanyak-banyaknya flyer untuk dipelajari. Di bts itu juga kita bisa menuju pelabuhan free boat ke Asiatique.
Muslim juga terhitung sebagai komunitas yang cukup diperhitungkan. Walau minoritas, kita tetap kuat. Setiap muslim di Thailand harus terdaftar di masjid terdekat. Organisasi muslim di Thailand berusaha mendata dan melindungi hak muslim di negara Gajah Putih ini. Alhamdulillah.
Ketika di Hatyai, utamanya Pasar Apung, kami sangat mudah menemukan makanan halal. Beberapa di antaranya menggunakan bahasa melayu. ya, Hatyai lebih ramah soal makanan ketimbang Bangkok :D
Penjual Makanan di Pasar Apung - Hatyai
Hunting sarapan pkl 08.00 pagi ternyata masih pagi sekali untuk warga Hatyai.
Restoran muslim masih pada tutup.
Klong Hae - Floating Market, Hatyai
Pastikan penjualnya muslim (biasanya menggunakan jilbab) dan mencatumkan logo Halal Thailand.
Tom Yam Gung di Kampung Jawa - Bangkok
Rice Soup - Mirip Bubur, Hatyai
Nantikan cerita selanjutnya ya ^_^

Wednesday, March 11, 2015

Tanaman Liar Berkhasiat Obat

Ternyata... di lokasi Sekolah Alam jingga, kita bisa menemukan banyak sekali tanaman berkhasiat obat. tanaman ini sering kali kita abaikan karena memang tumbuh liar di mana saja. Alangkah benarnya ajaran Islam yang menegaskan bahwa tak ada sesuatu pun di alam semesta ini yang sia-sia. Semua makhluk diciptakan mengemban misinya masing-masing.

Saya jadi teringat petuah Tn H Ismail owner HPA International, bahwa jika kita mendapati sebuah tanaman tumbuh di lokasi tinggal maka itu adalah obat yang Allah sediakan untuk sakit yang kita (atau keluarga dan masyarakat sekitar) derita.

Kurang lebih ada 25 tanaman yang mengulik penasaran dalam diri saya dan begitu mencari di google dengan keyword Tanaman Liar Berkhasiat Obat, saya semakin terkagum-kagum. MashaAllah...semua herba ini tumbuh tanpa bantuan manusia dan begitu suburnya tapi kita tak hirau akan keberadaan mereka.

Belum semua saya tahu apa nama tanaman berikut ini, saya akan meneruskan memberikan nama sedikit demi sedikit.


Meniran



23 Benih Idaman

Pada akhirnya saya membeli benih secara online melalui bibitbunga.com dan berikut inilah penampakannya. 22 benih + 1 benih kangkung sebagai bonus. Ya sebenarnya saya ngga kalap mata beli sebanyak ini. Benih ini saya pesan karena saya butuh lebih banyak lagi semangat untuk meningkatkan kemampuan berkebun. Rasanya luar biasa sekali menyaksikan butiran benih ini sprout dan keluar kecambah, lalu daun demi daun bertumbuhan sehingga akhirnya berbunga atau berbuah.

Selain kepuasan, saya juga menjadi lebih relax setelah seharian bekerja dan pulang mendapati warna hijau dari tanaman yang saya rawat sejak benih itu. Bukan hanya hijau, ada beberapa tanaman yang berkombinasi dengan ungu atau merah di daunnya. Bahkan, hijaunya pun bermacam ragam dari hijau tua hingga hijau kebiruan. Keren, kan? Maha Besar Allah dengan segala ciptaan-Nya.

Tantangan dan rasa penasaran  membuat saya segera ingin menyemai benih-benih ini. Ahhh...bismillah. Nanti malam saya akan coba semai :D

23 Jenis Benih Siap Disemai


  • bolivian rainbow
  • gaillardia goblin
  • foxglove apricot beauty
  • immortelle mix
  • cornflower tall mixed
  • dahlia bronze leaf mixed
  • nothern highbush blueberry
  • markisa merah
  • goji berry
  • daun mint
  • kucai (chives)
  • purple ruffles basil
  • summer savory
  • rosemary
  • mentimun jepang
  • brussels sprout (2)
  • oregano
  • terong black fatty
  • jagung manis kuning
  • labu botol (3)
  • tiger monkey
Ada tanaman bunga, tanaman sayur, tanaman herba, tanaman buah. Saya akan posting secara berkala tahapan berkebun ini dari mulai semai hingga panen. Jadi ngga sabar beli media tanam di ACE dan bikin papan namanya. Doakan proses germinasinya optimal ya ^_^

Tuesday, March 10, 2015

TK Little Orange - Preparation

Little Orange adalah TK yang menjadi mimpi kami sejak dua tahun yang lalu. Akhirnya mimpi itu mulai terwujud setahap demi setahap. Tahap pertama adalah penghijauan lahan sementara konsep terus dilengkapi dan rekrut guru dilakukan.










Saturday, March 7, 2015

Baiklah, Benih memang Lebih dari Cukup

Hari ini rencananya suamiku pulang setelah ikut safari pasar Halal bersama leadernya di HPAI, Pak Ari Maryadi. Oh ya, Pak Ari ini juga leader kami di Sekolah Alam Jingga tepatnya sebagai direktur Pendidikan. InshaAllah mereka berangkat sore dari Lampung, kemungkinan malam sampai di Bekasi. Semoga perjalanan lancar di darat dan di laut hingga sampai lagi di rumah.
Saya mungkin termasuk orang yang tidak banyak permintaan. Tapi, kalau dipanas-panasin dengan pict ini dan itu...hati bisa membara dan air liur terbit seketika. Coba deh lihat pict yang dikirim Pak Ari di bawah ini:

Warnanya yang oren membuat duren ini terlihat manis dan legit.
Wahhh saya sampai protes. Saya minta dibawakan duren seperti itu. Warnanya yang oren kelihatan manis dan legit.Ya Allah... kepengen banget nihhh. Suami pun konfirmasi kalau duren itu entah didapat dari mana. Mereka belum sempat makan duren.Ya suamiku juga ngga mungkin makan duren karena beliau tidak suka buah. Hadeuhhh...

Okelah duren tidak dibeli, tapi pict di bawah ini... OMG... Pak Arie dan Pak Amien, hentikaaannnn! Hiks. Padahal saya biasanya ikut ngisi training juga kalau banyak ibu-ibunya.Padahal...ahhhh mulai deh.

Lihat itu senyumnya Pak Ari dan gayanya Pak Amien. Sungguh teganya-teganya...

Ini serieusss mau bawa kemplang sebanyak ini. Kanda? 
Lihat itu udang sungainya,besar sekali. Saya garuk-garuk monitor jadinya. Tega sekali.
Pak Ari kirim text lagi: Mau udang atau kemplang? Ah...ya sudahlah ya... saya hanya bisa menjerit dalam hati menyaksikan makanan itu menari-nari di layar whatspp.

Hmmm... Tapi, baru saja saya selesai chat sama suami dan hasil chat itu lumayan bikin senang hati. Hihihi...beliau tidak kirim kata-kata cinta tapi menanyakan mau dibawakan benih apa saja? Asiiiikkk... benihnya murce makkk...Mawar 10rb 3, aster 7rb, anggrek 35rb, kelengkeng 50rb sudah berbuah, rambutan 15rb, duren 25rb. Harga ini begitu murah dibandingkan di Bekasi dan sekitarnya. Saya bisa gelap mata kalau ke sana sepertinya. Hihihi... Bisa-bisa semua penumpang saya minta pangku tanaman sampai Bekasi saking penuhnya :p
Mawar sepuluh ribu dapat 3 pohon? Murah Cyinnn...
Pohon perdu yang masih imut ini harganya 3 ribuan.
Kelengkeng yang sudah berbuah harganya cuma 50 ribu.
Hahaha...saya sampai bingung mau request apa saja. Kursi belakang Si Arena sudah dilipat, tapi beberapa tanaman masih belum bisa terangkut. Ya akhirnya saya sampaikan silakan bawa dan beli yang mana saja. Selain utuk Jingga, tanaman itu nantinya juga untuk Sarang Lebah, TK Alam Little Orange, dan tentu saja untuk di rumah.

Penuh dengan tanaman ^_^
Mudah-mudahan semua tanaman ini tetap segar hingga sampai Bekasi. Aamiin.
Imajinasi saya sudah bermain ke mana-mana. Bayangan saya TK Alam Little Orange akan benar-benar seperti taman bermain. Ada tamannya dan kupu-kupu terbang di sekitarnya. Mainan terbuat dari kayu, baik indoor maupun outdoor. TK Alam ini akan menjadi sekolah yang homey dan memfasilitasi anak untuk berkembang sesuai fitrahnya sebagai anak-anak.
Terima kasih ya Kanda, benih sudah lebih dari cukup. Cepat pulang, kami rindu :*
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...