Tuesday, June 3, 2014

Dunia yang Lebih Baik

Menjadikan bumi sebagai tempat yang lebih baik. Kalimat ini merupakan kumpulan kata-kata yang menggerakan jiwa-jiwa manusia menuju satu titik "Pembebasan". Berdiri di sebuah lahan yang memanusiakan manusia, mengaktifkan misi untuk menghancurkan penjajahan, dan mengkampanyekan ide untuk menihilkan strata-strata penindasan.

Berbagai solusi dihadirkan dalam bentuk doktrin baru dan proposal-proposal masa depan. Semua sama, bergerak pada satu tujuan, Menjadikan Bumi sebagai Tempat yang lebih baik. Namun, perang tetap terjadi, korban masih berjatuhan, seirama misi perdamaian. Satu penyebabnya. Misi-misi yang sama ini tidak berangkat dari titik yang sama dan tidak bergerak di rel yang sama.

Membuktikan statemen saya ini mudah saja karena saya menyimpulkannya dari kesepakatan tak tertulis dan pembenaran akan adanya "Kimat dan Peperangan". Cerita yang dibuat dalam buku dan film semuanya membenarkan akan adanya hari akhir tersebut. Kisahnya berkisar dari ide untuk menjadikan kualitas kehidupan lebih baik sebelum sangkakala ditiup oleh malakait.

Saya jadi teringat hadits yang disampaikan Rasulullah dengan simbol tiga garis lurus; Berikut ini hadits selengkapnya:
"Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Salam membuat garis dengan tangannya lalu bersabda, 'Ini jalan Allah yang lurus.' Lalu beliau membuat garis-garis di kanan kirinya, kemudian bersabda, 'Ini adalah jalan-jalan yang sesat tak satu pun dari jalan-jalan ini kecuali di dalamnya ter-dapat setan yang menyeru kepadanya. Selanjutnya beliau mem-baca firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala , 'Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus maka ikutilah dia janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena jalan-jalan itu menceraiberaikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan oleh Allah kepadamu agar kamu bertakwa." (Al-An'am: 153) (Hadits shahih riwayat Ahmad dan Nasa'i)

Saya tak akan berpanjang kalam di sini karena satu hal yang menggeliat di hati adalah pertanyaan besar, "Apa yang bisa kulakukan untuk masa depan yang lebih baik itu? Apakah saya sudah di garis yang benar?" Hm...Berat banget ya tulisannya? Hehehehe... Ini memang pemikiran yang rumit. Memang sih kata orang pikiran saya ini njelimet. Alhamdulillah 'ala kullihal.
Menjadikan Masa Depan yang Lebih Baik
Satu hal yang saya syukuri. Saat ini saya sedang melangkah berama teman-teman dari Sekolah Alam. Saya mengatakan pada Allah, ini adalah langkah kecil saya untuk berangkat dari titk yang sama dengan para pejuang di dekade-dekade lampau yang memurnikan kalimat tauhid. Saya dan kawan-kawan di sini berusaha berjuang dari tujuan penciptaan manusia yaitu Khalifah fil Ardh. Dan dari titik itulah kurikulum dikembangkan di Sekolah Jingga ini. Dari titik itulah saya berusaha menjadi kerikil kecil dalam sebuah misi yang lebih besar dari Menciptakan Masa Depan yang Lebih Baik.

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi". Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata): "Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal kami sentiasa bertasbih dengan memujiMu dan mensucikanMu?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak mengetahuinya" (Q.S. Al Baqarah : 30)

Semoga Allah mudahkan. Aamiin.

Tuesday, May 27, 2014

Kersen Sahabat Kami di Jingga

Posting dulu potonya ya, insyaallah kita lanjut menulisnya kalau sudah sempat :p *maksa nulis. Info lengkap tentang apa sih Kersen itu, silakan baca di link ini ya.

Buah Kersen dari dekat
Yang ini sudah manis
Panen sepanjang tahun
Pohonnya rindang dan cepat besar.
Yang jelas, kersen itu mengobati Hipertensi, Diabetes, Asam Urat, Kolesterol. Saya boleh ambil dari web juga :p Ohya, tempo hari menikmati kersen sampai lebih dari semakuk besar. Saat itu sariawan di bawah lidah dan di sudut-sudut bibir. MasyaAllah, setelah makan sariawan saya sembuh. Ternyata setelah saya baca di sini kandungan Vitamin Cnya yang tinggi melebihi Mangga yang bantu saya mengobati sakit. Hebat ya Allah :D Subhanallah. Buah kecil yang mudah tumbuh di mana saja dan tidak butuh perawatan khusus ini memiliki kandungan yang sangat kaya.

Simak deh info berikut ini yang juga saya kutip dari link di atas:
Nah, soal khasiat kersen atau talok, ahli tanaman obat Drs Suhardjono Apt MSi menuturkan berdasar hasil penelitian diketahui kandungan gizi buah kersen tak kalah dari buah lain. Dalam perbandingan, misalnya, kandungan vitamin C buah mangga 30 mg, sedangkan buah kersen 80,5 mg. Kandungan kalsium buah kersen 124,6 miligram, jauh lebih banyak dari buah mangga yang hanya 15 miligram.

Buah kersen mengandung zat-zat yang sangat penting bagi tubuh manusia. Kandungan buah kersen antara lain setiap 100 gram kersen mengandung air (77,8 gram), protein (0,384 gram), lemak (1,56 gram), karbohidrat (17,9 gram), serat (4,6 gram), abu (1,14 gram), kalsium (124,6 miligram), fosfor (84 miligram), besi (1,18 miligram), karoten (0,019 gram), tianin (0,065 gram), ribofalin (0,037gram), niacin (0,554 gram), dan vitamin C (80,5 miligram). Adapun nilai energi yang dihasilkan 380 KJ/100 gram.

Bagaimana dengan daunnya? Wow...luar biasa. Lihat ini:
Daun kersen juga mempunyai manfaat untuk kesehatan, antara lain sebagai antitumor, karena mengandung senyawa tanin, flavonoids, dan saponin. Rebusan daun kersen menjadi antiseptik dan antiflamasi atau antiradang.

Penggunaan daun kersen untuk menurunkan kadar gula penderita diabetes sudah dilakukan sejak lama. Beberapa ilmuwan yang meneliti daun kersen mengetahui, daun kersen mengandung senyawa kimia golongan saponin dan flavonoid. "Senyawa golongan flavonoid dapat bekerja sebagai antioksidan, sehingga bisa menyekresi hormon insulin yang diperlukan untuk metabolisme gula," ujar pria kelahiran Ambarawa itu.

Daun kersen juga berkhasiat melindungi fungsi otot jantung. Sebuah penelitian membuktikan kerja aktif kandungan daun kersen dalam melindungi fungsi otot jantung. Minum rebusan daun kersen baik untuk melindungi fungsi jantung dan kemungkinan kerusakan akibat racun yang masuk ke dalam tubuh. "Meski beberapa penelitian sudah menyebut demikian, hingga saat ini belum ada penelitian yang menyebutkan dosis dan aturan pakai daun kersen untuk melindungi selaput membran otot jantung. Namun tak ada salahnya kita melindungi otot jantung dengan minum secara teratur ramuan dan daun kersen sebelum sakit,'' katanya.

Hm... yang belum pernah lihat buah kersen, main ya ke sekolah alam jingga. Panennya speanjang tahun. Semoga bisa merasakan manfaat buah dan daun kersen. cmiw...

Thursday, May 8, 2014

Ngeblog Lagi - Yippieeeee

Bagian dari keisenganku :p
Hehe...sedikit terlihat canggung tapi sebenarnya hatiku berbunga-bunga. Ahay...semangat menulisku muncul lagi. Yang jelas semangat negblognya. Jika dihitung, blog yang aku buat sudah berjumlah kurang lebih... waduh... 10 (se-pu-luh). wakwawwwwww... Hahaha... yang aktf? Dua. Kenapa banyak-banyak bikin blog? Karena dulu senang utak-atik dan pasang widget lucu. Nulisnya mah sedikit. Juga kalau dipaksa sama kebutuhan, ya jadilah novelet dan buku kumpulan doa. Kemarin itu orderan nulis bikin buku tentang organisasi olahraga terbesar di Indonesia yang sampai sekarang bermasalah dengn pembayarannya. Et... jadi curcol ya.

Sebenarnya ngeblog itu seru. Bisa berkomunitas juga. Well, aku berharap banget bisa "istiqomah" ngeblog lagi. Merekam hal-hal yang bisa kujadikan pelajaran. Saking sudah lama ngga ngeblog, begitu nulis di blog "taste" nya artikel koran banget :p *jadi geli sendiri.

BTW, thanks to Neng Euis yang imut sudah berbagi pengalaman. Aku jadi terinfeksi dirimuh nih. Asik-asik... Apalagi hari ini di add Mak Sary Melati, setelah beliau mengirim inbox di facebook, tapi apa daya aku ngga bisa reply... maklum ini si facebook ngambek. Aku ngga boleh ngeadd, ngirim pesan ke stranger user. WHat??? Emangnye kite keganjenan ye buk (panggilan sayang buat facebook), kalo pun aye nge add orang yang ngga ada relative-nya sama aye, bukan berarti aye cari-cari perhatian...etdahhhh. Maklum ye, relasi itu susah dicari kalau cuman duduk doangan. !@#$%^&*()_++ (edisi ngomel).

Begitu dulu. Pokoknya I will add my blogging time to my daily schedule :p *Wish me luck!

Monday, March 31, 2014

Becoming Is Better than Being

Saya membaca sebuah note di grup Milenial Learning Center. Tulisan ini dibuat oleh Pak Harry Santosa. Cukup menggugah kesadaran. Semoga idealita kita tentang bagaimana persekolahan itu diselenggarakan tetap bisa dijalankan dengan baik di Sekolah Alam Jingga. Di sini saya memberikan warna gelap untuk beberapa penekanan hal yang saya naggap penting. Selamat menikmati ^_^
Becoming is better than being” ― Carol S. Dweck, Mindset: The New Psychology of Success
“…when people already know they’re deficient, they have nothing to lose by trying.” ― Carol S. Dweck, Mindset
“I don’t mind losing as long as I see improvement or I feel I’ve done as well as I possibly could.” ― Carol S. Dweck, Mindset
Kita bahas sedikit hasil studi tentang anak-anak pandai yang berpotensi gagal, dan sebaliknya dari Prof Carol S Dweck (Stanford). Carol mengumpulkan dua kelompok anak-anak. Kelompok pertama adalah anak2 berprestasi tinggi dan sadar dikenal sebagai anak pandai di sekolah. Kelompok ke kedua, terdiri dari anak-anak yang prestasi akademisnya biasa-biasa saja dan ketika ditanya mnjawab, “I am survive”. yang jelas mereka bukan “anak pintar”.
Kedua kelompok di interview dan diberi soal-soal yang terdiri dari soal yang mudah (sudah pernah diajarkan dan gampang) dan soal-soal sulit. Selama experimen, dalam pelaksanaannya ternyata anak-anak kelompok pertama banyak protes ketika mengerjakan soal-soal sulit yang belum diajarkan dan mereka menolak mengerjakannya. Lembar jawaban tidak di isi dan mereka mengatakan ” ini belum diajarkan”
Mungkin karena mereka pandai maka mereka tahu apa yang mereka ketahui dan yang tidak diketahui. Sebaliknya, anak-anak yang mengaku “survived” justru mengerjakan semua soal. Mereka kurang peduli apakah itu sudah diajarkan atau belum mereka tidak protes, tidak peduli dengan image mereka sekalipun nilainya akan jeblok atau di nilai kurang pandai. Setelah menjalankan tes, semua anak diajak bicara dan di minta menuliskan surat pada seseorang tentang pengalaman mereka selama ikut eksperimen itu.
I am Survive!
Carol tersentak, ternyata anak-anak dari kelompok pandai melebih-lebihkan diri mereka, bercerita lebih hebat dari yang bisa atau mau mereka kerjakan sedangkan kelompok kedua bercerita apa adanya. Kelompok pertama, dalam suratnya mengaku di beri soal mudah dan sulit, dan keduanya mereka kerjakan dengan hebat.
Setelah melalui analisis mendalam dan wawancara terstruktur, Dweck menemukan dua tipe manusia yang menentukan sikapnya terhadap sukses atau gagal.
Dia mengatakan begini: “After seven experiments with hundreds of children, we had some of the clearest findings I’ve ever seen: Praising children’s intelligence harms their motivation & harms their performance. How can be? Don’t children love to be praised?
"Benar, anak-anak senang dipuji. Khususnya terhadap bakat dan kecerdasannya. Pujian mendorong gerakan, keindahan—but only for the moment." "The minute they hit a snag, their confidence goes out the window and their motivation hits rock bottom If success means they’re smart, then failure means they’re dumb. That’s the fixed mindset.” ― Carol S. Dweck
Jadi mau pandai atau kurang pandai, muaranya akan pada kegagalan kalau setinggan pikirannya adalah FIXED MINDSET. Ini masalahnya, banyak pendidik mengukur kecerdasan dari kemampuan belajar di atas kertas, bukan kemampuan anak mengelola hidup. Dan kalau seorang anak sudah percaya bahwa ia sudah pandai, juara, dst..maka ia bisa merasa sudah selesai, sudah hebat, sudah cukup…
FIXED MINDSET memiliki kecenderungan seperti:
1) Merasa paling pandai sehingga tak berani mencoba hal-hal baru setiap kali mencoba hal baru dan dinilai kurang bagus, kurang pandai, maka ia akan sangat mudah kecewa dan mengungkapkan kekecewaannya
2), Mereka umumnya juga tak bisa menerima kenyataan orang lain dinilai lebih baik dari dirinya
3) Sulit menerima tantangan baru, mencoba hal baru yang sama sekali tak dikenal dan tak disukainya, dan menolak menghadapi kesulitan
4) Mereka tak mudah menerima kritik, otaknya mudah hang dan keriting thd kritik atau negative feedback. Padahal orang maju butuh itu.
Terhadap orang lain yg lebih dinilai sukses, lebih dinilai bagus dalam fase berikutnya, maka ia menyambut dengan sinisme. Itulah yang membuat orang pandai terkotak dalam batasan yang ia buat sendiri, sementara yang merasa “survive” bisa tumbuh dan berubah. Orang yg “survive” seringkali merasa kurang pandai, maka ia mencoba terus, segala kemampuannya. Dari sesuatu yang ia kalah cepat memulainya. Maka bukan awal yang menentukan sesuatu, tetap bagaimana kita menaklukkan rintangan dalam perjalanan itu, menumbuhkan sesuatu yang kurang beruntung awalnya. Itulah yg disebut Carol Dweck sebagai GROWTH MINDSET.
Maka dia katakan, “Becoming is better than being” ― Carol S. Dweck, Mindset: The New Psychology of Success artinya, “berupaya menjadi” (becoming) jauh lebih baik daripada ” memiliki sesuatu” (being). Ia melanjutkan, “I believe ability can get you to the top,” says coach John Wooden, “but it takes character to keep you there. It’s so easy to … begin thinking you can just ‘turn it on’ automatically, without proper preparation It takes real character to keep working as hard or even harder once u’re there. When u read about an athlete wins over and over when you read about an athlete that wins over and over, remind yourself, ‘More than ability, they’ve character.’ ” ― Carol S. Dweck.
Karakter itu fondasinya dibentuk dari kecil, dipertajam saat dewasa, dan dikoreksi lewat gerinda yang keras untuk membongkar keangkuhan. Maka orangtua, jangan bangga dengan prestasi akademik sekolah anak2 yang dipaksakan melalui les dan les dan les. Anak-anak butuh pembentukan mindset, yang kita kenal sebagai self regulation. Mereka harus di latih meregulasi diri agar terbuka terhadap perubahan. Mereka butuh kemampuan beradaptasi, respek terhadap perbedaan dan keunggulan orang lain, mau mencoba hal baru bukan cepat baca kalimat, mengenal huruf, hapal rumus, tahu ini tahu itu lebih dulu dari yg lain. Semua itu gampang disusul orang lain. Mereka juga perlu dilatih kreativitas, berani mencoba hal baru, siap koreksi diri, berdamai jiwa, tidak melakukan hal yg tak terpuji. Semua itu disebut sebagai executive functioning, dan dalam buku Ellen Gallinsky disebut “Essential Life Skills”.
Pujian itu penting, tetapi hidup dalam pujian juga bisa rawan. Lantas apa salahnya failed? “I don’t mind losing as long as I see improvement or I feel I’ve done as well as I possibly could” C.Dweck
Lebih jauh lagi, “If parents want to give children a gift, the best thing they can do is to teach their children to love challenges be intrigued by mistakes, enjoy effort, and keep on learning. That way, their children don’t have to be slaves of praise dengan mendidik seperti itu, “They will have a lifelong way to build and repair their own confidence.” ― Carol S. Dweck. Itulah yang disebut Paul Stoltz sebagai The Climbers. Ayo hidup sesuatu yang sulit, jangan takut gagal. Orang Korea bahasa Inggrisnya lebih buruk dari anak-anak Indonesia tapi lebih banyak yang masuk doktoral program di USA. Dan orang Korea juga banyak gagal, setiap tahun selalu ada yang drop out dari doctoral program. Tetapi kini mereka bisa menyaingi Apple.
Begitu juga bangsa China, Taiwan, India, Israel dll. Mereka lebih sering gagal di sekolah daripada anak-anak kita. Tetapi mengapa dalam hidup selanjutnya, setelah sekolah, anak-anak kita yang sekolahnya hebat, ya biasa2 aja prestasi hidupnya…why? Saya pun becermin dalam hidup saya, saya orang yang dulu belajarnya susah, jauh lebih susah daripada anda semua tetapi saya pantang menyerah, pantang membenci, pantang mendendam, saya selalu mencari jalan.
Dengan mengakui bahwa kita terperangkap dalam FIXED MINDSET telah menjadi titik awal sebuah perubahan, lanjutkan terus, buka apa yg harus dilakukan jika anak-anak kita memang hebat, cerdas dan cepat menyelesaikan math (misalnya) dengan benar dan logic?
Ini jawaban DweckI say, “Whoops. I guess that was too easy. I apologize for wasting your time. Let’s do something you can really learn from!” Carol S. Dweck. Sesuatu yg sangat sering saya rasakan dan lihat belakangan ini: banyak orang blaming others terhadap kegagalan atau kekalahan yang dialaminya. Blaming others (menyalahkan orang lain) misalnya mengatakan juri tidak adil, dicurangi, dipersulit, pilih kasih, sudah ada “pemenangnya”, dst. Padahal kemenangan itu butuh cara, butuh sikap sebagai pemenang, dan salah satunya: never ever blame others…

https://www.facebook.com/groups/millennial/permalink/623602951054637/

Sunday, March 9, 2014

Kode CSS dan Mempercantik Blog

Senang lihat tulisan berjalan di blog? Belajar yuk... ini linknya http://theseoart.blogspot.com/2013/02/cara-membuat-tulisan-marquee-bergerak.html

Hal yang menarik lainnya adalah memasang related post. Apalagi tuh? Hehehe... maksudnya, ada link yang memudahkan para visitor mengetahui artikel yang labelnya sama. Klik link http://www.linkwithin.com/learn?ref=widget

Memasang aquarium atau hewan peliharaan di blog? Klik  http://abowman.com/google-modules/
tutorialnya: http://terjemahcinta.blogspot.com/2010/11/yuk-piara-ikan-dan-hamster.html

Ada ikon welcome? Klik http://widgetindex.blogspot.com/2010/03/copy-widget-code-and-paste-it-on-your_4182.html

Mau pasang link facebook (badge)? Klik https://www.blogger.com/add-widget
Boleh buka www.terjemahcinta.blogspot.com

Tips untuk menambah gadget, ikuti langkah berikut:

Template lucu, salahsatunya bisa ambil di sini: tempalte > layout > add a gadget (lihat bar sebelah kanan atas) > HTML/JavaScript (copy paste kodenya dari salah satu css di: http://shabbyblogs.com/design/blogger-backgrounds/

link list --> tambah link
cara ini bisa digunakan untuk menambah gadget lain

Apa itu favicon? favicon itu gambar yang muncul di nama blog di tab yang kita buka. Mau bikin? Caranya gampang kok. coba deh klik tutorialnya: http://vipergoy.blogspot.com/2013/11/cara-membuat-favicon-blog.html

Nambah tab? Gampang kok. dari dashboard  > pages (ke bar sebelah kiri) > New Page > Isi blanknya > save > publish

Selamat berkreasi ;)

Friday, February 28, 2014

Kualitas Guru


Alhamdulillah Sekolah Alam Jingga selalu memerhatikan peningkatan kualitas guru sebagai bentuk dari jaminan mutu kepada orang tua dan siswa juga komunitas. Saat ini pelatihan guru sudah memasuki gelombang kedua. Senang rasanya bergabung dengan orang muda yang semangat menuntut ilmu.

Tuesday, December 24, 2013

Membangun Peradaban melalui Sekolah Alam

Membangun sekolah peradaban adalah sebuah misi yang diemban lembaga pendidikan berlabel Sekolah Alam. Penggasannya memakan waktu tak sedikit, menyita perhatian yang tak sekejap, dan beberapa daya dukung material maupun imaterial yang tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Selintas beberapa orang yang mengunjungi Sekolah Alam akan bertanya-tanya bagaimana bisa tercapai target akademik dengan metode pembelajaran yang semacam ini? Anak bermain lebih banyak daripada belajar dan kelas penuh dengan hiasan semacam taman kanak-kanak saja. Biaya yang besar karena tak diterimanya kucuran dana dari pemerintah. Target kerja yang melampaui kehidupan duniawi (target yang dicanangkan harus dikembalikan pada misi penciptaan manusia).

Banyak  teori yang digunakan untuk menyokong bertumbuhnya Sekolah Alam. Perjuangan untuk eksistensinya pun sangat sukar dilakukan karena terkesan bertolak belakang dengan sistem pendidikan yang telah lama berjalan dan dilegalisasi. Intinya, anak belajar di alam dan menggunakan alam sebagai sarana pembelajaran. Mengenal ilmu dari alam, membaca tanda kuasa Ilahi melalui alam.

Saya tertegun membaca sebuah posting dari Ustad Adriano Rusfi di Grup  Millenial Learning Center
Pendidikan yang mampu mempersiapkan siswanya untuk memasuki realita bukanlah pendidikan paling mirip dengan realita itu sendiri, tapi pendidikan yang menghasilkan siswa yang percaya diri, berdaya adaptasi tinggi, dan cepat mempelajari hal baru. Karena realitas itu sendiri banyak, beragam, dan berubah.

Dan hanya satu guru dan medium yang mampu melakukan dan mewujudkannya : Alam ! Untuk itu, sekolah alam dan sekolah komunitas harus memposisikan dirinya sebagai ranah perjuangan, bukan sekolah yang melulu menawarkan pembelajaran yang enjoy, happy, fun dan playful

Sungguh, seharusnya ini memang bukan sekolah bersenang-senang, karena ia lebih mirip sebuah kawah Candradimuka.

(Oleh-oleh dari sebuah sekolah alam)

Kalimat yang padat berisi ini menegakan kepala para penyelenggara Sekolah Alam. Ada misi yang lebih besar dari sekadar menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, membahagiakan, beragam, dan fokus pada perkembangan kepribadian juga keunikan anak. Kata kunci untuk pengembangan Sekolah Alam adalah: Kawah Candradimuka. Sebuah istilah yang Dahsyat Luar Biasa. Sesungguhnya sebelum pembelajaran itu “terlihat” menyenangkan maka para gurunya harus memahami dan menginternalisasi nilai di balik kegiatan belajar yang playful. Tugas yang menyenangkan bagi mereka yang memahami dengan hati makna seorang pendidik.

Ya, dirinya (sang pendidik/sang guru/sang fasilitator) harus menempa diri sebaik mungkin untuk menjadi sosok yang layak untuk di-gugu dan di-tiru. Ada transfer nilai yang harus sudah mapan menetap dalam diri sebelum menyulap kegiatan belajar ini menyenangkan. Harus mengimbasi murid dengan pembelajaran yang sarat nilai ke-Tuhan-an (Rabbaniyah). Harus menumbuhkan bibit kesyukuran yang kelak akan menetap pada diri anak didik. Harus mampu menumbuhkan karakter”khalifah” dalam diri mereka (menguasai ilmu dan alat juga memahami makna; unggul dan terpercaya)  Ya, itu semua sebuah keharusan.

Mendapatkan semua karakter itu membutuhkan waktu dan proses yang tak sebentar. Semua pihak harus rela memproses dirinya dalam rangka pemenuhan target kriteria tersebut. Suka atau tidak suka proses itu harus dipercepat dan semua pihak harus saling mendukung. Iklim kerja harus kondusif, profesional, tawazun, dan saling mencintai karena Allah. Inilah langkah untuk menciptakan sebuah komunitas yang tak henti belajar untuk mentransfer nilai pada komunitas yang lebih besar (masyarakat sekitar) dan pada anak didik titipan Allah. Kelak, akan tiba saatnya peradaban itu akan terbentuk dan jejak Sekolah Alam akan ditemukan di dalamnya.

Walau kaki sudah letih berlari
Ada kalanya hanya mampu berjalan
Atau menggeser tempat seinchi demi seinchi
Kita tak boleh lagi berhenti
Bergerak...
Bergeraklah. Allah bersama kita.
>> Jinggaku, merekahlah sepanjang musim.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...