Showing posts with label film. Show all posts
Showing posts with label film. Show all posts

Saturday, July 4, 2015

Para Pencari Tuhan #Part 2 (Bedah Interstellar)

Dari semua genre film, sci-fi masuk dalam daftar terfavorit saya. Selalu setelah menonton film-film itu, saya ngebatin, "Andai tim produksi dan script writernya baca quran dan membacanya dengan pemahaman yang benar...pasti ending ceritanya bakal beda. Pasti ujung-ujungnya akan memberitahu bahwa adalah satu kekuatan yang maha dahsyat sebagai awal dan akhir. Pasti nuansa tauhid lebih kental muncul dalam film-film itu, Nuansa tauhid? Emang ada, gitu?

Gini, maksud saya... Tauhid itu fitrahnya manusia. Jauh dalam lubuk hati terdalam pasti tiap manusia membenarkan adanya Rabb (tentu dengan bahasa mereka sendiri ya) yang menciptakan dirinya juga alam semesta. Buktinya, lihat deh film2 sci-fi itu. Sarat banget dengan pesan bahwa dunia ini fana, akan ada kiamat, ada satu kekuatan yang bisa menyelamatkan mereka (walau jawaban akan siapakah sang pencipta-nya ngga pernah jelas. ngegantung semua) asalkan semua sistem dikembalikan seperti semula.

Ambil contoh film Interstellar. Di film keren itu kalian akan menemukan kenyataan fiktif bahwa ada ruang di luar galaksi sana yang menyebabkan lompatan quantum. Tentu dengan penjelasan science yang saya sendiri cuma bisa membahasakannya bahwa perbedaan waktu itu bisa terjadi ketika kita menjelajahi dimensi lain. Adakah kitab suci yang menjelaskan tentang penjelajah waktu atau lompatan waktu seperti ini? Sebenarnya saya tak punya kapasitas untuk membuktikan secara science atau dari segi kepemahaman ilmu agama khususnya menerjemahkan ayat. Tapi coba deh kita buka Surat As Sajdah. Baca perlahan dari satu ayat ke ayat yang lain. Buka di sini yaVoila! What you get?!

Jelas Allah sampaikan bahwa ada perbedaan masa yang di dunia itu 1000 tahun tapi dari langit, hanya satu hari saja. So, petunjuk Allah itu sudah komplit, urusan tentang langit dan bumi sudah selesai tapi ya disesuaikan dengan kemampuan manusia mencerna dan menerimanya dalam tatanan hidup. Butuh 1000 tahun sampai semua sempurna menjadi tata aturan kehidupan, Sumber hukum yang lengkap, SOP-nya manusia biar ngga tersesat. (cekidot Qs. As Sajdah: 5) Ah.. bagian ini mengkoneksasi saya pada scene di Interstellar tentang perbedaan waktu di sebuah planet ketika mereka masuk ke dalam tatanan dimensi asing tersebut

Ketika sampai pada scene bahwa harus ada koloni penerus generasi penerus, pikiran kita pun pasti akan sampai pada kisah bagaimana Nabi Adam diciptakan, bagaimana manusia setelah hawa hadir. Siapa yang diciptakan dari tanah dan siapa yang dari air yang hina (mani). Setelah manusia berkumpul pasti ada yang kelewatan berinovasi hingga tersesat, nah... hukum Allah diturunkan untuk manusia zaman tersebut bersama utusannya yang tentu saja manusia juga dong. Biar jelas, bahwa aturan tersebut aplicable. Mereka ditarik lagi biar kembali on the track walau tetap aja yang nurut hanya sedikit. (yuk buka lagi Qs. As Sajdah : 7-9)

Ya...seandainya orang yang sudah menghadap Allah bisa request sama Allah biar bisa balik lagi ke dunia sih pastinya akan mereka lakukan. kenapa minta balik? Karena ketika menghadap Allah, baru mereka benar-benar melihat dan mendengar bahwa jalan yang dipilih itu salah. hehe... untuk bagian ini saya ingat betul bagaimana  Matthew McConaughey terjebak dalam ruang waktu 5 dimensi. Ia berusaha mengirim pesan tentang apa yang ia lihat dan rasakan sekarang. Ia berusaha memberi peringatan dengan kode-kode. Ya, begitulah kemungkinan yang terjadi jika ada peluang bagi yang telah berada dalam "dunia lain" untuk mmeberi peringatan. (Yang ini saya temukan juga di Qs. As Sajdah : 12)

Kita harus baca semua hal yang bersentuhan dengan hidup kita. Baca semua tanda yang Allah inginkan kita untuk memelajarinya. Alami dan rasakan bagaimana ayat demi ayat bergulir dalam keseharian bukan hanya untuk menjadi artefak, tapi menjadi rambu menuju "Jalan Pulang" yang intinya itu happy ending ever after,  yang lebih keren dari bunker penyelamat maupun sartelit baru dalam film sci-fi mana pun karena ngga ada orang yang minta hidup dalam penjara api neraka. They will never find any way out. naudzubillahi min dzalik (Qs. As Sajdah : 19-20)

Semoga ada film sci-fi yang akan menuntun manusia kepada nilai Tauhid yang nantinya akan memperkuat barisan ummat. Atau, kita aja yang bikin? Bikin film? Yuk... Aamiin-kan dulu ya ;)

Monday, March 2, 2015

That's All About A Promise

Baru saja pulang nonton Ode to My Father. It was a very good and recomended movie for us (serius, mata saya agak bengkak karena adegannya begitu menyentuh. hehehe...lebaydotkom) Ya memang harus disensor beberapa scene karena film ini backgroundnya adalah Perang Dunia II dan ada beberapa adegan ekspresi cinta sejoli yang tentu di luar batas bagi kita yang muslim.



Overall it's nice to know that deep inside a man heart... it's still a secret room to keep a promise. Tokoh utama yang saya lupa namanya itu (:p) diam-diam begitu melankolik dan bertindak seolah di luar nalar "kedewasaan". Ia masih menyimpan janjinya di masa kecil ketika perpisahan terjadi dengan sang ayah yang berusaha menyelamatkan adiknya. Ia yang kala itu diminta memikul peran sebagai kepala keluarga berusaha sekuat mungkin menjalankan amanah. Tentu dengan sisi kekanakan yang tak bisa dihapus sekali pun melalui kejamnya masa peperangan.

Versi Bahasa Inggris
yang katanya punya makna lebih dalam
dari pada terjemahannya.
Tentu saja tidak dengan tiba-tiba juga saya jadi mengaitkan dengan buku Stones into School  yang ditulis oleh seorang bule. Novel yang juga dari kisah nyata itu berangkat dari janji seorang pendaki gunung pada sebuah komunitas miskin yang ia temui dalam perjalanannya mendaki. Ia, Greg berjanji akan datang dan mendirikan sekolah. Ya, lokasi yang sama-sama bukan hanya miskin tapi juga terancam kepunahan akibat penyakit dan perang saudara. Ya disebut saudara juga sepertinya pihak bertikai tak pantas disebut saudara karena mereka berasal dari satu rumpun dan bicara dari satu bahasa ibu. Entah apalah namanya, daerah konflik pasti menyisakan pilu yang terwariskan, perih, dan mendalam.

Kalaulah kehidupan ini bagi sebagian orang adalah watunya untuk bersenang-senang...ternyata jauh di bagian dunia yang lain ada bagian dari hidup yang tidak bisa dibungkam. Apalah lagi namanya jika bukan suara orang-orang yang berkorban atau pun terkorban. Tapi, satu hal yang pasti...perjuangan itu tidak lain dan tak juga bukan adalah satu jalan yang tak bisa dihindari untuk mencapai kemenangan. Kata lain dari kemenangan adalah kebahagiaan. Orang yang berkorban atau terkorban ini suatu saat akan berbisik pada para keturunannya yang belum juga terlahir, "Beruntunglah bukan kalian yang merasakan ini. Kalau pun kepedihan ini masih berulang dan kita masih di lingkaran yang sama maka berjuang dan bertahanlah karena suatu hari kita ini akan bertemu dan berkumpul lagi."

Sebuah janji pertemuan akan menguatkan kaki para pejuang kehidupan karena ya, hidup ini tak pernah mudah. Tak pernah benar-benar mudah.

Saya melirik lagi tab yang masih saya biarkan di browser setelah beberapa hari berselancar pada keyword yang sama. Sekali lagi saya menggantungkan cita-cita itu pada bait doa. Mungkin saatnya belum tepat untuk mengejar beasiswa dan kuliah lagi. Masih banyak prioritas hidup yang harus didahulukan. Mungkin beasiswa adalah cita-cita yang akan saya wujudkan nanti sejalan dengan ridha Allah SWT. Mungkin jika Allah SWT telah ijinkan, semua perangkat telah siap, dan semua tugas-tuugas dalam skala prioritas nyaris rampung...jalan itu akan terbuka. Saya tak ingin menjadi orang yang ingkar akan janji. Saya akan penuhi hak jiwa saya untuk belajar banyak di perkuliahan nanti. Ya, nanti...bukan sekarang. Janji itu pasti manakala Allah ijinkan. Ketika saat itu tiba, saya akan berdoa dengan sungguh-sungguh...agar janji hati ini terlaksana. Saat berdoa nanti tak ada keraguan untuk menempuhnya karena saya tahu pasti...jalan itu jalan keridhaan.

Baik Ode to My Father maupun Stones to Schools mengajarkan saya banyak hal. Alhamdulillah. Lovely hubby...thanks for the movie...love you more day by day. Semoga kita bisa menggapai mimpi untuk membahagiakan anak-anak kita dan mengembangkan komunitas tempat anak-anak kita bertumbuh kelak hingga menjadi manusia yang amanah. Teguh pada janjinya, teguh memperjuangkan mimpi-mimpinya.

Tuesday, June 3, 2014

Dunia yang Lebih Baik

Menjadikan bumi sebagai tempat yang lebih baik. Kalimat ini merupakan kumpulan kata-kata yang menggerakan jiwa-jiwa manusia menuju satu titik "Pembebasan". Berdiri di sebuah lahan yang memanusiakan manusia, mengaktifkan misi untuk menghancurkan penjajahan, dan mengkampanyekan ide untuk menihilkan strata-strata penindasan.

Berbagai solusi dihadirkan dalam bentuk doktrin baru dan proposal-proposal masa depan. Semua sama, bergerak pada satu tujuan, Menjadikan Bumi sebagai Tempat yang lebih baik. Namun, perang tetap terjadi, korban masih berjatuhan, seirama misi perdamaian. Satu penyebabnya. Misi-misi yang sama ini tidak berangkat dari titik yang sama dan tidak bergerak di rel yang sama.

Membuktikan statemen saya ini mudah saja karena saya menyimpulkannya dari kesepakatan tak tertulis dan pembenaran akan adanya "Kimat dan Peperangan". Cerita yang dibuat dalam buku dan film semuanya membenarkan akan adanya hari akhir tersebut. Kisahnya berkisar dari ide untuk menjadikan kualitas kehidupan lebih baik sebelum sangkakala ditiup oleh malakait.

Saya jadi teringat hadits yang disampaikan Rasulullah dengan simbol tiga garis lurus; Berikut ini hadits selengkapnya:
"Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Salam membuat garis dengan tangannya lalu bersabda, 'Ini jalan Allah yang lurus.' Lalu beliau membuat garis-garis di kanan kirinya, kemudian bersabda, 'Ini adalah jalan-jalan yang sesat tak satu pun dari jalan-jalan ini kecuali di dalamnya ter-dapat setan yang menyeru kepadanya. Selanjutnya beliau mem-baca firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala , 'Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus maka ikutilah dia janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena jalan-jalan itu menceraiberaikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan oleh Allah kepadamu agar kamu bertakwa." (Al-An'am: 153) (Hadits shahih riwayat Ahmad dan Nasa'i)

Saya tak akan berpanjang kalam di sini karena satu hal yang menggeliat di hati adalah pertanyaan besar, "Apa yang bisa kulakukan untuk masa depan yang lebih baik itu? Apakah saya sudah di garis yang benar?" Hm...Berat banget ya tulisannya? Hehehehe... Ini memang pemikiran yang rumit. Memang sih kata orang pikiran saya ini njelimet. Alhamdulillah 'ala kullihal.
Menjadikan Masa Depan yang Lebih Baik
Satu hal yang saya syukuri. Saat ini saya sedang melangkah berama teman-teman dari Sekolah Alam. Saya mengatakan pada Allah, ini adalah langkah kecil saya untuk berangkat dari titk yang sama dengan para pejuang di dekade-dekade lampau yang memurnikan kalimat tauhid. Saya dan kawan-kawan di sini berusaha berjuang dari tujuan penciptaan manusia yaitu Khalifah fil Ardh. Dan dari titik itulah kurikulum dikembangkan di Sekolah Jingga ini. Dari titik itulah saya berusaha menjadi kerikil kecil dalam sebuah misi yang lebih besar dari Menciptakan Masa Depan yang Lebih Baik.

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi". Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata): "Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal kami sentiasa bertasbih dengan memujiMu dan mensucikanMu?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak mengetahuinya" (Q.S. Al Baqarah : 30)

Semoga Allah mudahkan. Aamiin.

Wednesday, July 3, 2013

A Hero For Them : New Spirit from White House Down


Tadi sendirian nonton White House Down. Seperti biasanya aku hanya akan menulis hikmah yang bisa kupelajari. Oke, ini dia:

Semua orang membutuhkan pahlawan. Seseorang yang begitu menginspirasi dan membantu setiap orang itu untuk membuat perubahan dalam diri mereka masing-masing. Namun, tak banyak ornag yangmenyadari bahwa mereka pun bisa menjadi pahlawan.

Buatlah sebuah perbedaan dalam hidup dengan mengorbankan segala sesuatu yang dimiliki untuk mengubah keadaan. Bukan. Bukan untuk disebut sebagai pahlawan, karena sejatnya sebuah perubahan yang kita buat jika pun suatu saat mencapai tujuan yang diimpikan, mungkin saja nama kita tak akan disebut sebagai pengubah. Mungkin saja mereka akan mengaggap kita sesuatu yang tidak ada dan tak berperan apa pun. Mungkin pula peradaban hanya mencetak mereka yang menarik “pelatuk”. Mungkin kita bukan pahlawan itu.

Namun, percayalah... jiwa pahlawan itu ada dalam diri-diri kita sama halnya dengan jiwa pengkhianat dan pecundang yang mungkin bertumbuh. Maka, bangkitkan jiwa pahlawanmu untuk berbuat dengan tulus, bekerja dengan “keras”, dan tetap fokus pada target yang telah sama-sama kita kunci.

Kita buka “pengacau” program. Di tangan kita ada kode dari misil penghancur, tapi misil itu hanya akan kita pergunakan untuk mengorbankan “pengacau” yang ada dalam diri kita. Hancurkan sekarang. Manakala kau merasa, pengacau itu muncul lagi dalam diri kita, minta pada kwan seperjuangan untuk mengamputasi bagian busuk itu dari diri kita. Lebih baik hidup cacat dari pada mati sebagai pecundang!!!

Rabbku, kukorbankan apa yang kumiliki untuk mencapai ridha Engkau.
Kuingin bunga-bunga kecil itu bermekaran di tamanMu dan menjadi pengharum di surga-Mu. Ijinkan aku jadi Tukang Kebun itu selain menjadi tentara-Mu. Tak kuijinkan penghancur itu merusak tata pertahananku, dan tak kubiarkan mereka menginjak indahnya tamanku. Kebunku.

--inspired by White House Down 03/07/2013 18:04--

Wednesday, June 19, 2013

World War Z Official Trailer #1 (2013) - Brad Pitt Movie HD


review sederhana saya di sini

NoBar: World WarZ

World War Z dengan bintang utama Brad Pitt sangat memukau. film ini luar biasa bikin tegang. sejak awal hingga akhir terpukau oleh adegan-adegan yang tidak dapat dprediksi.jeritan kaget dan jantung yang berdegup cepat menjadi sensasi tersendiri. acara NoBar dengan guru Sekolah Alam Jingga ini adalah yang pertama.  film tentang pandemic zombie dan lika-liku perjuangan menghadapainya. hitung-hitung refreshing setelah berkutat dengan pembuatan silabus dkk. hm...ringkasnya, saya mendapatkan beberapa hal berharga sebagai insight.

Best Movie Ever :D
1. fokus dilakukan ketka kita sudah paham mana center point yang akan membantu kita pada tujuan
2. beri ksesempatan semua orang untuk membuktikan hipotesanya. apa pun itu, sekali pun hipotesa tersebut bertentangan dengan mayoritas. berikan fasilitas dan harapan yang sama.
3. fokus yang dibangun tidak melulu terhadap apa yang terlihat menonjol. pindai semua kemungkinan. beberapa masalah membuat kamuflase dengan memakai kelemahan sebagai kekuatan. padahal di sanalah titik untuk melumpuhkan lawan.
4. kekuatan kita akan lumpuh karena kesedihan. memperluas harapan dan kebermaknaan arti perjuangan akan memperkuat asa dalam berjuang.
5. semua orang takut akan hari akhir tapi tak ada satu pun yang mengingkarinya. setiap kita harus mengusahakan agar kehidupan ini menjadi lebih baik. menjadi lebih berkualitas.
6. kebahagiaan itu sederhana. bisa berkumpul dengan orang-orang yang kita cintai, memberikan yang terbaik bagi mereka, dan menjaga komitmen untuk tetap bersama adalah contohnya. *soal yang satu ini saya menulis lagi. klik di sini ya*

karena hakikatnya perjuangan ada dalam setiap asa hidup. melangkah dan mencapai target kehidupan adalah bagian dari perjuangan. hal yang sederhana bisa jadi langkah yang baik dalam pencapaian cita-cita. bagi saya, nobar kali ini seru. banget, nget nget...

NoBar selanjutnya bawa siswa Sekolah Alam Jingga, insyaallah. beberapa misi akan mereka lakukan.intinya mereka akan bawa papan lapangan, membuat rute perjalanan, membuat denah gedung, menonton,meriview, melaporkan, dan belanja buku bersama. seru??? insyaallah. doakan rencana kami sukses ya....

btw, yang ngn nonton trailernya...silakan klik di sini

Monday, June 17, 2013

Inquiry Based Learning: Strategi Mengajar di Jingga

Sekolah Alam Jingga menerapkan metode yang menyenangkan dalam prosesbermain sambil belajar. Berikut ini tulisan tentang IBL yang bersumber dari http://www.bincangedukasi.com/inquiry-based-learning.html
Satu lagi nih metode belajar mengajar alternatif yang menarik untuk diterapkan. Nama kerennya: Inquiry Based Learning. Dalam IBL, proses pembelajaran dibangun atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan siswa. Di sini para siswa didorong untuk berkolaborasi untuk memecahkan masalah, dan bukannya sekedar menerima instruksi langsung dari gurunya. Tugas guru dalam linkungan belajar berbasis pertanyaan ini bukanlah untuk menyediakan pengetahuan, namun membantu siswa menjalani proses menemukan sendiri pengetahuan yang mereka cari. Jadi, guru berfungsi sebagai fasilitator dan bukan sumber jawaban. Nah, kalau baca definisi ini, pasti deh banyak pembela pendidikan formal yang bilang, “Lha, kalau itu sih kita sudah tahu, memang itu seharusnya tugas guru!” Pertanyaannya, sudah dijalankan belum, hayo? Coba baca lebih jauh dulu.

Kreasi Barang Bekas: Recycle and Having Fun

Alhamdulillah kegiatan kedua dari rangkaian Student Camp ini terlaksana dengan penuh keceriaan.  Pagi-pagi tiga orang siswa sudah datang. Sebelum jam 8, Hanun, Khalila, dan Jaifar sudah bereksplorasi di shelter-shelter belajar. Setelah itu, mereka menyiram tanaman di kebun dan asik bermain di arena outbound. 

Tak lama berselang, satu persatu siswa dan peserta lain datang. Makin seru dan dimulailah kreatifitas di Jingga. Melumuri botol bekas dan memadatkan bubur kertas di permukaannya. Bubur kertas ini sudah diwarnai dengan pewarna makanan. Jadi, aman. Yuk, kita lihat poto-potonya.

Khalila, Jaifar, dan Hanun. Datang awal dan penuh semangat. Ceria bersama di Jingga.
Menyiram tanaman di kebun.
Melumuri botol dengan bubur kertas.
Yang padat ya agar menempel dengan baik.

Sunday, June 16, 2013

Petualangan Banyu di Negeri Sampah


Siswa di Sekolah Alam Jingga menontonnya di acara Kreasi Barang Bekas. Yuk, kita lihat kegiatan mereka dengan klik di sini.

Monday, June 3, 2013

Student Camp di Sekolah Alam Jingga

Ayah Bunda, yuk ajak ananda untuk bergabung di Jingga’s Camp. Kegiatan yang mengajarkan anak untuk peduli pada pelestarian lingkungan. Rangkaian kegiatan Camp ini disusun untuk menyiapkan anak dalam menghadapi Camp sesungguhnya. Berikut susunan kegiatan dan fasilitas yang akan didapat:

I. Sabtu, 8 Juni 2013 Wisata Kebun. Dimulai pukul 08.00 sampai 10.00 WIB. Anak-anak dilibatkan secara terbimbing untuk melakukan kegiatan berkebun mulai dari menyiapkan media sampai memanen.
Perlengkapan yang dibutuhkan: sepatu boot dan baju ganti
Fasilitas: badge (tanda kecakapan), snack, dan hasil panen.

II. Sabtu, 15 Juni 2013 Kreasi Barang Bekas. Dimulai pukul 08.00 sampai 10.00 WIB Menonton Film anak-anak tentang penyelamatan lingkungan. Pemanfaatan Botol Bekas untuk dibuat celengan.
Fasilitas: badge, snack, dan celengan.

III. Sabtu, 22 Juni 2013 Permainan Tradisional. Dimulai pukul 08.00 sampai 10.00 WIB Pengenalan permainan tradisional Indonesia berupa praktik yang menyenangkan dan bermakna.
Perlengkapan:baju ganti.
Fasilitas: badge dan snack

IV . Sabtu – Ahad, 29 – 30 Juni 2013. Dimulai sejak 14.30 (Sabtu) dan pulang 10.00 (Ahad).
Perlengkapan: Baju ganti, Perlengkapan Makan (sendok, piring, gelas), Perlengkapan sholat (Perempuan: Mukena dan sajadah. Laki-laki: sarung dan sajadah), Anti Serangga (dan obat yang dibutuhkan), dan Perlengkapan Mandi.
Fasilitas: badge, sertifikat, snack, dan makan 2 kali.




Lokasi : Camp Petualang Jingga, Kav 33B Rt 01/01, Teluk Pucung – Bekasi Utara
Biaya: Rp. 150.000

Catatan: orang tua tidak diperkenankan mendampingi anak selama acara berlangsung dan membawakan anak makanan. Untuk anak Usia 5 - 9 tahun.

Contact Person:
Ibu Danis: 085697712760 (SMS/Whatsapp)
Ibu Ria: 081310947407 (SMS/Whatsapp)
Febi: 085719936515 (SMS/Whatsapp/Telepon)

Saturday, April 13, 2013

Monsieur Lazhar Blu-ray Review Who's teaching whom?

Films about inspirational teachers bringing light, life and a love of learning to their students have been a mainstay of the art form virtually since celluloid passed in front of a lamp. Several of these films have achieved a certain degree of immortality, like Goodbye, Mr. Chips, while others, if not quite so well remembered, are certainly still very much appreciated, like Up the Down Staircase or Dead Poet's Society.

The problem with many of these films, however well done or well intentioned they are, is that they almost inevitably end up being at least slightly mawkish, with doe children staring in adoration at their mentor, and the teacher finding his or her life irrevocably changed due to the interaction with the kids. While it can't be denied that some of these elements certainly seep into the 2011 Academy Award nominee for Best Foreign Language Film, Monsieur Lazhar, it must also be stated that the film is almost resolutely unemotional, at least on the surface.

The film is also anchored by a couple of central tragedies at its core, one of which opens the film and the other of which is slowly but surely revealed as the film goes on. The first shocking incident is the suicide of an elementary school teacher, who chooses to end her life by hanging herself in the classroom. While her actual death is not seen in the film, we are party to one child, Simon (Émilien Néron), finding her swaying from the ceiling and another, Alice (Sophie Nélisse), not heeding the other teachers' importuning to vacate the school immediately, thereby catching a glimpse of the deceased teacher herself. Both of these students suffer from a certain degree of post traumatic stress disorder, a condition which certainly is appreciated by their new teacher, the titular Monsieur Lazhar (Fellag), a refugee from Algeria who has immigrated to Montreal.

http://www.blu-ray.com/movies/Monsieur-Lazhar-Blu-ray/45587/#Review

Menemukan Dunia (Sedikit Mengenai Monsieur Lazhar)

Rasa hasil dari olah jiwa. Yang hadir dalam berbagai bentuk ekspresi. Yang ada sebagian orang mendaurulangnya menjadi "sesuatu" yang dapat dinikmati bersama. Ada kumpulan kata dalam tulis (buku) juga ada bentuk lisan (lagu, kisah). Daur ulang lain adalah gabungan segalanya. Drama. Film.

Menemukan dunia bagiku menemukan jalan menuju surga. Jalan menuju surga adalah jalan yang sukar. Terasa pahit dan begitulah adanya karena surga itu manis.

Dunia penuh likaliku. Kala kita merasa dekat dengan surga, Allah SWT menguji kita dengan berbagai cobaan. Ada kalanya kita berhasil, kala lain kita gagal. Ada kalanya kita mencoba, ada kalanya kita enggan. Di jalan itu kita menemukan dunia. Di dunia kita temukan berbagai rasa.



Seperti contohnya Monsieur Lazhar. Film yang saya cantumkan di atas adalah kisah tentang sebuah dunia. Perjalanan anak manusia menikmati dunia dan mengajak orang lain merasukdan memaknai dunia. Perjalanan kehidupan dalam passion dunia pendidikan. Tulisan saya tidak ewakili apa pun. Tidak membuat Anda terharu atau merasa perlu untuk menonton. Namun bagi saya, Monsieur Lazhar tontonan wajib bagi pendidik.

Semoga segera saya dapat link menarik lainnya. Konon ada 3 judul lain, yaitu First Generation, Brooklyn Castle, dan August to June: Bringing Life to School. Sedangkan Parental Guidance yang sudah sempat saya download rupanya bukan kualitas yang bagus. Saya harus dapat Parental Guidance kualitas terbaik dengan terjemah Bahasa Indonesia agar bisa nobar dengan sahabat terbaik di Jingga Lifeschool.

Semoga dengan semakin bayak dan seringnya kita mengembangkan kemampuan sebagai pendidik, Allah bukakan jalan menuju surga-Nya. Ya, kita semua tahu, Mendidik bukan perkara mudah. terlebih dinamika dan carut marutnya dunia membuat kita harus menuntut diri sendiri mampu mendidik dengan hati dan bersikap sebagai profesional Kita harus jadi baik terlebih dahulu untuk memperbaiki atau melengkapi apa yang kurang dalam diri anak didik tercinta. Belajar bersama, berproses bersama. Who is teaching whom?Bismillah.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...