Showing posts with label berkebun. Show all posts
Showing posts with label berkebun. Show all posts

Wednesday, March 11, 2015

Tanaman Liar Berkhasiat Obat

Ternyata... di lokasi Sekolah Alam jingga, kita bisa menemukan banyak sekali tanaman berkhasiat obat. tanaman ini sering kali kita abaikan karena memang tumbuh liar di mana saja. Alangkah benarnya ajaran Islam yang menegaskan bahwa tak ada sesuatu pun di alam semesta ini yang sia-sia. Semua makhluk diciptakan mengemban misinya masing-masing.

Saya jadi teringat petuah Tn H Ismail owner HPA International, bahwa jika kita mendapati sebuah tanaman tumbuh di lokasi tinggal maka itu adalah obat yang Allah sediakan untuk sakit yang kita (atau keluarga dan masyarakat sekitar) derita.

Kurang lebih ada 25 tanaman yang mengulik penasaran dalam diri saya dan begitu mencari di google dengan keyword Tanaman Liar Berkhasiat Obat, saya semakin terkagum-kagum. MashaAllah...semua herba ini tumbuh tanpa bantuan manusia dan begitu suburnya tapi kita tak hirau akan keberadaan mereka.

Belum semua saya tahu apa nama tanaman berikut ini, saya akan meneruskan memberikan nama sedikit demi sedikit.


Meniran



23 Benih Idaman

Pada akhirnya saya membeli benih secara online melalui bibitbunga.com dan berikut inilah penampakannya. 22 benih + 1 benih kangkung sebagai bonus. Ya sebenarnya saya ngga kalap mata beli sebanyak ini. Benih ini saya pesan karena saya butuh lebih banyak lagi semangat untuk meningkatkan kemampuan berkebun. Rasanya luar biasa sekali menyaksikan butiran benih ini sprout dan keluar kecambah, lalu daun demi daun bertumbuhan sehingga akhirnya berbunga atau berbuah.

Selain kepuasan, saya juga menjadi lebih relax setelah seharian bekerja dan pulang mendapati warna hijau dari tanaman yang saya rawat sejak benih itu. Bukan hanya hijau, ada beberapa tanaman yang berkombinasi dengan ungu atau merah di daunnya. Bahkan, hijaunya pun bermacam ragam dari hijau tua hingga hijau kebiruan. Keren, kan? Maha Besar Allah dengan segala ciptaan-Nya.

Tantangan dan rasa penasaran  membuat saya segera ingin menyemai benih-benih ini. Ahhh...bismillah. Nanti malam saya akan coba semai :D

23 Jenis Benih Siap Disemai


  • bolivian rainbow
  • gaillardia goblin
  • foxglove apricot beauty
  • immortelle mix
  • cornflower tall mixed
  • dahlia bronze leaf mixed
  • nothern highbush blueberry
  • markisa merah
  • goji berry
  • daun mint
  • kucai (chives)
  • purple ruffles basil
  • summer savory
  • rosemary
  • mentimun jepang
  • brussels sprout (2)
  • oregano
  • terong black fatty
  • jagung manis kuning
  • labu botol (3)
  • tiger monkey
Ada tanaman bunga, tanaman sayur, tanaman herba, tanaman buah. Saya akan posting secara berkala tahapan berkebun ini dari mulai semai hingga panen. Jadi ngga sabar beli media tanam di ACE dan bikin papan namanya. Doakan proses germinasinya optimal ya ^_^

Tuesday, March 10, 2015

TK Little Orange - Preparation

Little Orange adalah TK yang menjadi mimpi kami sejak dua tahun yang lalu. Akhirnya mimpi itu mulai terwujud setahap demi setahap. Tahap pertama adalah penghijauan lahan sementara konsep terus dilengkapi dan rekrut guru dilakukan.










Saturday, March 7, 2015

Baiklah, Benih memang Lebih dari Cukup

Hari ini rencananya suamiku pulang setelah ikut safari pasar Halal bersama leadernya di HPAI, Pak Ari Maryadi. Oh ya, Pak Ari ini juga leader kami di Sekolah Alam Jingga tepatnya sebagai direktur Pendidikan. InshaAllah mereka berangkat sore dari Lampung, kemungkinan malam sampai di Bekasi. Semoga perjalanan lancar di darat dan di laut hingga sampai lagi di rumah.
Saya mungkin termasuk orang yang tidak banyak permintaan. Tapi, kalau dipanas-panasin dengan pict ini dan itu...hati bisa membara dan air liur terbit seketika. Coba deh lihat pict yang dikirim Pak Ari di bawah ini:

Warnanya yang oren membuat duren ini terlihat manis dan legit.
Wahhh saya sampai protes. Saya minta dibawakan duren seperti itu. Warnanya yang oren kelihatan manis dan legit.Ya Allah... kepengen banget nihhh. Suami pun konfirmasi kalau duren itu entah didapat dari mana. Mereka belum sempat makan duren.Ya suamiku juga ngga mungkin makan duren karena beliau tidak suka buah. Hadeuhhh...

Okelah duren tidak dibeli, tapi pict di bawah ini... OMG... Pak Arie dan Pak Amien, hentikaaannnn! Hiks. Padahal saya biasanya ikut ngisi training juga kalau banyak ibu-ibunya.Padahal...ahhhh mulai deh.

Lihat itu senyumnya Pak Ari dan gayanya Pak Amien. Sungguh teganya-teganya...

Ini serieusss mau bawa kemplang sebanyak ini. Kanda? 
Lihat itu udang sungainya,besar sekali. Saya garuk-garuk monitor jadinya. Tega sekali.
Pak Ari kirim text lagi: Mau udang atau kemplang? Ah...ya sudahlah ya... saya hanya bisa menjerit dalam hati menyaksikan makanan itu menari-nari di layar whatspp.

Hmmm... Tapi, baru saja saya selesai chat sama suami dan hasil chat itu lumayan bikin senang hati. Hihihi...beliau tidak kirim kata-kata cinta tapi menanyakan mau dibawakan benih apa saja? Asiiiikkk... benihnya murce makkk...Mawar 10rb 3, aster 7rb, anggrek 35rb, kelengkeng 50rb sudah berbuah, rambutan 15rb, duren 25rb. Harga ini begitu murah dibandingkan di Bekasi dan sekitarnya. Saya bisa gelap mata kalau ke sana sepertinya. Hihihi... Bisa-bisa semua penumpang saya minta pangku tanaman sampai Bekasi saking penuhnya :p
Mawar sepuluh ribu dapat 3 pohon? Murah Cyinnn...
Pohon perdu yang masih imut ini harganya 3 ribuan.
Kelengkeng yang sudah berbuah harganya cuma 50 ribu.
Hahaha...saya sampai bingung mau request apa saja. Kursi belakang Si Arena sudah dilipat, tapi beberapa tanaman masih belum bisa terangkut. Ya akhirnya saya sampaikan silakan bawa dan beli yang mana saja. Selain utuk Jingga, tanaman itu nantinya juga untuk Sarang Lebah, TK Alam Little Orange, dan tentu saja untuk di rumah.

Penuh dengan tanaman ^_^
Mudah-mudahan semua tanaman ini tetap segar hingga sampai Bekasi. Aamiin.
Imajinasi saya sudah bermain ke mana-mana. Bayangan saya TK Alam Little Orange akan benar-benar seperti taman bermain. Ada tamannya dan kupu-kupu terbang di sekitarnya. Mainan terbuat dari kayu, baik indoor maupun outdoor. TK Alam ini akan menjadi sekolah yang homey dan memfasilitasi anak untuk berkembang sesuai fitrahnya sebagai anak-anak.
Terima kasih ya Kanda, benih sudah lebih dari cukup. Cepat pulang, kami rindu :*

Solar Distillation

Ahhh lega akhirnya ketemu juga yang dicari 2 hari ini. Yup sistem pengairan dengan memanfaatkan tenaga matahari.
Solar Distillation by Recycle Plastic Bottle

Solar distillation is the use of solar power to evaporate water and collect its condensate within the same closed system. Unlike other forms of water purification it can turn salt or brackish water into fresh drinking water. This simple solar distillation appropriate technology that is cheap, simple, and conceivable in rural settings. This idea to make it possible to grow plants (or vegetables) in dry or coastal areas where fresh water is not available it made up of re-use plastic bottles at the same time

Gambar dan keterangan diperoleh dari sini. Klik aja ya.

Oke postingan ini spesial untuk Bu Dewi, sebagai permintaan maaf saya ngga bisa ke sekolah pagi -pagi tadi :D

Friday, March 6, 2015

Menabung Benih dan Bershadaqah bagi Lingkungan (Menjadi Karyawan Allah)

Ide ini sudah banyak yang menerapkannya. Cari saja di google dengan keyword Saving Seeds. Rata-rata kegiatan ini dilakukan oleh para petani di Eropa mengingat mereka mengalami lebih dari 2 (dua) musim dan ketika cuaca sedang ekstrim, para petani kesulitan memperoleh benih untuk pertanian mereka.

Tulisan in tidak dimaksudkan untuk memaparkan tentang teknis menabung benih. Namun, untuk pembaca yang ingin serius melakukannya silakan pelajari web ini atau membaca link ini untuk panduan praktis berbahasa Indonesia


Saya hanya ingin menularkan semangat bertanam, bahwa benih yang kita tabung akan sangat bermanfaat bagi kehidupan. Jika kita tak bisa menyimpannya dalam bentuk biji yang siap tanam, maka semailah bijinya. Rawat selama beberapa bulan. Jika tanah yang kita miliki tak memungkinkan untuk pertumbuhan tanaman tersebut, maka ada tiga solusi sederhana:

1. Pindahkan dalam pot yang lebih besar, drum bekas, atau ember bekas. Tabulapot sudah cukup umum dipergunakan oleh banyak orang.
2. Infakkan. Umumkan bagi siapa pun untuk mengadopsi tanaman-tanaman tersebut. Mintakan pada orang yang mengadopsi untuk benar-benar merawat tanaman tersebut hingga hasilya bisa dimanfaatkan banyak orang.
3. Jual. Ya, kita bisa dapatkan dengan mudah floris-floris di pinggir jalan raya. Jual ke mereka dan rasakan manfaat finansial yang "lumayan". Kecuali jika kita membibitkan dalam jumlah yang banyak, maka bukan lumayan lagi tapi keuntungan yang besar menanti kita. ya, dari biji sisa makan buah atau biji-bijian dan umbi-umbian yang kita sisihkan dari dapur, dan dengan perawatan yang tidak rumit maka kegiatan ini bisa jadi sumber penghasilan.


Benih kurma yang siap pindah tanam.
Benih rambutan.
benih tomat cerry dan sawi sendok.
Coba kita bayangkan, ketika benih pohon yang kita tanam ini tumbuh subur, membantu suplay oksigen, rindangnya meneduhkan pejalan kaki yang lewat, buahnya atau daunnya memberikan manfaat bagi kesehatan keluarga mau pun masyarakat sekitar dan kemanfaatan ini berlangsung bertahun-tahun maka berapa banyak orang yang terbantu dengan aktivitas sederhana ini? Apalagi ketika kita mengajak anak, kerabat, tetangga untuk melakukannya bayangkan kebaikan yang kita lakukan berlipat ganda mashaAllah. Bayangkan jika hal ini menginspirasi lebih banyak orang. Atas ijin Allah maka lingkungan sekitar kita menjelma menjadilingkungan yang sehat dan dunia yang kita tumpangi ini menjadi tempat yang lebih layak untuk ditinggali.

Eh iya, ada lagi...satu hal penting bahwa petani disebut-sebut sebagai "karyawan Allah".  Wahhh luar biasa ya (ekspresi berbinar-binar). Lebih lengkapnya baca kutipan ini ya:

Tanaman Juga Bisa Kembar (Poliembrioni)

Ini pelajaran yang luar biasa sekali, yang hanya kudapat ketika bertanam. Poliembrioni. Sebuah kata yang belakangan kutahu setelah tanya Bu Danis atas fenomena dari 1 benih jeruk dan mangga yang mengeluarkan lebih dari 1 embrio. Terakhir, biji rambutan yang saya tanam pun mengalami fenomena embrioni.

Benih rambutan embrioni.
Pohonnya kalau sudah besar seperti apa ya...
Sepertinya akan embrioni juga.
terlihat tunas-tunas kecil di pinggir tunas yang sudah tinggi.
Benih mangga embrioni juga. Yang ini kembar tiga,
tapi terakhir yang bungsu tidak berkembang sempurna dan tersisalah yang dua.
Fenomena ini membuatku semakin yakin akan kekuasaan Allah. Kita bisa membaca fenomea alam dan belajar banyak ketika kita benar-benar bergaul dengan alam. Mempelajari kalam Allah yang tersirat tidaklah mungkin hanya melalui membaca buku. Kita harus bergaul, menyentuh, menghirup, dan menyaksikan fase kehidupan ini berlangsung. Seperti itulah Nabiyullah Ibrahim a.s. menemukan tauhidnya.

Saturday, February 28, 2015

Balcony Garden

Saya heran. Di grup-grup petani urban di facebook itu yang aktif adalah orang-orang bule yang negara-negara mereka tentu dinilai sebagai kiblatnya kemajuan atau modernisme. Otomatis owner group atau pagenya juga orang bule. Tak satu pun klub yang apdet dan interaktif dalam menyampaikan "eiger"nya go green, grown your own food, atau organic vegetables and fruits itu dari non bule. Padahal, negara mereka ngga supportif untuk menjadi petani sepanjang musim tetapi hal ini tak menjadi penghalang. Musim yang lebih dari dua itu membuat mereka lebih kreatif lagi. Mereka menyemai dan membesarkan sayuran dalam rumah, menabung benih, menampung air hjan, dan membuat kopos melalui cara sederhana namun pergerakan ini menularkan komunitas warga yang lain untuk juga melakukan pergerakan ini.

Lantas, masalahnya di mana? Mengapa mereka terlihat begitu antusias berkebun bahkan di lokasi yang zero area for gardening saja mereka masih bisa gardening. Saya kebetulan tak pandai membuat analisa dalam waktu singkat. Lagipula apakah jawaban terhadap mengapa itu berguna? Bagi saya tidak. Sungguh tak berguna dan kontra produktif. Jika pun dipaksa untuk menjawab, menurut saya jawabann yang paling logis adalah "mengapa tidak".

Iklim negara kita lebih kondusif untuk berkebun dan berbagai jenis benih bisa kita dapatkan dengan mudah mengingat Indonesia dalah negara terbesar kedua setelah Brasil yang memiliki keanekaragaman hayati terbanyak di dunia. Jika mereka yang iklimnya lebih dari 2 dan lokasi tinggalnya sudah lebih rapat dari Indonesia maka kita semakin tak memiliki alasan.

Jadi, mulailah untuk bertanam. Ambilah langkah sederhana dari proses bertanam itu. Minimal, taruhlah segenggam tanah dalam gelas pelastik dan taruhlah sebutir benih di atasnya. Besarkan, dan dapatkan nilai yang belum pernah kita peroleh sekali pun menyimpulkan dari buku yang kita baca.

Hm...soal ini saya tak hanya menulis saja. Alhamdulillah Balcony Garden saya sudah hampir bisa dinikmati. Khususnya tanaman sayur kangkung. Persiapannya bisa baca di tulisan saya beberapa waktu lalu.

Yuk intip gambarnya di sini:

Di Balkon Kita Juga Bisa Berkebun
Seru, kan? ;)
So, sahabatku yang baik. Kita akan mulai bertani dengan langkah yang sederhana itu ya. Bukankah dalam darah kita mengalir jejak nenek moyang yang menanam makanan untuk anak-anaknya dan menjaga keseimbangan alam dengan menghadirkan produsen oksigen di halaman rumah kita? Jadi, bukanlah hal aneh bagi kita untuk bertani, bukan pula niatnya dikarenakan ingin disebut mendukung  modernitas dengan embel-embel go green yang dicari... tapi living in harmony adalah bagian dari tugas kemanusian. Mari mulai dari hal termudah, hijaukan balkon Anda!

Wednesday, January 7, 2015

Berkebun dengan Metode Qurani

MashaAllah... saya terkagum dan merinding baca artikel dari blog http://petani-kaya.blogspot.com. Ada beberapa ulsana tentang berkebun yang akan membuat kita semakin cinta pada Al Quran dan bersyukur akan nikmat Allah pada kita, nikmat terdahsyat sepanjang usia, yaitu menjadi muslim.

betapa tidak, dalam blog itu saya disadarkan akan adanya sistem pertanian yang sebenarnya ada dalam Al Quran. Mengenai tanaman-tanaman apa saja yang bernilai tinggi secara ekonomis maupun nutrisi yang terkandung di dalamnya hingga bagaimana menghidupka lahan yang mati.

Silakan buka link berikut ini tentang desain kebun berbasis Al Quran http://petani-kaya.blogspot.com/2013/08/berkebun-menurut-al-quran.html

Dan link yang satu ini mengenai menghidupkan tanah yang mati: http://petani-kaya.blogspot.com/2013/07/menghidupkan-tanah-yang-mati-dengan.html

Sebagai bonus adalah...saya akan menshare teknik bertanam kurma. Ternyata tidak sukar, jadi... ini akan jadi proyek berikutnya http://petani-kaya.blogspot.com/2013/07/cara-mudah-menanam-kurma-dari-biji.html

Mungkin Anda akan bertanya-tanya, mengapa saya tidak membuat artikel sendiri? Selain lebih efisien, tak salah juga jika mengangkat hasil pemikiran cemerlang hamba Allah yang salih. Semoga dengan terbukanya pemikiran saya setelah membaca atikel tersebut, membagi informasi yang beliau-beliau susun juga akan menjadi amal jariyah bagi saya.



Mungkin juga ada pertanyaan kedua, mengapa saya senang sekali membahas soal berkebun ini? Ya singkatnya saya termotivasi hadist berikut ini:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا إِلاَّ كَانَ مَا أُكِلَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةً وَ مَا سُرِقَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةً وَ مَا أَكَلَتِ الطَّيْرُ فَهُوَ لَهُ صَدَقَةً وَ لاَ يَرْزَؤُهُ أَحَدٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةً
“Tidaklah seorang muslim menanam suatu pohon melainkan apa yang dimakan dari tanaman itu sebagai sedekah baginya, dan apa yang dicuri dari tanaman tersebut sebagai sedekah baginya dan tidaklah kepunyaan seorang itu dikurangi melainkan menjadi sedekah baginya.” (HR. Imam Muslim Hadits no.1552)

Belajar Tauhid melalui Bertanam (Berkebun)

Saya menyengaja mencari artikel yang sesuai dengan kesadaran pribadi tentang kegiatan bertanam yang sedang saya agendakan bagi diri sendiri. Sungguh, dalam proses bertanam ini saya mendapatkan banyak sekali pembelajaran yang sangat dalam dan menjadikan saya semakin merasa dekat dengan Allah SWT. Berikut ini artikel dari Eramuslim yang sangat sesuai dengan hasil perenungan saya. Di artikel selanjutnya, saya akan menyajikan beberapa photo proses bertanam yang mencerahkan itu insyaAllah.

 Proses penumbuhan termasuk proses kehidupan yang terjadi di muka bumi ini, dan ia merupakan sebagian dari bukti akan kekuasaan Ilahi di alam semesta. Seandainya tidak ada proses penumbuhan, maka tidak ada tumbuh-tumbuhan di dunia. Seandainya tidak ada tumbuh-tumbuhan di bumi, maka tidak ada klorofil. Dan seandainya tidak ada klorofil, maka tidak ada kehidupan di bumi.
Allah berfirman, ‘Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran).’ (an-Naml: 60)
Ayat ini termasuk ayat mukjizat tentang tumbuh-tumbuhan di dalam al-Qur’an.
Ayat ini mengaitkan antara air dan proses penumbuhan, karena air merupakan syarat utama dan pokok dari proses penumbuhan. Terkadang benih atau biji berdiam di tanah selama bertahun-tahun tanpa tumbuh dan tidak bergerak, sampai air turun padanya, lalu mulailah proses yang mengagumkan dan sarat mukjizat, yaitu proses penumbuhan. Anak-anak kita sering meletakkan biji atau benih di atas kapas basah, tetapi mereka tidak tahu bahwa mereka sedang melakukan salah satu proses kehidupan paling rumit di dunia tumbuhan dan kimia kehidupan. Proses ini digunakan Allah untuk menantang orang yang menyekutukan-Nya, agar mereka melakukan hal serupa tanpa melalui sarana-sarana Allah menciptakan segala sesuatu yang hidup, seperti janin dan air.
Ketika air menetesi benih atau biji, maka ia menyerap air dengan daya serap dan tekanan osmotik. Rumus-rumus air pada tumbuhan itu memiliki hukum matematika tersendiri yang rumit dan meletihkan kita untuk memahaminya melalui berbagai kajian, dan yang masih meletihkan para mahasiswa saat diberi penjelasan mengenainya.

Perhatikan kekuatan yang diletakkan Allah pada selaput biji atau kulit benih. Seandainya selaput itu tidak tembus air, maka air tidak sampai kepada janin di dalam biji atau benih, sehingga gagal-lah proses penumbuhan.
Sebagian benih memang memiliki kulit (sepatut benih) yang keras dan tidak tembus air secara sempurna (yaitu benih pohon jarak). Tetapi, Allah yang menciptakan segala sesuatu dengan baik itu membekali benih ini dengan lobang di bagian atas benih. Lobang ini dikelilingi dengan unsur spon yang menyerap air, yang disebut Caruncle, sehingga air dapat tembus melalui lobang tersebut dan sampai ke janin.
Apakah unsur spon ini tercipta secara kebetulan, bukan ciptaan Khaliq yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal? Ataukah ia diciptakan tanpa kekuatan dan kesadaran seperti klaim para pengatur teori Darwin dan orang-orang muslim Artikelalis yang tidak menyembah Allah dengan sebenar-benarnya penyembahan: ‘Mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.’ (al-Hajj: 74)
Ketika air masuk ke benih atau biji, maka terjadilah perubahan-perubahan fisika dimana biji mengembang dan bertambah ukurannya akibat daya serap tersebut, sehingga ia merobek selaputnya. Dan pada waktu yang sama terjadi proses-proses kimiawi yang besar, dimana janin mulai mengeluarkan enzim-enzim pengurai Artikel-Artikel nutrisi yang tersimpan di dalam benih dan biji tersebut. Lalu ia mengubahnya—dari Artikel-Artikel yang kompleks susunannya, besar volumenya, tidak bisa menembus sel-sel janin, dan janin tidak bisa mendayagunakannya—menjadi Artikel yang sederhana susunannya, kecil partikel-partikelnya, bisa menembus melalui selaput dan dinding sel, sehingga janin bisa menyerap makanannya.

Gambar di atas adalah irisan benih, tampak lobang pada benih atau yang disebut Caruncle.
Yang mengagumkan adalah jenis enzim itu sesuai dengan jenis nutrisi yang tersimpan di dalamnya. Enzim-enzim ini mengurai sebagian Artikel yang sangat keras, seperti yang ada pada buah pohon doum yang sebagian dari kita mengolahnya menjadi pakaian yang keras. Enzim-enzim itu mengubahnya menjadi Artikel-Artikel yang lunak dan lembut seperti susu, manis rasanya, mudah dicerna dan diserap.
Proses-proses tersebut berlangsung dalam suhu 25-35 derajat celcius. Apabila kita ingin melakukan proses yang sama di laboratorium, maka kita membutuhkan beberapa bak air panas, asam pembakar dan pengurai. Kita juga membutuhkan beberapa alat pendingin, alat konsentrat, dan alat pengukur suhu yang tepat, serta para arsitek, ilmuwan, dan seniman yang jumlahnya lebih dari ratusan orang. Kita juga membutuhkan pabrik-pabrik yang sangat bising, mengeluarkan asap yang tinggi, dan mengakibatkan pencemaran lingkungan, serta membutuhkan modal yang sangat besar.
Proses ini terjadi dengan sangat tenang, di dalam benih yang diletakkan anak kecil di atas sepotong kapas yang dibasahi. Proses-proses yang rumit ini berlangsung di kebun yang sederhana, yang tidak mengenal equasi kimia, laboratorium, dan penelitian.
Siapakah yang berbuat demikian? Adakah tuhan selain Allah? Apakah itu alam, seperti pernyataan kaum Artikelalis sekuler. Sesungguhnya orang yang meyakini dan menyatakan hal demikian itu tidak berbeda pemikirannya dari mereka yang naif dan bodoh.
Mereka tidak berbeda dari orang yang mengatakan saat terjadi gempa, ‘Kerbau yang memikul bumi di atas salah satu tanduknya memindahkan beban ke tanduk yang satu karena capek.’
Proses kehidupan yang mengagumkan itu memulai pembelahan sel dan kromosom, menganyam jaringan dan membangun dinding. Keluar suhu panas, kehidupan berdenyut, hormon terbentuk, vitamin bekerja, organ tumbuh keluar, akar menghujam ke tanah, batang tumbuh ke atas, tangkai, daun, bunga, dan buah bermunculan, serta jutaan proses kehidupan lain yang sarat mukjizat.

Gambar menjelaskan proses pembelahan sel pada tumbuhan dengan kuasa Allah.
Proses kehidupan yang mengagumkan itu memulai pembelahan sel dan kromosom, menganyam jaringan dan membangun dinding. Suhu panas terpancar, kehidupan berdenyut, hormon terbentuk, vitamin bekerja, organ tumbuh keluar, akar menghujam ke tanah, batang tumbuh ke atas, tangkai, daun, bunga, dan buah bermunculan, serta jutaan proses kehidupan lain yang sarat mukjizat.
Siapakah yang membimbing benih-benih kepada perjalanan yang menakjubkan ini? Adakah tuhan selain Allah? Apakah alam yang tidak berkesadaran dan bisa berpikir itu mampu menciptakannya? Maha Benar Allah dalam firman-Nya, ‘Yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya?’ (an-Naml: 60)

Tuesday, September 30, 2014

Menemukan Bakat dan Minat melalui Banyak Kegiatan

iseng-iseng kopi paste isi email. semoga bermanfaat.

Tanya:
Mau tny dgn yg prnh ibu bilAng,tp sy msh blm pahAm,mohon dijelaskan detailnya ya..mengenai Menemukan bakat dengan memperbanyak aktifitas yg menggunakan potensi diri mereka secara optimal.Dari kegiatan2 itu kita bs lihat dan anak2 pun menilai kegiatan apa yg dia sukai. Lalu kita bantu dengan pemetaan.Kegiatannya studium general tapi anak2 mengembangkan kreasinya pd project.

Trus secara sy sdg mengelola PAUD n TK,sy minta saran n masukan dr bu febi.dgn aq ajukan pertanyaan:jikA bu febi sAat ini mengelolA PAUD n TK,akAn seperti apakah,dan akan dibentuk seperti apakah?Agar pAud yg ibu kelolA ini berhasil memetakan n mengembangkan bakat msg2 anak?apakAh tiap anak kitA mengjarkan berbeda2 sesuai dgn keinginan mrk atau bgmn??

Jawab:
Bismillah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bu Rohmah yang baik, pada pertanyaan pertama saya mencoba menjawab dengan menjelaskan maksud memperbanyak aktifitas. Seperti yang sudah kita dengarkan dari Abah Rama, terkadang ada anak yang mahir pada suatu keterampilan namun tidak enjoy ketika melakukannya maka keterampilan itu adalah lifeskill yang dikuasai namun bukanlah bakat atau minat dirinya.
Contoh, sebut saja anak ini bernama Farrel. Di jingga yang menggunakan pembelajaran berbasis project, dia terlihat mampu mengerjakan barang kerajinan dari barang bekas. Hasilnya bagus, rapi, dan dikerjakan dalam waktu yang cepat. Namun, Farrel tidak menikmati proses belajar tersebut. Dia lebih senang mengajarkan teman-temannya membuat barang kerajinan, membantu mereka dengan ide-ide kreatif, memotifasi kawan-kawannya untuk menghasilkan produk dengan kualitas yang lebih baik dari miliknya. Dari sinilah kita bisa melihat, bahwa farrel tidak berminat untuk mengembangkan kemampuannya dalam menghasilkan barang kerajinan. Farrel lebih menyukai kegiatan yang langsung bersentuhan dengan orang lain terkait jasa pelayanan, pembimbingan, dan motivasi. Farell lebih berbakat menjadi guru, motivator, atau pun manager.

Di kelas lain, ada anak bernama Anin. Dia senang membuat percobaan pupuk cair untuk tanaman. Dia senang ketika tanaman yang menggunakan pupuknya tumbuh subur, ia merawatnya, dan akhirnya merencanakan penjualan hasil panen tanaman organiknya secara online. Jelas di sini terlihat bakat dan minat Anin.

Baik Farrel maupun Anin melakukan banyak aktifitas untuk mempertajam penilaian kita akan bakat dna minat anak. Anin membuat barang kerajinan dari barang bekas dan Farrel pun ikut membuat percobaan pembuatan pupuk cair. Namun, Anin tak mengembangkan dirinya dalam hal seni dan kreatifitas sementara Farrel mengembangkan namun pada aspek hubungan sosial. Keduanya terlibat dlaam proses yang sama, namun dalam pengamatan kita dapat menemukan tanda ke arah mana bakat keduanya akan berkembang.

Lantas, mengapa harus banyak aktifitas? Mengapa tak kita tajamkan saja di bagian yang menonjol? Sebagai guru, kita sebaiknya memberikan kesempatan anak untuk berkembang secara optimal. Banyak aktifitas yang sepertinya tidak disenangi anak tapi ada sisi-sisi yang dapat dikembangkan seperti kondisi yang Farrel hadapi. Alasan kedua, ada keterampilan dasar yang harus dimiliki anak seperti kemampuan bersosialisai, matematika dasar, kemampuan berkomunikasi, pengetahuan keislaman dan pemahaman aqidah juga pelaksanaan ibadah yang sesuai sunnah. Sekali pun mereka tidak enjoy, kegiatan ini harus diikuti semua siswa dan tugas gurulah untuk membantu anak menginternalisasi nilai dan berlatih untuk menguasai keterampilan-keterampilan dasar tersebut.
Apa saja jenis kegiatannya? Di Jingga untuk level Sekolah Menengah menggunakan Project Based Learning (PBL). Dengan menggunakan metode ini, siswa akan mengalami banyak hal dan mengikuti banyak kegiatan. Topik Sentral diubah menjadi Subject dengan fokus pada 5 hal yaitu: Akhlak dan Leadership, Logika dan Pengetahuan, Seni dan Kreatifitas, Bisnis dan Lifeskill, Lingkungan dan Konservasi.

Soal PAUD dan TK

Benar sekali Bu. Kami di Jingga merencanakan akan membuat PAUD dan TK. inshaAllah namanya adalah Little Oren. Hampir sama dengan ide di atas, anak-anak kita libatkan pada berbagai aktifitas namun disesuaikan dengan level perkembangan usianya. Tak muluk-muluk yang ditargetkan. Berharap kegiatan yang beragam ini menjadi bekal pemilihan dan pemetaan bakat anak. Caranya hanya dengan menggunakan metode bermain, tak lebih. Posisi pengelola adalah sahabat keluarga. Sehingga hubungan yang dijalin bisa selaras. Komunikasikan kondisi anak dan dengar harapan orang tua terhadapnya. Selenggarakan seminar-seminar kecil bersama orang tua agar jalannya pendidikan bisa terwujud dalam visi dan misi yang harmoni.

Tuesday, May 27, 2014

Kersen Sahabat Kami di Jingga

Posting dulu potonya ya, insyaallah kita lanjut menulisnya kalau sudah sempat :p *maksa nulis. Info lengkap tentang apa sih Kersen itu, silakan baca di link ini ya.

Buah Kersen dari dekat
Yang ini sudah manis
Panen sepanjang tahun
Pohonnya rindang dan cepat besar.
Yang jelas, kersen itu mengobati Hipertensi, Diabetes, Asam Urat, Kolesterol. Saya boleh ambil dari web juga :p Ohya, tempo hari menikmati kersen sampai lebih dari semakuk besar. Saat itu sariawan di bawah lidah dan di sudut-sudut bibir. MasyaAllah, setelah makan sariawan saya sembuh. Ternyata setelah saya baca di sini kandungan Vitamin Cnya yang tinggi melebihi Mangga yang bantu saya mengobati sakit. Hebat ya Allah :D Subhanallah. Buah kecil yang mudah tumbuh di mana saja dan tidak butuh perawatan khusus ini memiliki kandungan yang sangat kaya.

Simak deh info berikut ini yang juga saya kutip dari link di atas:
Nah, soal khasiat kersen atau talok, ahli tanaman obat Drs Suhardjono Apt MSi menuturkan berdasar hasil penelitian diketahui kandungan gizi buah kersen tak kalah dari buah lain. Dalam perbandingan, misalnya, kandungan vitamin C buah mangga 30 mg, sedangkan buah kersen 80,5 mg. Kandungan kalsium buah kersen 124,6 miligram, jauh lebih banyak dari buah mangga yang hanya 15 miligram.

Buah kersen mengandung zat-zat yang sangat penting bagi tubuh manusia. Kandungan buah kersen antara lain setiap 100 gram kersen mengandung air (77,8 gram), protein (0,384 gram), lemak (1,56 gram), karbohidrat (17,9 gram), serat (4,6 gram), abu (1,14 gram), kalsium (124,6 miligram), fosfor (84 miligram), besi (1,18 miligram), karoten (0,019 gram), tianin (0,065 gram), ribofalin (0,037gram), niacin (0,554 gram), dan vitamin C (80,5 miligram). Adapun nilai energi yang dihasilkan 380 KJ/100 gram.

Bagaimana dengan daunnya? Wow...luar biasa. Lihat ini:
Daun kersen juga mempunyai manfaat untuk kesehatan, antara lain sebagai antitumor, karena mengandung senyawa tanin, flavonoids, dan saponin. Rebusan daun kersen menjadi antiseptik dan antiflamasi atau antiradang.

Penggunaan daun kersen untuk menurunkan kadar gula penderita diabetes sudah dilakukan sejak lama. Beberapa ilmuwan yang meneliti daun kersen mengetahui, daun kersen mengandung senyawa kimia golongan saponin dan flavonoid. "Senyawa golongan flavonoid dapat bekerja sebagai antioksidan, sehingga bisa menyekresi hormon insulin yang diperlukan untuk metabolisme gula," ujar pria kelahiran Ambarawa itu.

Daun kersen juga berkhasiat melindungi fungsi otot jantung. Sebuah penelitian membuktikan kerja aktif kandungan daun kersen dalam melindungi fungsi otot jantung. Minum rebusan daun kersen baik untuk melindungi fungsi jantung dan kemungkinan kerusakan akibat racun yang masuk ke dalam tubuh. "Meski beberapa penelitian sudah menyebut demikian, hingga saat ini belum ada penelitian yang menyebutkan dosis dan aturan pakai daun kersen untuk melindungi selaput membran otot jantung. Namun tak ada salahnya kita melindungi otot jantung dengan minum secara teratur ramuan dan daun kersen sebelum sakit,'' katanya.

Hm... yang belum pernah lihat buah kersen, main ya ke sekolah alam jingga. Panennya speanjang tahun. Semoga bisa merasakan manfaat buah dan daun kersen. cmiw...

Monday, July 29, 2013

Pengenalan Hidroponik

Hidroponik Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa Hidroponik (Inggris: hydroponic) berasal dari kata Yunani yaitu hydro yang berarti air dan ponos yang artinya daya. Hidroponik juga dikenal sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tanpa tanah. Jadi hidroponik berarti budidaya tanaman yang memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam atau soilless. Teknik hidroponik banyak dilakukan dalam skala kecil sebagai hobi di kalangan masyarakat Indonesia. Pemilihan jenis tanaman yang akan dibudidayakan untuk skala usaha komersial harus diperhatikan, karena tidak semua hasil pertanian bernilai ekonomis. Jenis tanaman yang mempunyai nilai ekonomi tinggi untuk dibudidayakan di hidroponik yaitu: Paprika Tomat Timun Jepang Melon Terong Jepang Selada Dalam kajian bahasa, hidroponik berasal dari kata hydro yang berarti air dan ponos yang berarti kerja. Jadi, hidroponik memiliki pengertian secara bebas teknik bercocok tanam dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman, atau dalam pengertian sehari-hari bercocok tanam tanpa tanah. Dari pengertian ini terlihat bahwa munculnya teknik bertanam secara hidroponik diawali oleh semakin tingginya perhatian manusia akan pentingnya kebutuhan pupuk bagi tanaman. Di mana pun tumbuhnya sebuah tanaman akan tetap dapat tumbuh dengan baik apabila nutrisi (unsur hara) yang dibutuhkan selalu tercukupi. Dalam konteks ini fungsi dari tanah adalah untuk penyangga tanaman dan air yang ada merupakan pelarut nutrisi, untuk kemudian bisa diserap tanaman. Pola pikir inilah yang akhirnya melahirkan teknik bertanam dengan hidroponik, di mana yang ditekankan adalah pemenuhan kebutuhan nutrisi. Daftar isi [sembunyikan] 1 Macam-macam hidroponik 2 Media tanam inert hidroponik 3 Keuntungan teknik hidroponik 4 Referensi 5 Lihat juga Macam-macam hidroponik[sunting] Static solution culture (kultur air statis) Continuous-flow solution culture, contoh : NFT (Nutrient Film Technique),DFT (Deep Flow Technique) Aeroponics Passive sub-irrigation Ebb and flow atau flood and drain sub-irrigation Run to waste Deep water culture Bubbleponics Bioponic Media tanam inert hidroponik[sunting] Media tanam inert adalah media tanam yang tidak menyediakan unsur hara. Pada umumnya media tanam inert berfungsi sebagai buffer dan penyangga tanaman. Beberapa contoh di antaranya adalah: Arang sekam Spons Expanded clay Rock wool Coir Perlite Pumice Vermiculite Pasir Kerikil Serbuk kayu Keuntungan teknik hidroponik[sunting] Tidak membutuhkan tanah Air akan terus bersirkulasi di dalam sistem dan bisa digunakan untuk keperluan lain, misal disirkulasikan ke akuarium Mudah dalam pengendalian nutrisi sehingga pemberian nutrisi bisa lebih efisien Relatif tidak menghasilkan polusi nutrisi ke lingkungan Memberikan hasil yang lebih banyak Mudah dalam memanen hasil Untuk keperluan hiasan, pot dan tanaman akan relatif lebih bersih. Sehingga untuk menrancang interior ruangan dalam rumah akan bisa lebih leluasa dalam menempatkan pot-pot hidroponik. Bila tanaman yang digunakan adalah tanaman bunga, untuk bunga tertentu bisa diatur warna yang dikehendaki, tergantung tingkat keasaman dan basa larutan yang dipakai dalam pelarut nutrisinya. Referensi[sunting] Siti Istiqomah. Menanam Hidroponik. Penerbit: Ganeca Exact. Pinus Lingga. 1984. Hidroponik: Bercocok tanam tanpa tanah. Penerbit: Niaga Swadaya.

Saturday, June 22, 2013

Part #3: Permainan Tradisional

Pagi-pagi ujicoba "Sendal Batok".
Test drive kedua, di kebun Jingga.
Main karet mengasah motorik kasar juga, lho....
Mas Rafif masih penasaran dengan "Sendal Batok"
Kakak Rahma enjoy main karet bersama ibu guru.
Ular Naga Pnjangnya... wowww...seruuu

Monday, June 17, 2013

Kreasi Barang Bekas: Recycle and Having Fun

Alhamdulillah kegiatan kedua dari rangkaian Student Camp ini terlaksana dengan penuh keceriaan.  Pagi-pagi tiga orang siswa sudah datang. Sebelum jam 8, Hanun, Khalila, dan Jaifar sudah bereksplorasi di shelter-shelter belajar. Setelah itu, mereka menyiram tanaman di kebun dan asik bermain di arena outbound. 

Tak lama berselang, satu persatu siswa dan peserta lain datang. Makin seru dan dimulailah kreatifitas di Jingga. Melumuri botol bekas dan memadatkan bubur kertas di permukaannya. Bubur kertas ini sudah diwarnai dengan pewarna makanan. Jadi, aman. Yuk, kita lihat poto-potonya.

Khalila, Jaifar, dan Hanun. Datang awal dan penuh semangat. Ceria bersama di Jingga.
Menyiram tanaman di kebun.
Melumuri botol dengan bubur kertas.
Yang padat ya agar menempel dengan baik.

Sunday, June 16, 2013

Bunga Ketimun di antara Hikmah Istiqomah dan Sabar


Sejak awal bergabungnya tim Sekolah Alam Jingga, kami menanam ketimun sebagai tanaan pertama kam. menggunakan pot dan ditaruh di dua sisi saung yang berbeda rupanya menyebabkan progress pertumbuhan ketimun berbeda. tanaman-tanaman yang diletakakn di dekat pagar lebih cepat dalam segalanya. Menempelnya surai-surai, berkembangnya bunga-bunga hingga menjadi buah lebih cepat dari deretan pohon ketimun yang diletakan di sisi kanan saung Green Lab Jingga. beberapa analisa sederhana dikeluarkan. salah satunya karena tanaman di sis kanan itu kurangmendapatkan cahaya.

lihat saja batangnya yang kering. warna daun yang menguning, dan bunga-bunga yang berguguran. wajar saja untuk saya yang awam ini merasa sedih. pasalnya, saudara sepupu mereka di sis sebelah kiri sudah menghasilkan buah. bahkan, posisi mereka sudah digantikan sawi.

batangnya kering. warna daun menguning, dan bunga-bunga berguguran

tapi...biarlah. tiap pagi tanaman ketimun itu kami siram. menyaksikan daunnya yang menguning dan berpenampilan "hidup enggan, mati tak mau" memang bikin miris, tapi penjelasan Bu Danis, bahwa itu mekanisme pertahanan diri bagi tanaman ketimun untuk tetap bertahan hidup membuat saya punya sedikit harapan *haduhhh bahasanya* dan lihatlah sekarang... ternyata di bagian atas, ketika nutrisi dari sinar matahari cukup bagi pertumbuhan tanaman ini, daunnya bertumbuh lebih besar dari sedia kala. bunganya tidak gugur lagi. bunga-bunga itu berubah menjadi buah.
daunnya besar-besar
menjalar ke tempat yang memberikan nutrisi yang sesuai
wowww... inilah ayat Allah di alam raya. kebahagiaan tak terkira ini membuat saya mimp tentang ketimun dan tanaman sirih. keduanya saya pikir tak bisa bertahan, tapi lihat sekarang... mereka mengajarkan kita untuk tetap otimis. pada masanya, ketika sudah ayak dan memiliki energi cukup untuk membuktkan diri, Allah yang akan memberikan hasilnya. nikmatnya... terima kasih ya Allah...
Alhamdulillah Ketimunnya Sudah Besar
bunga-bunga pun mencapai titik sempurna; menghantarkan proses  menjadi buah.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...