Showing posts with label asal usul. Show all posts
Showing posts with label asal usul. Show all posts

Sunday, June 16, 2013

Bunga Ketimun di antara Hikmah Istiqomah dan Sabar


Sejak awal bergabungnya tim Sekolah Alam Jingga, kami menanam ketimun sebagai tanaan pertama kam. menggunakan pot dan ditaruh di dua sisi saung yang berbeda rupanya menyebabkan progress pertumbuhan ketimun berbeda. tanaman-tanaman yang diletakakn di dekat pagar lebih cepat dalam segalanya. Menempelnya surai-surai, berkembangnya bunga-bunga hingga menjadi buah lebih cepat dari deretan pohon ketimun yang diletakan di sisi kanan saung Green Lab Jingga. beberapa analisa sederhana dikeluarkan. salah satunya karena tanaman di sis kanan itu kurangmendapatkan cahaya.

lihat saja batangnya yang kering. warna daun yang menguning, dan bunga-bunga yang berguguran. wajar saja untuk saya yang awam ini merasa sedih. pasalnya, saudara sepupu mereka di sis sebelah kiri sudah menghasilkan buah. bahkan, posisi mereka sudah digantikan sawi.

batangnya kering. warna daun menguning, dan bunga-bunga berguguran

tapi...biarlah. tiap pagi tanaman ketimun itu kami siram. menyaksikan daunnya yang menguning dan berpenampilan "hidup enggan, mati tak mau" memang bikin miris, tapi penjelasan Bu Danis, bahwa itu mekanisme pertahanan diri bagi tanaman ketimun untuk tetap bertahan hidup membuat saya punya sedikit harapan *haduhhh bahasanya* dan lihatlah sekarang... ternyata di bagian atas, ketika nutrisi dari sinar matahari cukup bagi pertumbuhan tanaman ini, daunnya bertumbuh lebih besar dari sedia kala. bunganya tidak gugur lagi. bunga-bunga itu berubah menjadi buah.
daunnya besar-besar
menjalar ke tempat yang memberikan nutrisi yang sesuai
wowww... inilah ayat Allah di alam raya. kebahagiaan tak terkira ini membuat saya mimp tentang ketimun dan tanaman sirih. keduanya saya pikir tak bisa bertahan, tapi lihat sekarang... mereka mengajarkan kita untuk tetap otimis. pada masanya, ketika sudah ayak dan memiliki energi cukup untuk membuktkan diri, Allah yang akan memberikan hasilnya. nikmatnya... terima kasih ya Allah...
Alhamdulillah Ketimunnya Sudah Besar
bunga-bunga pun mencapai titik sempurna; menghantarkan proses  menjadi buah.

Wednesday, April 24, 2013

Anak Istimewa di Jingga


Alhamdulillah dua hari ini Jingga dapat kunjungan dari dua anak istimewa. Yang pertama Hyperactive dan yang kedua Border Line. Secara fisik mereka tak ada perbedaan. Namun, alangkah kasihan jika mereka bergabung dalam kelas konvensional dan tidak dilibatkan dalam pembelajaran yang "manusiawi". tahapan anak seusia mereka adalah bermain. Maka metode terefektif adalah bermain sambil belajar atau belajar sambil bermain. Apalagi dengan keistimewaan dalakm diri mereka. Manakah mungkin mereka akan berkembang secara optimal jika belajar dalam tata pendidikan yang tak "mengerti' keistimewaan mereka.

Semoga kedua anak ini (sementara, siapa tahu ada yang ndaftar lagi) bisa berkembang di Sekolah Alam Jingga sesuai dengan kecendrungan dan potensi yang melekat dalam dirinya. Berkembang seperti bunga ketimun. Eh... kok bunga ketimun ya? :p

Berikut ini saya copy paste artikel tentang anak istimewa. Yuk kita telaah bersama.

Minggu-minggu ini kami sibuk hunting sekolah lanjutan untuk Entong anakku semata wayang.

Sebelum kuceritakan lebih lanjut model sekolah gifted untuk sekolah lanjutan di Belanda ini, kuceritakan dahulu model pendekatan pendidikan anak-anak gifted SD.

Pendidikan sekolah dasar di Belanda menganut dua system, yaitu sekolah regular – dan sekolah khusus (SLB). Sekolah reguler Belanda menganut sistem pendidikan dengan pendekatan adaptif, yaitu memberikan perhatian pada keunikan setiap anak dan tawaran pendidikan harus sesuai dengan kebutuhan anak. Dengan demkikian ia melayani pendidikan inklusi, yaitu menerima anak-anak special needs belajar bersama dengan anak-anak “nonmal” lainnya. Special needs yang diterima si SD reguler ini adalah: ADHD, Austime spectrum disorder, Gifted, dan Disleksia. Sekalipun ke empat bentuk special needs itu sudah ada UU nya bahwa ia boleh masuk dalam sekolah reguler, pihak sekolah juga masih menerima anak-anak Down Syndrom, cacat primer seperti tuli ( yang sudah terlatih dengan hearing aids) dan gangguan penglihatan. Juga anak-anak dengan inteligensia borderline.
Istimewanya dirimu, Nak.
Mereka yang special needs akan mendapatkan metoda pendidikan khusus dan layanan kebutuhan pembelajaran khusus. Misalnya yang disleksia akan mendapatkan remedial teaching, kompensasi waktu (lebih lama) dan fasilitas lain seperti pita rekaman saat harus membaca, reading pen, dan komputer. Bagi yang mengalami gangguan motorik halus tidak bisa menulis dengan baik, maka ia boleh menggunakan komputer. Bagi anak yang mengalami gangguan cacat primer seperti gangguan pendengaran dan penglihatan, juga diberi kemudahan fasilitas. Untuk anak-anak gifted juga dilayani giftednessnya dengan memberikan pengkayaan, percepatan, dan pendalaman.

Semua anak dalam sekolah reguler ini haruslah mempunyai inteligensia normal ke atas. Pendekatan pendidikan yang diutamakan adalah pendekatan keharmonisan tumbuh kembang. Karena itu untuk anak-anak gifted lebih diutamakan masuk ke sekolah reguler bukan sekolah khusus anak gifted. Kelak saat di sekolah lanjutan anak-anak ini akan masuk ke dalam sekolah khusus. Walaupun begitu ada tiga bentuk sekolah untuk anak-anak gifted ini di tingkatan sekolah lanjutan.

1) Model sekolah yang menempatkan anak-anak gifted bersama anak-anak lain hingga dua tahun lamanya (dg pendekatan inklusi), baru di tahun ke tiga ia dipisahkan masuk sekolah khusus (gymansium & athenium). Bentuk sekolah bersama-sama sampai dua tahun disebut brugklas (kelas jembatan).

2) Model sekolah yang langsung dari sekolah dasar masuk ke sekolah khusus gifted, disebut gymnasium dan athenium. (Gymnasium menekankan pada bahasa dan ilmu2 sosial, athenium menekankan pada sains dan matematika). Atau kombinasi keduanya.

3) Model sekolah khusus gifted Xtra. Bentuk ini adalah model baru yang tengah dikembangkan oleh pemerintah Belanda, dengan pendekatan teori multifactor dari Kurt Heller (lihat: TEORI GIFTEDNESS ) .
Artinya ada delapan bidang ketrampilan yang perlu pengolahan. Mana yang terkuat dikembangkan, mana yang lemah dibantu agar bisa juga berkembang. Karena setiap anak dianggap mempunyai keunikan individu, maka dalam satu kelas dibuka system pendidikan yang sangat berdiferensiasi dalam materi. Untuk masuk kesini ditutut anak-anak dengan kecepatan pikir, kreativitas dan ketahanan yang tinggi.
Pelajaran diberikan secara mandiri, individual, dan menggunakan pendekatan problem based learning.

Problem based learning di Belanda dikenal sebagai pendidikan dengan pendekatan projek (project onderwijs). Kepada anak-anak ini diberi tugas yang harus dipecahkan melalui riset, kepustakaan, dan melaporkannya dalam bentuk makalah. Pokok bahasan, mereka boleh memilih sendiri mana yang menjadi minatannya. Jadi disini juga ditekankan pada konsep kebebasan, kemandirian, tetapi harus bertanggung jawab akan keberhasilan tugas. Dengan begitu dituntut ketahanan kerja yang tinggi.

Secara teoritis pendekatan model seperti ini (no 3) adalah pendekatan yang paling ideal untuk seorang anak gifted yang memang selalu mendahulukan berpikir secara konsep. Ia bisa langsung menyalurkan pemikiran-pemikirannya.

Melihat kenyataan no 3, sebagai orang tua anak-anak gifted, pada awalnya banyak yang tertarik pada pendekatan seperti ini. Ideal.
Namun melihat kenyataan lagi, bahwa anak-anak gifted adalah populasi yang beragam. Keragaman bisa terjadi sebagai akibat dari banyak hal. Bisa dilihat lagi Konsep giftedness Kurt Heller.

Semakin tinggi inteligensia si anak, akan juga terjadi ketidak sinkronan perkembangan. Ada yang perfeksionisme luar biasa akibatnya menekan potensi kreativitasnya. Ada yang sangat kreatif tetapi kurang presisi karena perfeksionismenya dihantam oleh kreativitasnya. Ada yang kadang perfek kadang kreatif sehingga susah ditebak…

Ada yang terfokus pada satu masalah, masalah lain tidak digubris.

Berbagai masalah disinkronitas ini akan mewarnai bagaimana ia dapat bekerja dalam sebuah proyek problem based learning, bagaimana reaksi anak-anak ini dalam bekerja? Bisa diperkirakan. Bagaimanapun ia seorang anak gifted tetap membutuhkan bimbingan terstruktur dan kombinasi kekebasan. Menurutku kebebasan dengan menekankan pada tanggung jawab, tetapi tanpa struktur sama sekali ... ah... saya masih tidak tega. Bagaimana dengan masalah adiministrasinya? Sekalipun ada portfolio pasti repot banget...Karena setiap anak mempunyai pekerjaan yang berbeda...
http://kelas-inklusi.blogspot.com/2008/02/problem-based-learning-untuk-gifted.html

Friday, April 19, 2013

Kunjungan ke School of Universe


Membangun sebuah sekolah, mengembangkan model pendidikan, menawarkan sistem pembelajaran yang tak familiar....bukan hal mudah, Kawan. Terlebih ketika berkaca dan bertanya pada diri sendiri, "Sebenarnya, layakkah kubermimpi setinggi itu? Sudah berapa buku yang khatam dibaca? Sudah berapa pelatihan yang menjadikan diri disebut ahli? Sudah berapa lama berpengalaman dalam dunia pendidikan? Lulusa S2 mana? Sudah berapa jurnal yang diterbitkan? Karya ilmiah lain?"
Tidak satu pun jawaban dari pertanyaan itu memiliki jawaban yang memuaskan. Tapi, tahukan Teman, siapa saya? Ya, betul sekali!  Orang nekat. Hehe... Saya pada akhirnya tidak peduli dengan itu semua. Sederhana pikiran saya, "Ingin pendidikan yang manusiawi dan ramah pada anak.”  Nekat. Harus bikin sekolah.Cita-cita yang sejak putih abu-abu itu saya tanamkan dalam diri kini mulai menampakan bentuk.
Namanya juga orang nekat. Kumpul membicarakan dan mengusahakan sebuah sekolah dengan konsep Sekolah Alam tanpa terlebih dahulu “berguru” pada masternya, Bang Lendo Novo CS. Nekat karena berbekal softcopy, buku-buku inspiratif, film-film keren, diskusi bernada miris, dan beberapa komitmen besar tak tertulis bersama orang nekat lainnya.
Jadilah Sekolah Alam Jingga yang insyaallah akan menjalankan proses belajar di tahun ini. 2013/2014. Sepupunya bernama Sekolah Alam Sarang Lebah.
Sungguh beruntung saya bertemu orang-orang shaleh-shalehah yang punya cita-cita sama. Mereka orang-orang hebat yangditurunkan Allah untuk membangun mimpi di tanah harapan. Aduh...jadi romantis begini :D
Judulnya nekat, kan  ya. So, kami merunning konsep “semau gue”. Tak memiliki pakem ala Sekolah Alam Sesungguhnya;  yang penting drill. Maju. Bergerak. Bekalnya pengetahuan serba sedikit di dunia pendidikan, pentrainingan, sedikit browsing ini itu, ujicoba, tanya orang-orang, dan diskusi harian. Kami yakin Allah akan menolong. Maka, dari sebidang tanah, berdirilah beberapa bangunan dan perangkat pendukung. Berkumpulah kami dengan calon-calon guru hebat yang dikaruniakan Allah ketakwaan dan kecerdasan luar biasa serta kecintaan terhadap dunia pendidikan.
Sebenarnya sambil jalan, kami malu-malu mendekatkan diri pada praktisi Sekolah Alam dari grup JSAN (Jaringan Sekolah Alam Nusantara). Memang pada dasarnya (fitrah) manusia yang dekat pada Allah itu memiliki kelembutan hati dan ketajaman pemikiran. Maka, bukan lagi kami yang kepedean mencoba sok kenal sok dekat tapi mereka yang mendekat dengan tidak sok dan tidak  merasa terkenal.
Beberapa menyapa duluan dan menawarkan untuk melatih para guru hebat kami. Beberapa lainnya langsung merespon dengan menanyakan lokasi, jumlah murid sekarang, dan sudah mendaftar atau belum untuk acara Jambore Sekolah Alam. Wuiiih....rasanya... luar biasa senang.  Terlebih setelah mendapat reply dari SoU (School of Universe) tentang perijinan kunjungan ke sekolah legendaris itu.
Baru dapat suratnya saja, kami merasa disambut dengan hati. Luar biasa bahasanya. Langsung berbunga-bunga.
Assalamu'alaikum wr wb
Yang di barokahi Allah SWT Keluarga Besar Sekolah Alam Jingga BekasiKami mengucapkan terimakasih atas perhatianya sehingga Sekolah Alam Jingga Bekasi dapat bersilaturahim ke School of  Universe, semoga Allah SWT memuliakan saudara di Bekasi amin.Insya Allah setelah kami bermusyawarah dan melihat kalender kegiatan di School of Universe pada hari Rabu tanggal 17 April 2013 saudara dapat bersilaturahim ke Sekolah kami, atas perhatiannya kami ucapakan Terimakasih
Wassalamu'alaikum wr wb
an. School of Universe

Ade Rosyid Salim, SP
Kami akhirnya berangkat ke Parung, Bogor. Lokasi SoU ternyata agak jauh dari Bekasi. Hihihihi... delapan orang dalam 1 mobil terdiri dari tujuh orang tim sukses SD Alam Jingga dan 1 orang perwakilan Sarang Lebah. Kami disambut Pak Rosyid yang very humble person itu. Kepala sekolah SD yang memberikan support luar biasa atas kenekatan kami menyelenggarakan pendidikan berbasis alam. Sharing ini dan itu, berkeliling ke beberapa sentra kegiatan dan sedikit “narsis” di beberapa titik sebenarnya sedikit dari kenikmatan yang Allah berikan. Hal terbaik yang kami dapatkan adalah diperbolehkannya kami belajar di SoU. Seperti apa bentuknya. Sampai saat ini kami belum tahu betul bagaimana bentuk belajarnya. Yang pasti, kami merasa sangat bersyukur pada Allah.
Sekadar nasehat pada diri sendiri. Apa pun mimpi  yang kita miliki, berusahalah sekuat hati dan sekuat tenaga untuk menjalankannya. Ya, mbuh piye carane kita harus bisa mewujudkan cita-cita itu. Biar Allah yang menunjukkan dan membukakan jalan. Yang penting bergerak terus, terus bergerak. Apa saja kita lakukan. Selancar di duia maya dan meninggalkan jejak agar terdeteksi Google, menyapa orang-orang baik yang mengisnpirasi, dan meminta doa dari orang-orang yang kita cintai. Apa saja. Menghias kelas, mengkliping ide-ide pebelajaran, membersihkan lokasi sekolah, mengadakan peprcobaan, bahkan aktif di grup whatsapp merupakan bagian dari bergerak.
Begitu saja dulu. Kita siap-siap memerah  pikiran agar ide-ide cemerlang bermunculan. Yuk, berangkat. Bergegas pada hal-hal luar biasa ^_^.
Ini Jumat... bahagianya *lohlohloh...kok ngga nyambung*

Baydewey.. ini oleh-oleh kunjungan ke SoU. Lengkapnya klik di sini

Bangunan yang kokoh dan ramah belajar.

Asik menikmati belajar sambil bermain.

Bio Gas? Hasil produksi anak-anak yang dapat dijadikan pupuk cair. Keren.

Banner penyatu hati ^_^

Wednesday, April 3, 2013

Mengenai Nama Bunga Ketimun

Nama Bunga Ketimun terinspirasi dari Gul Malakia. Sebuah nama pena milik Malala.Seorang anak perempuan yang menjadi target sasaran Taliban karena memilih untuk tetap bersekolah sekalipun dikeluarkan larangan bagi anak perempuan di wilayahnya.

Buku yang mengharukan. Benar-benar. Buku ini juga yang menginspirasi saya untuk menulis lagi. Mengungkapkan ide dlam kata-kata. menggerakannya menjadi sebuah kerja. Mengooptimasinya pada sebuah sistem. Tentu berharap suatu saat bisa mencapai titik  yang kutuju. Aamiin
*Di Jingga bunga-bunga ketimun mulai berkembang. Warnanya yang kemuning membuat semangat. Terima kasih Bu Danis dan Pak Singgih untuk rawatannya pada kebun mini Jingga.
Bumga Ketimun

Mula-mula

sebuah rutinitas ketika kumulai ngeblog. ehm...dear friends, ini entah blog keberapa yang kubuat. di sini akan kubagi segala kisah yang kuharap kelak bisa dirangkum menjadi buku. jejak perjalanan membangun jingga bersama orang-orang hebat dan baik hatinya. krikkk krikkk krikkk... :D

harapanku  menulis blog ini selain alasan pertama dan kedua tadi,
3. semoga kebiasaan menulisku bisa 'diaktifkan lagi'
4. semoga bisamenginspirasi oranglain. bagai mana pun bentuknya yang penting positif. *aminkan dong*
5. semoga jika jadinya balik lagi blogacholick... seimbang dengan kebermanfaatan jangka panjang. *terlalu filosofis dan agak ngga jelas :D*

begitu saja dulu. bismillah...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...