Showing posts with label jingga lifeschool. Show all posts
Showing posts with label jingga lifeschool. Show all posts

Saturday, August 15, 2015

Apa Yang Sudah Diberikan para Traveler?

Sumber: beforeyoubackpack.com
Meng-google tulisan tentang backpacking atau traveling sangat mudah. Menyusun rencana perjalanan melalui data atau sekadar ikut menikmati tulisan yang disebar di dunia maya itu lumayan menantang adrenalin dan menyisakan pertanyaan, "Kapan ya bisa ke sana? Apa ya rasanya tinggal di sana? Makanan itu terlihat enak... Halal ngga ya? Berapa lama saya nabung untuk bisa ke sana?" Pertanyaan demi pertanyaan muncul mendesak diri untuk "minimal" bertekad kuat bisa mengembara ke tempat-tempat itu. Ya minimal, lah...maksimalnya bisa punya property di sana. Hihihi...

Jujur aja nih...JET juga belajar banyak dari para blogger yang traveler. Alhamdulillah bekalnya sudah banyak nih. Stay tune ya. JEt siap-siap berbagi informasi untuk teman-teman semua.


Anyway... orang Indonesia sekarang gemar bepergian ke luar negri lho. Ini dia terkaan kami mengenai sebabnya:

harga tiket penerbangan internasional (utamanya negara tetangga) lebih murah dari pada traveling ke luar negri.
Terima kasih pada AirAsia untuk penerbangan lowcost nya ;)

Tapi... tidak semua orang suka dan mendukung hobby orang Indonesia ke luar negri. Yang tidak suka sebagian berpikir bahwa kita menyumbang devisa ke pada negara tetangga. Suara yang bernada benci  ini seolah melabeli para traveler sebagai pengkhianat bangsa, tidak nasionalis, dsb.


Apakah benar, bahwa mereka yang traveling ke luar negri itu merusak tata perekonomian dan tidak cinta tanah air? Apakah yang membenci itu sudah memberikan yang terbaik bagi masa depan bangsa?


Lihatlah. Para  traveler membuat tulisan yang berbobot berisi review lokasi, kuliner, budaya, itinerary, jalur perjalanan, tips ini dan itu, sehingga para pembaca bisa seolah mengikuti perjalanannya. Mereka akan mempertimbangkan dengan matang berdasarkan data yang diperoleh mengenai tempat menginap hingga budget yang dipersiapkan. Para traveler membantu para pembaca blognya mencoba menemukan dunia baru.


Apakah sudah cukup? Apakah cukup mengupload kegembiraan dan ketakjubannya yang luar biasa di media sosial?  Tidak! Para traveler sebaiknya mereview apa-apa yang bisa diterapkan di sini, di Indonesia. Menjadi bagian dari solusi. Kita melihat negara lain begitu teratur, bersih, dan tertata apik. Lalu apa yang bisa kita lakukan, mulai lah menginspirasi. Lakukan perubahan dengan menjadi bagian dari solusi. Dimulai dari diri sendiri, semoga perjalanan yang mereka lakukan menjadikan para traveler ini pribadi yang lebih baik seperti yang di postLiburMulu.Com



1. Orang yang suka traveling akan sering menemui sebuah perbedaan, entah Suku maupun Agama. Sehingga membuatnya menjadi sosok yang begitu menghargai perbedaan
2. Traveling dapat menjadikan kalian pribadi yang mandiri dan tidak mudah bergantung pada siapapun
3. Kegiatan traveling harus dilaksanakan secara disiplin, sehingga dapat melatihmu menjadi orang yang tepat waktu
4. Sosok yang suka traveling tentu tidak akan banyak mengeluh, sehingga kalian dapat hidup dengan santai dan tanpa tekanan
5. kalian yang sering traveling tidak akan gentar menghadapi tantangan, meskipun harus keluar dari zona nyaman demi mencapai sebuah mimpi
6. Karena di perjalanan akan menemui orang-orang baru, traveling dapat menempamu jadi pribadi yang ramah dan tidak kaku
7. Traveling juga dapat menjadikanmu pribadi yang solutif, tidak akan mudah panik ketika menghadapi masalah yang tak diprediksi

dilayarkan juga di http://jinggaedutrip.blogspot.com/2015/08/apa-yang-sudah-diberikan-para-traveler.html

Tuesday, September 30, 2014

PAUD dan Daycare Little Oren: Sebuah Mimpi

Mimpi kami adalah menyelenggarakan daycare dengan pola pendidikan PAUD. Awalnya kami nakana Little Jingga tapi sekarang menjadi Little Oren. Semoga tidak berubah lagi ya ;) hehe... Selamat membaca dan jangan lupa mendoakan kai ya...

Pendahuluan
Usia dini adalah masa yang penting, karena pengalaman yang dialami anak pada masa awal pertumbuhan dan perkembangannya akan berdampak pada kehidupannya di masa yang akan datang. Awal kehidupan anak merupakan masa yang paling tepat dalam memberikan dorongan atau upaya pengembangkan agar anak dapat berkembang secara optimal.  Oleh karena itu pada masa usia dini perlu dilakukan upaya pendidikan yang meliputi program stimulasi, bimbingan, pengasuhan, dan kegiatan pembelajaran untuk mengembangkan berbagai potensi melalui lembaga pengembangan kurikulum.

Ruang lingkup kerangka pengembangan kurikulum pendidikan anak usia dini juga meliputi kegiatan Non Formal, yaitu :
a. Taman Penitipan Anak
TPA adalah salah satu bentuk PAUD ini jalur pendidikan non formal yang menyelenggarakan program pendidikan sekaligus pengasuhan dan kesejahteraan anak sejak usia 6 bulan sampai dengan usia 6 tahun.
b. Kelompok Bermain
Kelompok bermain adalah salah satu bentuk PAUD jalur pendidikan nonformal yang menyelenggarakan program pendidikan bagi anak usia 2 sampai 6 tahun
c. Satuan PAUD Sejenis/SPS
Satuan PAUD Sejenis adalah salah satu bentuk PAUD jalur pendidikan non formal selainTPA dan KB.

Bermain bagi anak usia dini adalah belajar yang dilakukan berulang-ulang dan menimbulkan kesenangan/ kepuasan bagi diri anak. Adapun manfaat bermain, antara lain:
• Memberikan kesempatan untuk mencoba hal baru melalui eksplorasi dan penemuan dalam belajar melalui bermain.
• Mengaplikasikan kenyataan dalam representasi simbolis
• Memberikan kesempatan untuk memecahkan masalah
• Mengembangkan rasa egosentris ke rasa sosial
• Belajar bekerjasama dengan teman sebaya atau anak lain melalui bermain kooperatif.
• Mengembangkan kreativitas

Melalui upaya ini anak akan memperoleh sejumlah pengalaman belajar secara langsung (real learning), bermakna (meaningfull) dan konstruktif. Oleh karena itu, Sekolah Alam Jingga memandang perlunya dibuat sekolah untuk anak usia dini yang selanjutnya akan kami sebut Little Jingga Preschool and Daycare.

Ide dasarnya adalah pendidikan pada anak dilakukan dengan mengajak anak dalam suasana sesungguhnya melalui belajar pada lingkungan alam sekitar yang nyata. Bentuk pengajaran ini dilakukan sebagai upaya menentang bentuk pengajaran yang cenderung intelektualisme dan verbalistik. Melalui bentuk pengajaran ini akan tumbuh keaktifan anak dalam mengamati, menyelediki serta mempelajari lingkungan. Kondisi lingkungan yang sesungguhnya juga akan menarik perhatian spontan anak sehingga anak memiliki pemahaman dan kekayaan pengetahuan yang bersumber dari lingkungannya
sendiri. Bahan-bahan pengajaran yang ada pada lingkungan sekitar anak akan mudah
diingat, dilihat, dan dipraktikan sehingga kegiatan pengajaran menjadi berfungsi secara
praktis.

Dasar Filosofis
Filosofis dasar Little Jingga yang pertama adalah pandangan bahwa kegiatan pendidikan (sekolah atau kurikulum) harus dapat membantu anak mengembangkan berbagai potensi perkembangan yang dipergunakan untuk beradaptasi secara kreatif dengan lingkungan alam.

Filosofis pendidikan berikutnya adalah bahwa kegiatan pembelajaran yang berbasis pada
lingkungan alam akan membantu menumbuhkan otoaktivitas atau Autoactivity (aktivitas
yang tumbuh dari dalam diri) anak sehingga dimungkinkan terjadi proses active learning
(belajar secara aktif).

Filosofis ketiga dalam pembelajaran berbasis alam adalah pandangan bahwa lingkungan
alam akan memberikan sejumlah pengalaman belajar langsung (real learning) dan/atau
pembelajaran secara nyata (real instructions).

Filosofis keempat, konsep pembelajaran berbasis alam akan memberikan suasana atau
kesempatan pada anak untuk mengembangkan kepekaan, kepedulian atau sensitivitas
terhadap berbagai kondisi lingkungan alam.

Filosofis kelima, konsep pembelajaran berbasis alam akan membantu anak memperoleh
proses dan hasil belajar yang bermakna (meaningfull learning) serta pembelajaran yang
fungsional praktis (practical and functional intruction).

Pendekatan dalam Pembelajaran
Beberapa pendekatan yang dapat dijadikan rujukan dalam pembelajaran di Little Jingga
dapat diuraikan secara singkat sebagai berikut :

1. Pendekatan Pedosentris (Paedos berarti kesanggupan atau kemampuan anak, sentries
artinya berpusat) sering dikenal dengan learner centered yakni cara memandang
kegiatan pembelajaran yang bertumpu atau bertitik tolak dari kesanggupan atau
kemampuan anak sebagai individu yang belajar. Bahan atau materi pembelajaran dapat diperoleh anak dari sumber belajar yang ada di lingkungan sekitar.
2. Pendekatan Child Centered meyakini bahwa murid atau anak memiliki kemampuan
sendiri melalui berbagai aktivitas dalam mencari, menemukan, menyimpulkan serta
mengkomunikasikan sendiri berbagai pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai.
3. Pendekatan Discovery (penemuan) dikenal juga dengan istilah pendekatan penemuan. Pendekatan ini mempunyai cara pandang yang memusatkan kegiatan pembelajaran pada upaya atau aktivitas anak didik untuk menemukan sendiri berbagai aspek pengetahuan,
keterampilan dan nilai-nilai melalui berbagai pengalaman yang dirancang dan diciptakan guru.
4. Pendekatan Proses dalam pembelajaran berbasis alam mengisyaratkan bahwa kegiatan
pembelajaran lebih mengedepankan pentingnya proses belajar sebagai proses pemerolehan berbagai ragam pengetahuan, nilai-nilai dan keterampilan oleh anak sendiri.
5. Pendekatan Kongkrit merupakan cara pandang dalam proses pembelajaran yang lebih
mengupayakan pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan proses yang kongkrit.
Melalui pendekatan ini, proses pembelajaran akan diupayakan sedemikian rupa
sehingga menjadi suatu yang kongkrit bagi anak, terutama menjadi hidup dalam
kehidupan sehari-hari.
6. Pendekatan Tematik merupakan suatu cara pandang dalam menyelenggarakan
pembelajaran yang menggunakan berbagai konteks dalam kehidupan anak sehari-hari.
Konteks itu sendiri terdiri dari benda, peristiwa, keadaan atau pengalaman yang berada
dalam kehidupan sehari-hari dan mungkin dialami oleh anak pada suatu waktu.

Metode Pembelajaran
Metode yang digunakan dalam pembelajaran berbasis alam di Little Jingga adalah:
1. Circle Time adalah salah satu metode belajar yang dapat digunakan dengan membuat formasi setengah lingkaran dimana guru dengan anak dapat berinteraksi secara langsung.
2. Metode proyek merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang menghadapkan anak
     pada persoalan sehari-hari yang ada dan harus dipecahkan baik secara individu
     maupun berkelompok.
3. Metode penemuan terbimbing lebih menekankan pada pengalaman belajar agar anak
     dapat menghasilkan pemecahan khusus, agar anak mampu menghubungkan dan
     membangun konsep melalui interaksi dengan orang lain dan objek.
4. Metode diskusi yaitu menunjukan interaksi timbal balik antara guru dan anak, guru
     berbicara kepada anak berbicara pada guru, dan anak berbicara dengan anak yang
     lainnya.
5. Metode demonstrasi melibatkan satu orang anak untuk menunjukan kepada anak yang
     lain bagaimana bekerjanya sesuatu dan bagaimana tugas-tugas itu dilaksanakan. Guru
     menggunakan metoda demonstrasi untuk menggambarkan sesuatu yang akan
     dilakukan oleh anak.
6. Belajar kooperatif (Cooveratif learning) dapat diartikan anak-anak bekerjasama dalam
     kelompok kecil setiap anak dapat berpartisipasi dalam tugas-tgas bersama yang telah
     ditentukan dengan jelas tidak terus menerus dan diarahkan oleh guru melalui belajar
     kooperatif melibatkan anak untuk berbagi tanggung jawab
7. Metode eksploratori, metoda ini memungkinkan anak mengembangkan penyelidikan
     langsung yang berjalan dengan langkah-langkah sendiri, membuat keputusan apa yang
     telah dilakukan, bagaimana melakukannya dan kapan melakukannya melalui prakarsa
     sendiri anak meneliti orang, tempat, objek, peristiwa, sehingga anak dapat membangun
     pengetahuannya sendiri.
8. Metode problem solving (pemecahan masalah)
     Pemecahan masalah merupakan suatu metoda yang memberi kesempatan kepada anak
     untuk memecahkan masalah sederhana melalui kegiatan merencanakan, meramalkan,
     membuat keputusan, mengamati hasil tindakannya.
9. Museum Anak (Child Museum)
     Museum anak yang dimaksud di sini adalah kegiatan yang dilakukan anak melalui
     kegiatan pengumpulan benda-benda yang ada di lingkungan sekitarnya dan memamerkannya.

Berdasarkan hal-hal yang telah dipaparkan, Little Jingga melakukan proses pembelajaran berbasis alam dengan memperhatikan sejumlah prinsip yang mendasarinya. Prinsip-prinsip yang dimaksud di antaranya adalah :
1. Berpusat pada perkembangan anak dan optimalisasi perkembangan
2. Membangun kemandirian anak
3. Belajar dari lingkungan alam sekitar
4. Belajar dan bermain dari lingkungan sekitar
5. Memanfaatkan sumber belajar yang mudah dan murah
6. Pembelajaran menggunakan pendekatan tematik
7. Membangun kebiasaan berpikir ilmiah sejak usia dini
8. Pembelajaran inspiratif, menarik, kreatif dan inovatif
9. Memberikan ruang bagi anak untuk belajar secara aktif (active learning).

Sekolah Alam Jingga Tingkat Menengah menggunakan Kurikulum Nasional dan kekhasan Jingga, yaitu menekankan pada 5 Konsep Dasar:
1. Akhlak & Leadership
2. Bisnis & Lifeskills
3. Seni & Kreatifitas
4. Lingkungan & Konservasi
5. Logika & Pengetahuan



Thursday, July 4, 2013

Belajar Menjadi Petani (atau Tukang Kebun ya?)

Pagi-pagi saya nulis status dan share di grup:

Salam pagi... memberanikan diri untuk bersuar di sini. Hehehe...newbie memang pemalu. Saya ikut beberapa grup tentang hidroponik danmenjadi sangat terinspirasi. Terlebih saat ini sedang mengelola Sekolah Alam di Bekasi Utara. Jujur baru kali itu saya pegang biji-biji sayuran dan menanamnya (di tanah). Rasanya ada sesuatu yang "tumbuh" juga di hati sayabegitu lihat biji2 itu bertunas, makin hijau, dan siap panen. Mudah2an siswa kami nanti juga excited seperti saya  
Mohon bimbingan para master di sini karena dalam pembelajaran nanti saya akan banyak bereksperimen bersama siswa di Sekolah Alam Jingga. *maaf kepanjangan. hehhehe*


Asli deh pede banget saya. hehehe... tapi alhamdulillah dapat tanggapan yang bagusdari para mimin. Beneran nda ya mereka mau ke jingga? hehehe... ini dia grupnya. Klik di sini ya.

Ohya, buat yang penasaran dengan poto-poto sayuran di Sekolah Alam Jingga:

Jadi ingat sayur bening campur tahu ya kalau lihat sawi segar-segar begini.
Kangkungnya sehat banget, padahal ngga pernah ke Posyandu alias organik nih.
Perkiraan, timun suri ini baru bisa dipanen 2 bulan lagi.
Wah, tidak bisa  dikonsumsi Ramadhan dong :(
Ini saya dan Bu Ria yang cangkul. Keren, kan?
Heheheh... pasang policeline dulu biar ngga ada yang ganggu

Monday, July 1, 2013

Jingga's Camp 29-30 Juni 2013

Jingga's Camp merupakan proyek gabungan, sebagai acara perdana Jingga Learning Center sekaligus bagian dari rekruitment siswa baru Sekolah Alam Jingga. Sebagai acara puncak dari Student Camp, keceriaan yang ditunggu-tunggu akhirnya benar-benar dapat dinikmati.

Tujuan Jingga's Camp ini sederhana sebenarnya. Menciptakan sebuah moment berharga bagi Ananda untuk merasakan kehidupan mandiri dan serba berbeda dengan kesehariannya namun tetap ceria.

Sesi pertama Jingga's Camp ini adalah outbound low impact, menyebrangi jembatan bambu di atas kolam kecil, tiarap di bawah jaring laba-laba (walau banyak yang merangkak, bukan tiarap. hehe...), kemudian dilanjutkan dengan membawa kelereng dengan sendok yang digigt.
Menyebrangi jembatan bambu.
Lho kok merangkak?  :D 
Membawa kelereng dengan menggigit sendok.
Senangnya habis main outbound.
Semua tampak senang walau pakaian menjadi kotor. Usia peserta yang sebagian besar adalah siswa Sekolah Alam Jingga ini antara enam hingga dua belas tahun. Beberapa di antaranya belum pernah bermalam  di luar rumah tanpa orang tua. Namun, dengan acara yang padat dan menyenangkan...kesedihan yang sempat mereka rasakan menjadi sirna berganti keakraban dan kasih sayang.
Malam hari juga menjadi bagian yang tak kalah seru. Mereka khusyuk shalat berjamaah dan setelah itu asik menikmati makan malam yang unik. Nasi yang dibakar di api unggun menggunakan bambu mereka santap di alam terbuka.

Setelah makan, para peserta menonton film edukatif bersama-sama. Layar yang dipasang di depan saung, karpet yang digelar di atas rumput, dan rasa penasaran yang muncul... memicu munculnya sensasi tersendiri. Tak lama, hanya satu jam setelah itu peserta Jingga's Camp dipersilahkan masuk ke tenda untuk tidur. Beberapa masih gelisah dengan kondisi yang serba tak nyaman, namun beberapa tampak sudah asik dan terlelap "terbang ke alam mimpi".
Persiapan shalat berjamaah.
Dibalik-balik agar lekas matang.
Menanti makan malam. Bakar nasi di api unggun.
Nonton film edukatif bersama.
Suasana di dalam tenda.
Pagi-pagi aktifitas dimulai pukul 03.30. Beberapa di antara peserta sudah bangun dan shalat qiyamul lail dan dilanjutkan dengan shalat subuh. Tak lama setelah merapikan perlengkapan shalat, peserta berkumpul di lapangan untuk peregangan dan tracking ke beberapa titik. Inti perjalanan kali ini adalah menanamkan kepedulian anak terhadap lingkungan. Mereka memungut sampah di jalan yang mereka lalui. mengumpulkannya dalam trash bag dan kembali ke camp dengan semangat menjaga kebersihan.
Penasaran dengan hasil bakaran tadi malam.
Mengucapkan yelyel sebelum tracking pagi.
Pos kedua, mendapat tugas untuk membersihkan lingkungan.
Para penyelamat lingkungan istirahat dulu.
Pasukan cantik yang peduli lingkungan.
Menemukan sampah di jalan, dipungut, dan dikumpulkan di kantong pelastik.
Kelompok yang sudah lebih dulu kembali melakukan "operasi semut" di area campin, lalu mandi dan kembali bermain di arena outbound.  

Akrab menikmati makan pagi bersama.
Mencuci piring sendiri setelah makan.
Setelah pakaian mereka kembali bersih, para peserta menikmati makanan kecil dan dilanjutkan dengan sarapan. Bagian yang tak kalah seru adalah ketika kakak-kakak mendapat tugas membagikan makanan pada adik-adiknya yang berbaris dengan rapi membawa perlengkapan makan sendiri.
Kakak membantu menuangkan makanan ke piring adik-adik di  Jingga's Camp
Membersihkan ruangan bersama. Tetap ceria.
Makan pagi kali itu sangat sederhana, namun sarat dengan vitamin dan gizi yang tinggi. Sayur bayam, tempe goreng, dan buahnya semangka. Semua anak lahap dan menghabiskan makanannya. Setelah makan, mereka pun mencuci sendiri perlengkapan makan yang mereka pakai. Sekali lagi, mereka mengantri dengan sabar. Lihatlah anak-anak kecil ini menjadi pribadi yang mandiri.
Kami semua kembali berkumpul dan menyimpulkan beberapa hikmah yang kami dapatkan. Sebelum penutupan, semua anak membersihkan kembali area camp agar kembali rapi seperti semua.

Jadi...semua sudah bersenang-senang. Penyematan badge dan pemberian farewell snack mengakhiri pertemuan yang manis di Jingga's Camp. Insyaallah ramadhan ini JLC akan kembali mengadakan acara yang serupa dengan pengorganisasian yang lebih baik lagi?

Tertarik? Hubungi Sekolah Alam Jingga atau Jingga Learning Center ya.

Wah, disematkan badge. Peserta senang semua.
Berpoto bersama setelah penutupan.
Bekas api unggun.  Jejak pertama camping.
Tenda setelah ditinggalkan peserta. :)

Monday, June 24, 2013

Jingga di Waktu Malam

Suasana yang sangat berbeda di Jingga kala malam.
Tampak sejuk dan menyenangkan.
Kakak Jingga bersama Pengurus Jingga Foundation. Akrab ^_^
Subhanallah... indahnya...
Kakak Jingga sebelum persiapan untuk performance.
Baru latihan saja sudah menarik perhatian.
Pagi hari sebelum kembali ke rumah masing-masing... kita photo dulu ya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...