Showing posts with label jingga foundation. Show all posts
Showing posts with label jingga foundation. Show all posts

Monday, July 1, 2013

Jingga's Camp 29-30 Juni 2013

Jingga's Camp merupakan proyek gabungan, sebagai acara perdana Jingga Learning Center sekaligus bagian dari rekruitment siswa baru Sekolah Alam Jingga. Sebagai acara puncak dari Student Camp, keceriaan yang ditunggu-tunggu akhirnya benar-benar dapat dinikmati.

Tujuan Jingga's Camp ini sederhana sebenarnya. Menciptakan sebuah moment berharga bagi Ananda untuk merasakan kehidupan mandiri dan serba berbeda dengan kesehariannya namun tetap ceria.

Sesi pertama Jingga's Camp ini adalah outbound low impact, menyebrangi jembatan bambu di atas kolam kecil, tiarap di bawah jaring laba-laba (walau banyak yang merangkak, bukan tiarap. hehe...), kemudian dilanjutkan dengan membawa kelereng dengan sendok yang digigt.
Menyebrangi jembatan bambu.
Lho kok merangkak?  :D 
Membawa kelereng dengan menggigit sendok.
Senangnya habis main outbound.
Semua tampak senang walau pakaian menjadi kotor. Usia peserta yang sebagian besar adalah siswa Sekolah Alam Jingga ini antara enam hingga dua belas tahun. Beberapa di antaranya belum pernah bermalam  di luar rumah tanpa orang tua. Namun, dengan acara yang padat dan menyenangkan...kesedihan yang sempat mereka rasakan menjadi sirna berganti keakraban dan kasih sayang.
Malam hari juga menjadi bagian yang tak kalah seru. Mereka khusyuk shalat berjamaah dan setelah itu asik menikmati makan malam yang unik. Nasi yang dibakar di api unggun menggunakan bambu mereka santap di alam terbuka.

Setelah makan, para peserta menonton film edukatif bersama-sama. Layar yang dipasang di depan saung, karpet yang digelar di atas rumput, dan rasa penasaran yang muncul... memicu munculnya sensasi tersendiri. Tak lama, hanya satu jam setelah itu peserta Jingga's Camp dipersilahkan masuk ke tenda untuk tidur. Beberapa masih gelisah dengan kondisi yang serba tak nyaman, namun beberapa tampak sudah asik dan terlelap "terbang ke alam mimpi".
Persiapan shalat berjamaah.
Dibalik-balik agar lekas matang.
Menanti makan malam. Bakar nasi di api unggun.
Nonton film edukatif bersama.
Suasana di dalam tenda.
Pagi-pagi aktifitas dimulai pukul 03.30. Beberapa di antara peserta sudah bangun dan shalat qiyamul lail dan dilanjutkan dengan shalat subuh. Tak lama setelah merapikan perlengkapan shalat, peserta berkumpul di lapangan untuk peregangan dan tracking ke beberapa titik. Inti perjalanan kali ini adalah menanamkan kepedulian anak terhadap lingkungan. Mereka memungut sampah di jalan yang mereka lalui. mengumpulkannya dalam trash bag dan kembali ke camp dengan semangat menjaga kebersihan.
Penasaran dengan hasil bakaran tadi malam.
Mengucapkan yelyel sebelum tracking pagi.
Pos kedua, mendapat tugas untuk membersihkan lingkungan.
Para penyelamat lingkungan istirahat dulu.
Pasukan cantik yang peduli lingkungan.
Menemukan sampah di jalan, dipungut, dan dikumpulkan di kantong pelastik.
Kelompok yang sudah lebih dulu kembali melakukan "operasi semut" di area campin, lalu mandi dan kembali bermain di arena outbound.  

Akrab menikmati makan pagi bersama.
Mencuci piring sendiri setelah makan.
Setelah pakaian mereka kembali bersih, para peserta menikmati makanan kecil dan dilanjutkan dengan sarapan. Bagian yang tak kalah seru adalah ketika kakak-kakak mendapat tugas membagikan makanan pada adik-adiknya yang berbaris dengan rapi membawa perlengkapan makan sendiri.
Kakak membantu menuangkan makanan ke piring adik-adik di  Jingga's Camp
Membersihkan ruangan bersama. Tetap ceria.
Makan pagi kali itu sangat sederhana, namun sarat dengan vitamin dan gizi yang tinggi. Sayur bayam, tempe goreng, dan buahnya semangka. Semua anak lahap dan menghabiskan makanannya. Setelah makan, mereka pun mencuci sendiri perlengkapan makan yang mereka pakai. Sekali lagi, mereka mengantri dengan sabar. Lihatlah anak-anak kecil ini menjadi pribadi yang mandiri.
Kami semua kembali berkumpul dan menyimpulkan beberapa hikmah yang kami dapatkan. Sebelum penutupan, semua anak membersihkan kembali area camp agar kembali rapi seperti semua.

Jadi...semua sudah bersenang-senang. Penyematan badge dan pemberian farewell snack mengakhiri pertemuan yang manis di Jingga's Camp. Insyaallah ramadhan ini JLC akan kembali mengadakan acara yang serupa dengan pengorganisasian yang lebih baik lagi?

Tertarik? Hubungi Sekolah Alam Jingga atau Jingga Learning Center ya.

Wah, disematkan badge. Peserta senang semua.
Berpoto bersama setelah penutupan.
Bekas api unggun.  Jejak pertama camping.
Tenda setelah ditinggalkan peserta. :)

Monday, June 24, 2013

Jingga di Waktu Malam

Suasana yang sangat berbeda di Jingga kala malam.
Tampak sejuk dan menyenangkan.
Kakak Jingga bersama Pengurus Jingga Foundation. Akrab ^_^
Subhanallah... indahnya...
Kakak Jingga sebelum persiapan untuk performance.
Baru latihan saja sudah menarik perhatian.
Pagi hari sebelum kembali ke rumah masing-masing... kita photo dulu ya ^_^

Monday, June 17, 2013

Kreasi Barang Bekas: Recycle and Having Fun

Alhamdulillah kegiatan kedua dari rangkaian Student Camp ini terlaksana dengan penuh keceriaan.  Pagi-pagi tiga orang siswa sudah datang. Sebelum jam 8, Hanun, Khalila, dan Jaifar sudah bereksplorasi di shelter-shelter belajar. Setelah itu, mereka menyiram tanaman di kebun dan asik bermain di arena outbound. 

Tak lama berselang, satu persatu siswa dan peserta lain datang. Makin seru dan dimulailah kreatifitas di Jingga. Melumuri botol bekas dan memadatkan bubur kertas di permukaannya. Bubur kertas ini sudah diwarnai dengan pewarna makanan. Jadi, aman. Yuk, kita lihat poto-potonya.

Khalila, Jaifar, dan Hanun. Datang awal dan penuh semangat. Ceria bersama di Jingga.
Menyiram tanaman di kebun.
Melumuri botol dengan bubur kertas.
Yang padat ya agar menempel dengan baik.

Thursday, June 6, 2013

Catatan Perjalanan Menuju Muara Gembong

Hari ini trip yang luar biasa kami lakukan. Ke Muara Gembong! Mau tau cerita lengkapnya? Kita baca dulu deh Catatan Pak Guru Isnan dari WhatsApp:

Estimasi perjalanan 2-3 jam,kalau cepat bisa 1,5 jam, start dari Jingga, speedometer motor saya kira2 bolak balik memakan jarak kurang lebih 60km start kebalen dan finish Jingga
Kondisi jalan dah lumayan "rapih" berbatu,beberapa titik yg dibanjiri rob,tapi itu sudah dekat dengan kampung
Jembatan pertama bisa digunakan untuk area pengenalan
Jembatan kedua bisa jadi jalur alternatif ke pantai via perahu
Langsung koordinasi ke lurah darman,orangnya open minded, eks aktivis,
Ada "wisata kuliner" yg bisa digarap:bandeng sosis,ikan asin,terasi,bakso ikan,agar2,dll
Ada juga tambak dan budidaya rumput laut
Bisa ke pulau damar atau pulo kuntul, dipulau kuntul jarak agak dekat ada sekitar 50kk.kalau pulau damar sekitar 2,5 jam kapal biasa dan 1,5 jam speedboat
Bisa pakai rumah sekitar untuk bermalam, tinggal teknis mau kasih apa ke masing2 rumah
Bisa ikut aktivitas nelayan,bahkan kalau mau aktivitas "serok" yg dimulai pukul 2 pagi
Untuk kekawasan budidaya mangrove jalurnya cuma pakai perahu, alternatif jalan darat sepertinya tidak ada kecuali pada saat kering
Untuk saat2 terbaik budidaya mangrove sekitar bulan agustus sept, karena kawasannya agak dangkal bahkan kering
Disarankan juga kalo kesana jangan pas ayamul bidh dan bulan mati, karena pasang sedang naik2nya
Potensi bisnis : kawasan wisata,buat paket2 wisata pendidikan,bikin kano2 untuk track air payau,kuliner khas pesisir,dll

Bang Komarudin, Pak Isnan, dan Pak Kamal di pemberhentian pertama
Nelayan di dekat jembatan Dung Aing menambatkan perahunya.
Pengeboran Minyak

Tuesday, June 4, 2013

Jingga Go Green and Edu Tour

Di era ini, kesadaran akan arti penting penghijauan sangat minim. Kesadaran  akan pentingnya menjaga lingkungan pun sama kurangnya. Masyarakat semua kalangan bahkan anak-anak sekolah kita benar-benar tidak sadar bahwa membuang sampah sembarangan dapat berakibat fatal pada lingkungan. Kondisi ini bermula dari tidak hiraunya kita dalam mengajarkan pelestarian lingkungan di lingkungan keluarga dan sekolah seperti penggunaan air yang seenaknya, makanan yang dibuang percuma, pembelian barang-barang konsumtif yang tidak perlu, dan lainnya. Lingkungan sekolah yang gersang, budaya membuang sampah yang tidak tertanam, dan kurangnya kepedulian untuk menjadikan penghijauan bagian dari kehidupan pun  sebenarnya titik kritis bagi pendidikan kita.

Banyak sekali yang bisa kita ajarkan pada mereka, mulai dari pelajaran bercocok tanam di petak kecil, membuat kompos dari daun-daun pohon berserakan serta sisa makanan, lalu menganjurkan anak-anak agar memakai kendaraan umum atau berjalan kaki dan bersepeda ke sekolah. Oleh karena itu diperlukan ruang hijau bagi siswa untuk bereksplorasi, menikmati oksigen mempelajari lingkungan dan menjadi bagian penting pelesatariannya.  Langkah ini kita terapkan karena lebih mudah merubah anak-anak Dari beberapa manfaat yang bisa kita dapatkan dari penyediaan lahan hijau adalah:

Manfaat estetis (keindahan) : Pohon memiliki beberapa bentuk tajuk yang khas, sehingga menciptakan keindahan tersendiri. Struktur bangunan tanpa diimbangi dengan pohon, akan terasa gersang, sebaliknya apabila di sekitarnya di tanami pohon serta di tata dengan baik akan nampak hijau dan asri.

Manfaat Orologis : Akar pohon dan tanah merupakan satu kesatuan yang kuat, sehingga mampu mencegah erosi atau pengikisan tanah.

Manfaat Hidrologis : tanaman akan menyerap air hujan. Dengan demikian, banyaknya pohon akan menjadikan daerah persediaan air tanah yang dapat memenuhi kehidupan manusia dan makhluk lainnya.

Manfaat Klimatologis : banyaknya pohon akan menurunkan suhu setempat, sehingga udara sekitarnya akan menjadi sejuk dan nyaman.

Manfaat Edaphis : Di lingkungan yang penuh dengan pohon, satwa akan hidup dengan tenang karena lingkungan demikian memang sangat mendukung.

Manfaat Ekologis : Kelompok pohon atau tanaman, air, dan binatang adalah bagian dari alam yang dapat memberikan keseimbangan lingkungan.

Manfaat Protektif : Pohon dapat memberikan perlindungan, misalnya terhadap terik sinar matahari, angin kencang, penahan debu, peredam suara, dan melindungi mata dari silau.

Manfaat Hygienis : sifat pohon pada siang hari menghasilkan O2 (oksigen) yang sangat di perlukan oleh manusia, dan sebaliknya dapat menyerap CO2 (karbondioksida) yaitu udara kotor hasil gas buangan sisa pembakaran. Jadi secara hygienis, pohon sangat berguna bagi kehidupan manusia.

Manfaat Edukatif : Berbagai jenis pohon yang ditanam merupakan laboratorium alam.
(dari beberapa sumber)

Jingga mengambil bagian dalam penghijauan lahan dan pelestarian ekosistem. Pembuatan lahan bermain dan lingkungan sekolah yang menyatu dengan alam menjadi pembuktian akan misi ini. Go Green dan belajar dari alam adalah satu kesatuan yang harmonis. kami yakin keberadaan Sekolah Alam Jingga ini akan menambah keberkahan bagi semua. Berbagai manfaat yang telah disebutkan insyaallah akan didapat dari penyelenggaraan pendidikan di Jingga. Anak bangsa terdedah dengan pendidikan manusiawi, lingkungan kembali ke fitrahnya yang asri.

Pagi hari di Jingga, warga Jingga akan asik berjibaku dengan alam. Merawat tanaman dan hewan yang dipelihara di kolam dan kandang. Setelah itu kembali ke shelter untuk shalat duha dan belajar membaca Al Quran juga mempelajari insight kalimat Allah. Keseruan lainnya menyusul ketika mereka asik mengeksplorasi ilmu di area belajar Jingga atau outing di beberapa titik yang telah ditentukan.

Datanglah ke Jingga. Di sana akan ditemukan lingkungan yang bersih dan asri. pepohonan yang rindang menciptakan suasana menyenangkan dan bahagia di hati. Ada anak-anak yang peduli lingkungan dan santun. Akan ditemukan pula Lahan untuk Jingga’s Camp,  Green House, dan Saung-saung yang asri dan nyaman. Beberapa program pun akan digulirkan untuk menyebarkan manfaat lebih luas. Mereka yang merasakan manfaatnya pun lebih banyak lagi, tidak hanya anak-anak yang terdaftar di jingga saja. Alhamdulillah dukungan pun diberikan dari pakar-pakar pendidikan Sekolah Alam.

Anak-anak lain dapat menikmati fasilitas di Sekolah Alam Jingga. Semoga Rahmatan Lil Alamin.
Didukung oleh pakar pendidikan Sekolah Alam dan praktisi yang bekerja tanpa pamrih.
Anak yang santun dan sayang sesama. peduli lingkungan dan kreatif memanfaatkan sumber daya.
Saung yang asri dan nyaman di Jingga.
Photo: Another process ....
Membuat kolam sebagai miniatur ekosistem dan bagian dari pembelajaran.
Green House sebagai sebuah fasilitas di Sekolah Alam Jingga.

Program teranyar tersebut adalah Jingga’s Edu Tour. Sebuah paket perjalanan backpacker bernilai edukatif bagi pelajar. Destinasi  bukan hanya lokal dan nasional, Tim Jingga akan mengajak para pelajar melawat ke negeri sebrang sebagai bagian dari pembelajaran masyarakat dunia. Doakan kami selalu ya temans. Kami yakin pertolongan Allah akan selalu bersama mereka yang menolong Dien-Nya.

Wednesday, April 24, 2013

Anak Istimewa di Jingga


Alhamdulillah dua hari ini Jingga dapat kunjungan dari dua anak istimewa. Yang pertama Hyperactive dan yang kedua Border Line. Secara fisik mereka tak ada perbedaan. Namun, alangkah kasihan jika mereka bergabung dalam kelas konvensional dan tidak dilibatkan dalam pembelajaran yang "manusiawi". tahapan anak seusia mereka adalah bermain. Maka metode terefektif adalah bermain sambil belajar atau belajar sambil bermain. Apalagi dengan keistimewaan dalakm diri mereka. Manakah mungkin mereka akan berkembang secara optimal jika belajar dalam tata pendidikan yang tak "mengerti' keistimewaan mereka.

Semoga kedua anak ini (sementara, siapa tahu ada yang ndaftar lagi) bisa berkembang di Sekolah Alam Jingga sesuai dengan kecendrungan dan potensi yang melekat dalam dirinya. Berkembang seperti bunga ketimun. Eh... kok bunga ketimun ya? :p

Berikut ini saya copy paste artikel tentang anak istimewa. Yuk kita telaah bersama.

Minggu-minggu ini kami sibuk hunting sekolah lanjutan untuk Entong anakku semata wayang.

Sebelum kuceritakan lebih lanjut model sekolah gifted untuk sekolah lanjutan di Belanda ini, kuceritakan dahulu model pendekatan pendidikan anak-anak gifted SD.

Pendidikan sekolah dasar di Belanda menganut dua system, yaitu sekolah regular – dan sekolah khusus (SLB). Sekolah reguler Belanda menganut sistem pendidikan dengan pendekatan adaptif, yaitu memberikan perhatian pada keunikan setiap anak dan tawaran pendidikan harus sesuai dengan kebutuhan anak. Dengan demkikian ia melayani pendidikan inklusi, yaitu menerima anak-anak special needs belajar bersama dengan anak-anak “nonmal” lainnya. Special needs yang diterima si SD reguler ini adalah: ADHD, Austime spectrum disorder, Gifted, dan Disleksia. Sekalipun ke empat bentuk special needs itu sudah ada UU nya bahwa ia boleh masuk dalam sekolah reguler, pihak sekolah juga masih menerima anak-anak Down Syndrom, cacat primer seperti tuli ( yang sudah terlatih dengan hearing aids) dan gangguan penglihatan. Juga anak-anak dengan inteligensia borderline.
Istimewanya dirimu, Nak.
Mereka yang special needs akan mendapatkan metoda pendidikan khusus dan layanan kebutuhan pembelajaran khusus. Misalnya yang disleksia akan mendapatkan remedial teaching, kompensasi waktu (lebih lama) dan fasilitas lain seperti pita rekaman saat harus membaca, reading pen, dan komputer. Bagi yang mengalami gangguan motorik halus tidak bisa menulis dengan baik, maka ia boleh menggunakan komputer. Bagi anak yang mengalami gangguan cacat primer seperti gangguan pendengaran dan penglihatan, juga diberi kemudahan fasilitas. Untuk anak-anak gifted juga dilayani giftednessnya dengan memberikan pengkayaan, percepatan, dan pendalaman.

Semua anak dalam sekolah reguler ini haruslah mempunyai inteligensia normal ke atas. Pendekatan pendidikan yang diutamakan adalah pendekatan keharmonisan tumbuh kembang. Karena itu untuk anak-anak gifted lebih diutamakan masuk ke sekolah reguler bukan sekolah khusus anak gifted. Kelak saat di sekolah lanjutan anak-anak ini akan masuk ke dalam sekolah khusus. Walaupun begitu ada tiga bentuk sekolah untuk anak-anak gifted ini di tingkatan sekolah lanjutan.

1) Model sekolah yang menempatkan anak-anak gifted bersama anak-anak lain hingga dua tahun lamanya (dg pendekatan inklusi), baru di tahun ke tiga ia dipisahkan masuk sekolah khusus (gymansium & athenium). Bentuk sekolah bersama-sama sampai dua tahun disebut brugklas (kelas jembatan).

2) Model sekolah yang langsung dari sekolah dasar masuk ke sekolah khusus gifted, disebut gymnasium dan athenium. (Gymnasium menekankan pada bahasa dan ilmu2 sosial, athenium menekankan pada sains dan matematika). Atau kombinasi keduanya.

3) Model sekolah khusus gifted Xtra. Bentuk ini adalah model baru yang tengah dikembangkan oleh pemerintah Belanda, dengan pendekatan teori multifactor dari Kurt Heller (lihat: TEORI GIFTEDNESS ) .
Artinya ada delapan bidang ketrampilan yang perlu pengolahan. Mana yang terkuat dikembangkan, mana yang lemah dibantu agar bisa juga berkembang. Karena setiap anak dianggap mempunyai keunikan individu, maka dalam satu kelas dibuka system pendidikan yang sangat berdiferensiasi dalam materi. Untuk masuk kesini ditutut anak-anak dengan kecepatan pikir, kreativitas dan ketahanan yang tinggi.
Pelajaran diberikan secara mandiri, individual, dan menggunakan pendekatan problem based learning.

Problem based learning di Belanda dikenal sebagai pendidikan dengan pendekatan projek (project onderwijs). Kepada anak-anak ini diberi tugas yang harus dipecahkan melalui riset, kepustakaan, dan melaporkannya dalam bentuk makalah. Pokok bahasan, mereka boleh memilih sendiri mana yang menjadi minatannya. Jadi disini juga ditekankan pada konsep kebebasan, kemandirian, tetapi harus bertanggung jawab akan keberhasilan tugas. Dengan begitu dituntut ketahanan kerja yang tinggi.

Secara teoritis pendekatan model seperti ini (no 3) adalah pendekatan yang paling ideal untuk seorang anak gifted yang memang selalu mendahulukan berpikir secara konsep. Ia bisa langsung menyalurkan pemikiran-pemikirannya.

Melihat kenyataan no 3, sebagai orang tua anak-anak gifted, pada awalnya banyak yang tertarik pada pendekatan seperti ini. Ideal.
Namun melihat kenyataan lagi, bahwa anak-anak gifted adalah populasi yang beragam. Keragaman bisa terjadi sebagai akibat dari banyak hal. Bisa dilihat lagi Konsep giftedness Kurt Heller.

Semakin tinggi inteligensia si anak, akan juga terjadi ketidak sinkronan perkembangan. Ada yang perfeksionisme luar biasa akibatnya menekan potensi kreativitasnya. Ada yang sangat kreatif tetapi kurang presisi karena perfeksionismenya dihantam oleh kreativitasnya. Ada yang kadang perfek kadang kreatif sehingga susah ditebak…

Ada yang terfokus pada satu masalah, masalah lain tidak digubris.

Berbagai masalah disinkronitas ini akan mewarnai bagaimana ia dapat bekerja dalam sebuah proyek problem based learning, bagaimana reaksi anak-anak ini dalam bekerja? Bisa diperkirakan. Bagaimanapun ia seorang anak gifted tetap membutuhkan bimbingan terstruktur dan kombinasi kekebasan. Menurutku kebebasan dengan menekankan pada tanggung jawab, tetapi tanpa struktur sama sekali ... ah... saya masih tidak tega. Bagaimana dengan masalah adiministrasinya? Sekalipun ada portfolio pasti repot banget...Karena setiap anak mempunyai pekerjaan yang berbeda...
http://kelas-inklusi.blogspot.com/2008/02/problem-based-learning-untuk-gifted.html

Friday, April 19, 2013

Kunjungan ke School of Universe


Membangun sebuah sekolah, mengembangkan model pendidikan, menawarkan sistem pembelajaran yang tak familiar....bukan hal mudah, Kawan. Terlebih ketika berkaca dan bertanya pada diri sendiri, "Sebenarnya, layakkah kubermimpi setinggi itu? Sudah berapa buku yang khatam dibaca? Sudah berapa pelatihan yang menjadikan diri disebut ahli? Sudah berapa lama berpengalaman dalam dunia pendidikan? Lulusa S2 mana? Sudah berapa jurnal yang diterbitkan? Karya ilmiah lain?"
Tidak satu pun jawaban dari pertanyaan itu memiliki jawaban yang memuaskan. Tapi, tahukan Teman, siapa saya? Ya, betul sekali!  Orang nekat. Hehe... Saya pada akhirnya tidak peduli dengan itu semua. Sederhana pikiran saya, "Ingin pendidikan yang manusiawi dan ramah pada anak.”  Nekat. Harus bikin sekolah.Cita-cita yang sejak putih abu-abu itu saya tanamkan dalam diri kini mulai menampakan bentuk.
Namanya juga orang nekat. Kumpul membicarakan dan mengusahakan sebuah sekolah dengan konsep Sekolah Alam tanpa terlebih dahulu “berguru” pada masternya, Bang Lendo Novo CS. Nekat karena berbekal softcopy, buku-buku inspiratif, film-film keren, diskusi bernada miris, dan beberapa komitmen besar tak tertulis bersama orang nekat lainnya.
Jadilah Sekolah Alam Jingga yang insyaallah akan menjalankan proses belajar di tahun ini. 2013/2014. Sepupunya bernama Sekolah Alam Sarang Lebah.
Sungguh beruntung saya bertemu orang-orang shaleh-shalehah yang punya cita-cita sama. Mereka orang-orang hebat yangditurunkan Allah untuk membangun mimpi di tanah harapan. Aduh...jadi romantis begini :D
Judulnya nekat, kan  ya. So, kami merunning konsep “semau gue”. Tak memiliki pakem ala Sekolah Alam Sesungguhnya;  yang penting drill. Maju. Bergerak. Bekalnya pengetahuan serba sedikit di dunia pendidikan, pentrainingan, sedikit browsing ini itu, ujicoba, tanya orang-orang, dan diskusi harian. Kami yakin Allah akan menolong. Maka, dari sebidang tanah, berdirilah beberapa bangunan dan perangkat pendukung. Berkumpulah kami dengan calon-calon guru hebat yang dikaruniakan Allah ketakwaan dan kecerdasan luar biasa serta kecintaan terhadap dunia pendidikan.
Sebenarnya sambil jalan, kami malu-malu mendekatkan diri pada praktisi Sekolah Alam dari grup JSAN (Jaringan Sekolah Alam Nusantara). Memang pada dasarnya (fitrah) manusia yang dekat pada Allah itu memiliki kelembutan hati dan ketajaman pemikiran. Maka, bukan lagi kami yang kepedean mencoba sok kenal sok dekat tapi mereka yang mendekat dengan tidak sok dan tidak  merasa terkenal.
Beberapa menyapa duluan dan menawarkan untuk melatih para guru hebat kami. Beberapa lainnya langsung merespon dengan menanyakan lokasi, jumlah murid sekarang, dan sudah mendaftar atau belum untuk acara Jambore Sekolah Alam. Wuiiih....rasanya... luar biasa senang.  Terlebih setelah mendapat reply dari SoU (School of Universe) tentang perijinan kunjungan ke sekolah legendaris itu.
Baru dapat suratnya saja, kami merasa disambut dengan hati. Luar biasa bahasanya. Langsung berbunga-bunga.
Assalamu'alaikum wr wb
Yang di barokahi Allah SWT Keluarga Besar Sekolah Alam Jingga BekasiKami mengucapkan terimakasih atas perhatianya sehingga Sekolah Alam Jingga Bekasi dapat bersilaturahim ke School of  Universe, semoga Allah SWT memuliakan saudara di Bekasi amin.Insya Allah setelah kami bermusyawarah dan melihat kalender kegiatan di School of Universe pada hari Rabu tanggal 17 April 2013 saudara dapat bersilaturahim ke Sekolah kami, atas perhatiannya kami ucapakan Terimakasih
Wassalamu'alaikum wr wb
an. School of Universe

Ade Rosyid Salim, SP
Kami akhirnya berangkat ke Parung, Bogor. Lokasi SoU ternyata agak jauh dari Bekasi. Hihihihi... delapan orang dalam 1 mobil terdiri dari tujuh orang tim sukses SD Alam Jingga dan 1 orang perwakilan Sarang Lebah. Kami disambut Pak Rosyid yang very humble person itu. Kepala sekolah SD yang memberikan support luar biasa atas kenekatan kami menyelenggarakan pendidikan berbasis alam. Sharing ini dan itu, berkeliling ke beberapa sentra kegiatan dan sedikit “narsis” di beberapa titik sebenarnya sedikit dari kenikmatan yang Allah berikan. Hal terbaik yang kami dapatkan adalah diperbolehkannya kami belajar di SoU. Seperti apa bentuknya. Sampai saat ini kami belum tahu betul bagaimana bentuk belajarnya. Yang pasti, kami merasa sangat bersyukur pada Allah.
Sekadar nasehat pada diri sendiri. Apa pun mimpi  yang kita miliki, berusahalah sekuat hati dan sekuat tenaga untuk menjalankannya. Ya, mbuh piye carane kita harus bisa mewujudkan cita-cita itu. Biar Allah yang menunjukkan dan membukakan jalan. Yang penting bergerak terus, terus bergerak. Apa saja kita lakukan. Selancar di duia maya dan meninggalkan jejak agar terdeteksi Google, menyapa orang-orang baik yang mengisnpirasi, dan meminta doa dari orang-orang yang kita cintai. Apa saja. Menghias kelas, mengkliping ide-ide pebelajaran, membersihkan lokasi sekolah, mengadakan peprcobaan, bahkan aktif di grup whatsapp merupakan bagian dari bergerak.
Begitu saja dulu. Kita siap-siap memerah  pikiran agar ide-ide cemerlang bermunculan. Yuk, berangkat. Bergegas pada hal-hal luar biasa ^_^.
Ini Jumat... bahagianya *lohlohloh...kok ngga nyambung*

Baydewey.. ini oleh-oleh kunjungan ke SoU. Lengkapnya klik di sini

Bangunan yang kokoh dan ramah belajar.

Asik menikmati belajar sambil bermain.

Bio Gas? Hasil produksi anak-anak yang dapat dijadikan pupuk cair. Keren.

Banner penyatu hati ^_^

Tuesday, April 16, 2013

Tradisi Philantropy

Kemarin, 15 April hari yang super sibuk. Sebenarnya kesibukan itu sudah dimulai sejak beberapa hari lalu. Ada apakah? Hehe... Jingga kedatangan tamu. Mereka berkunjung dan melakukan bakti sosial di SMP Terbuka Jingga Lifeschool. Kedatangan rombongan siswa SMP Islam Al Ikhlas yang berlokasi di Cipete ini membawa suasana baru di Jingga.

Sebenarnya ini kali kedua mereka berkunjung. Tahun kemarin kunjungan hanya perwakilan OSIS saja. Acara lebih sederhana. Hanya saling sapa dalam sambutan, pertunjukan dari kakak-kakak Jingga dan pemberian kenang-kenangan. Kemarin, kegiatan mereka lebih padat dan bermakna. Selain jumlahnya yang lebih banyak dari tahun lalu, yaitu 120 siswa, pembedanya jelas terlihat dari antusiasme siswa ketika menikmati wawancara dan pengamatan tentang proses belajar di Jingga.

Apa yang istimewa di Jingga? Banyak, dong. Senin dan Selasa kakak-kakak di Jingga belajar Lifeskill. Sebuah materi yang menjadi daya tarik luar biasa ;) Kegiatan ini yang juga menjadi bahan pengamatan kawan-kawan Al Ikhlas.

Ini dia photo-photonya. Bagi kawan yang berminat mengunjungi Jingga, kontak kami di sini (diklik ya).

Kawan dari SMP Al ikhlas. Suasana belajaar baru ya ^^
Wow...tamunya banyak.
Menyimak penjelasan tentang hidroponik.
Belajar membuat bros dan sulaman.
Bagian ini, penjelasan tentang produksi sabun.
Antusias bertanya jawab denagan PKPU.
Al Ikhlas dikawani PKPU. Pos demi pos mereka datangi dengan antusiasme. Mereka menyebutnya sebagai studio.

Memang banyak perbedaan dalam duakelompok siswa ini. Baik dari segi tingkatan kesejahteraan maupun latar belakang sosial. Konon ada Nakula Sadewa di sini. Saya tak memperhatikan.Tapi sempat terpikir juga untuk cari tahu. Lumayan, bisa poto bareng artis :p Tapi, kakak-kakak di Jingga tidak kalah hebat kok. Walau belum sempat nongol di TV, mereka semua istimewa. Termasuk yang membaca blog ini. Ehemmm...

Yang menyenangkan dari teman-teman Al Ikhlas, mereka tidak terlihat terpakasa mendatangi Jingga. kenapa terpaksa? Karena begitu mereka turun dari bus, langsung disambut dengan jalan becek berlumpur. Sesuatu yang jarang mereka temui. Alhamdulillah walau sepatu penuh dengan lumpur dan begitu tiba mencari wastafel, teman-teman Al Ikhlas tetap terlihat senang

Cek link ini untuk melihat poto-poto kegiatan secara lengkap.
Background mereka berbeda jauh dengan SMP Jingga. Namun demikian rupanya mereka memiliki kesadaran sosial yang rumus tentang kualitas diri. Loyalitas mereka akan tumbuh dari waktu ke waktu. Seperti ketika mereka berbelanja di kantin Jingga, banyak di antara teman-teman Al Ikhlas yang memberikan uang kembalian untuk modal kantin. Wah... baik sekali ya ^_^. Insyaallah tradisi kedermawanan ini akan terus bertumbuh.

Ngomong-ngomong soal kedermawanan, siswa Jingga juga berlatih untuk jadi dermawan kok. Tiap hari mereka berinfaq setelah selesai aktifitas pagi: tausiyah, shalat duha, dan belajar baca Al Qur'an.

Setelah selesai belajar di Jingga, sahabat Al Ikhlas makan bersama dan melakukan sesipenutupan. Mereka memberikan sumbangan sebagai bentuk bukti bakti sosial dan sebuah plakat (untuk PKPU). Jingga pun memberikan hasil karya lifeskill seperti bros dari perca, gantungan kunci dari flanel, kue kering, pembersih lantai, dan karbol.

Itu saja untuk sementara laporan singkat yang bisa saya bagi. Lain kali, kalian datang berkunjung ya ke Jingga. Kami tunggu ;)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...