Showing posts with label belajar bersama alam. Show all posts
Showing posts with label belajar bersama alam. Show all posts

Tuesday, December 1, 2020

Mengasah Kedua Mata Kapak

Banyak melakukan kegiatan dengan banyak variasi menuntun kita untuk mengetahui prosentase enjoy, easy, excellent, dan earn atau yang biasa disebut 4E dari kegiatan-kegiatan tersebut. Memang sejak dini sebaiknya setiap anak melakukan banyak kegiatan agar mereka dapat menyatakan 4E (gue banget) paling dominan di jenis kegiatan seperti apa. Kemudian, muncul pertanyaan, apakah kegiatan yang tidak gue banget tidak perlu dikuasai? Misalnya memasak, berjualan, merawat orang sakit adalah kegiatan yang tidak disukai (tidak enjoy), tidak dikuasai (tidak excellent), maka tidak perlu dilatihkan? Sebaiknya beberapa hal tetap dilatihkan jika terkait dengan lifeskill ketika keterampilan tersebut menunjang kebutuhan untuk bertahan hidup. Oleh sebab itu, Saga Lifeschool  melibatkan siswa dalam melakukan banyak kegiatan.

Suka atau tidak suka, setiap orang harus bisa memasak untuk memenuhi hajat hidupnya yang vital, yaitu makan. Terlepas dari di luaran sana sangat mudah bagi kita untuk mencari makanan siap santap, memasak tetap harus dikuasai. Ibarat mengasah mata kampak, kita mengasah di keduanya tidak hanya di bagian yang tajam saja. Siswa kaan dilibatkan dengan kegiatan memasak dimulai dari belanja bahan makanan, menyiapkan bahan masakan, menyiapkan bahan penunjang dan bumbu, menyalakan kompor hingga proses masak dilakukan sampai makanan siap dinikmati adalah rangkaian yang harus dikuasi tiap orang dan dilatihkan sejak kecil. Kita tidak tahu sampai kapan bisa membantu mereka memenuhi kebutuhan dasarnya. Dengan Saga Lifeschool juga sekolah lainnya  melatihkan keterampilan dasar seperti ini insyaallah tiap anak akan tumbuh menjadi manusia mandiri yang keberlangsungan hidupnya tidak bergantung pada orang lain.

Untuk anak-anak yang ternyata menemukan 4Enya di kegiatan memasak, mereka akan dengan sendirinya melibatkan diri dengan dunia memasak. Ia akan mencoba banyak masakan, mencari dan mencoba berbagai resep, menawarkan orang untuk mencoba masakannya, sehingga pada akhirnya produk masakannya memperoleh penghargaan tertentu baik secara emosional maupun finansial. Penajaman ini baru akan dilakukan pada akhir level SMP dan awal SMA di Saga Lifeschool. Level SD sampai awal SMP siswa akan dilibatkan dengan banyak kegiatan dan petualangan. Mereka akan “pernah” dan “sering” melakukan “banyak hal”. Terkadang mereka membutuhkan usaha agak lebih dibandingkan kawannya yang lain ketika melakukan kegiatan baru. Di lain waktu dan lain kegiatan mereka berbinar dan tampak tidak lelah.  Tidak mengapa, setiap fasilitator yang baik akan mendampingi sepenuh hati sampai mereka dapat menyimpulkan pembelajaran apa yang diperoleh selama berkegiatan.

Wednesday, March 11, 2015

Tanaman Liar Berkhasiat Obat

Ternyata... di lokasi Sekolah Alam jingga, kita bisa menemukan banyak sekali tanaman berkhasiat obat. tanaman ini sering kali kita abaikan karena memang tumbuh liar di mana saja. Alangkah benarnya ajaran Islam yang menegaskan bahwa tak ada sesuatu pun di alam semesta ini yang sia-sia. Semua makhluk diciptakan mengemban misinya masing-masing.

Saya jadi teringat petuah Tn H Ismail owner HPA International, bahwa jika kita mendapati sebuah tanaman tumbuh di lokasi tinggal maka itu adalah obat yang Allah sediakan untuk sakit yang kita (atau keluarga dan masyarakat sekitar) derita.

Kurang lebih ada 25 tanaman yang mengulik penasaran dalam diri saya dan begitu mencari di google dengan keyword Tanaman Liar Berkhasiat Obat, saya semakin terkagum-kagum. MashaAllah...semua herba ini tumbuh tanpa bantuan manusia dan begitu suburnya tapi kita tak hirau akan keberadaan mereka.

Belum semua saya tahu apa nama tanaman berikut ini, saya akan meneruskan memberikan nama sedikit demi sedikit.


Meniran



Tuesday, March 10, 2015

TK Little Orange - Preparation

Little Orange adalah TK yang menjadi mimpi kami sejak dua tahun yang lalu. Akhirnya mimpi itu mulai terwujud setahap demi setahap. Tahap pertama adalah penghijauan lahan sementara konsep terus dilengkapi dan rekrut guru dilakukan.










Saturday, March 7, 2015

Baiklah, Benih memang Lebih dari Cukup

Hari ini rencananya suamiku pulang setelah ikut safari pasar Halal bersama leadernya di HPAI, Pak Ari Maryadi. Oh ya, Pak Ari ini juga leader kami di Sekolah Alam Jingga tepatnya sebagai direktur Pendidikan. InshaAllah mereka berangkat sore dari Lampung, kemungkinan malam sampai di Bekasi. Semoga perjalanan lancar di darat dan di laut hingga sampai lagi di rumah.
Saya mungkin termasuk orang yang tidak banyak permintaan. Tapi, kalau dipanas-panasin dengan pict ini dan itu...hati bisa membara dan air liur terbit seketika. Coba deh lihat pict yang dikirim Pak Ari di bawah ini:

Warnanya yang oren membuat duren ini terlihat manis dan legit.
Wahhh saya sampai protes. Saya minta dibawakan duren seperti itu. Warnanya yang oren kelihatan manis dan legit.Ya Allah... kepengen banget nihhh. Suami pun konfirmasi kalau duren itu entah didapat dari mana. Mereka belum sempat makan duren.Ya suamiku juga ngga mungkin makan duren karena beliau tidak suka buah. Hadeuhhh...

Okelah duren tidak dibeli, tapi pict di bawah ini... OMG... Pak Arie dan Pak Amien, hentikaaannnn! Hiks. Padahal saya biasanya ikut ngisi training juga kalau banyak ibu-ibunya.Padahal...ahhhh mulai deh.

Lihat itu senyumnya Pak Ari dan gayanya Pak Amien. Sungguh teganya-teganya...

Ini serieusss mau bawa kemplang sebanyak ini. Kanda? 
Lihat itu udang sungainya,besar sekali. Saya garuk-garuk monitor jadinya. Tega sekali.
Pak Ari kirim text lagi: Mau udang atau kemplang? Ah...ya sudahlah ya... saya hanya bisa menjerit dalam hati menyaksikan makanan itu menari-nari di layar whatspp.

Hmmm... Tapi, baru saja saya selesai chat sama suami dan hasil chat itu lumayan bikin senang hati. Hihihi...beliau tidak kirim kata-kata cinta tapi menanyakan mau dibawakan benih apa saja? Asiiiikkk... benihnya murce makkk...Mawar 10rb 3, aster 7rb, anggrek 35rb, kelengkeng 50rb sudah berbuah, rambutan 15rb, duren 25rb. Harga ini begitu murah dibandingkan di Bekasi dan sekitarnya. Saya bisa gelap mata kalau ke sana sepertinya. Hihihi... Bisa-bisa semua penumpang saya minta pangku tanaman sampai Bekasi saking penuhnya :p
Mawar sepuluh ribu dapat 3 pohon? Murah Cyinnn...
Pohon perdu yang masih imut ini harganya 3 ribuan.
Kelengkeng yang sudah berbuah harganya cuma 50 ribu.
Hahaha...saya sampai bingung mau request apa saja. Kursi belakang Si Arena sudah dilipat, tapi beberapa tanaman masih belum bisa terangkut. Ya akhirnya saya sampaikan silakan bawa dan beli yang mana saja. Selain utuk Jingga, tanaman itu nantinya juga untuk Sarang Lebah, TK Alam Little Orange, dan tentu saja untuk di rumah.

Penuh dengan tanaman ^_^
Mudah-mudahan semua tanaman ini tetap segar hingga sampai Bekasi. Aamiin.
Imajinasi saya sudah bermain ke mana-mana. Bayangan saya TK Alam Little Orange akan benar-benar seperti taman bermain. Ada tamannya dan kupu-kupu terbang di sekitarnya. Mainan terbuat dari kayu, baik indoor maupun outdoor. TK Alam ini akan menjadi sekolah yang homey dan memfasilitasi anak untuk berkembang sesuai fitrahnya sebagai anak-anak.
Terima kasih ya Kanda, benih sudah lebih dari cukup. Cepat pulang, kami rindu :*

Solar Distillation

Ahhh lega akhirnya ketemu juga yang dicari 2 hari ini. Yup sistem pengairan dengan memanfaatkan tenaga matahari.
Solar Distillation by Recycle Plastic Bottle

Solar distillation is the use of solar power to evaporate water and collect its condensate within the same closed system. Unlike other forms of water purification it can turn salt or brackish water into fresh drinking water. This simple solar distillation appropriate technology that is cheap, simple, and conceivable in rural settings. This idea to make it possible to grow plants (or vegetables) in dry or coastal areas where fresh water is not available it made up of re-use plastic bottles at the same time

Gambar dan keterangan diperoleh dari sini. Klik aja ya.

Oke postingan ini spesial untuk Bu Dewi, sebagai permintaan maaf saya ngga bisa ke sekolah pagi -pagi tadi :D

Friday, March 6, 2015

Tanaman Juga Bisa Kembar (Poliembrioni)

Ini pelajaran yang luar biasa sekali, yang hanya kudapat ketika bertanam. Poliembrioni. Sebuah kata yang belakangan kutahu setelah tanya Bu Danis atas fenomena dari 1 benih jeruk dan mangga yang mengeluarkan lebih dari 1 embrio. Terakhir, biji rambutan yang saya tanam pun mengalami fenomena embrioni.

Benih rambutan embrioni.
Pohonnya kalau sudah besar seperti apa ya...
Sepertinya akan embrioni juga.
terlihat tunas-tunas kecil di pinggir tunas yang sudah tinggi.
Benih mangga embrioni juga. Yang ini kembar tiga,
tapi terakhir yang bungsu tidak berkembang sempurna dan tersisalah yang dua.
Fenomena ini membuatku semakin yakin akan kekuasaan Allah. Kita bisa membaca fenomea alam dan belajar banyak ketika kita benar-benar bergaul dengan alam. Mempelajari kalam Allah yang tersirat tidaklah mungkin hanya melalui membaca buku. Kita harus bergaul, menyentuh, menghirup, dan menyaksikan fase kehidupan ini berlangsung. Seperti itulah Nabiyullah Ibrahim a.s. menemukan tauhidnya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...