Wednesday, June 5, 2013

Less Paper Movement sebagai Bukti Kita Peduli

Era digital tidak melulu membawa dampak negatif. Tidak melulu bicara tentang selfish dan kapitalistik. Ada beberapa sisi positif yang harus kita ingat. Utamanya gerakan Less Paper. Mengapa mengurangi? Berikut jawabannya:

This is why we must try to do Less Paper Movement http://www.smartfile.com/blog/move-paper/

Setiap Proses produksi kertas memerlukan bahan kimia, air dan energi dalam jumlah besar dan tentu saja bahan baku, yang pada umumnya berasal dari kayu. Diperlukan 1 batang pohon usia 5 tahun untuk memproduksi 1 rim kertas. Limbah yang dihasilkan dari proses produksi kertas juga sangat besar, baik secara kuantitatif dalam bentuk cair, gas, dan padat maupun secara kualitatif.

Agar limbah ini tidak mencemari lingkungan, maka diperlukan teknologi tinggi dan energi untuk mem- prosesnya.
Perubahan gaya hidup serta penyesuaian akan perkembangan jaman menyebabkan penggunaan kertas terus meningkat, baik kertas untuk kebutuhan tulis/cetak, maupun untuk kebutuhan sanitasi, makanan/minuman dan penunjang gaya hidup lainnya.

Peningkatan kebutuhan kertas tentunya diiringi dengan peningkatan kebutuhan akan bahan baku dan bahan tambahan lainnya. Konsekwnsinya adalah terjadi peningkatan limbah dari proses produksi kertas dan peningkatan jumlah kertas bekas.

Untuk memenuhi kebutuhan kertas nasional yang sekitar 5,6 juta ton/tahun diperlukan bahan baku kayu dalam jumlah besar yang mahal dan tidak dapat tercukupi dari Hutan Tanaman Industri (HTI) Indonesia, ironisnya kita lihat di sekeliling kita betapa banyaknya kertas yang ada di sekitar kita : dokumen, kemasan produk yang berlebihan, koran, majalah, brosur/leaflet/katalog, produk surat- surat, produk-produk sekali pakai, dan lain-lain. Padahal dengan memakai kertas bekas sebagai bahan baku kertas baru, sejumlah pohon, bahan kimia, air dan energi dapat dikurangi penggunaannya.

Jika kita tidak mulai memperbaiki pola konsumsi kertas sejak saat ini, maka akan terjadi kebiasaan dan ketergantungan untuk selalu menggunakan kertas dalam jumlah besar. Hal ini tentunya akan memberikan tekanan secara terus menerus kepada bumi kita dan memberi dampak yang kurang menguntungkan bagi lingkungan.

Jika sebuah organisasi terdiri dari 100 orang dapat menghemat 3 lembar kertas setiap hari, maka dalam setahun ada 156 batang pohon yang dapat diselamatkan.

Lalu Apa Yang Dapat Kita Lakukan?

3R : Reduce-Reuse-Recycle!
Mengurangi penggunaan kertas:

•Manfaatkan teknologi surat elektronik (e-mail)/fasilitas
pesan singkat telepon genggam (sms)/telepon untuk undangan/pesan/informasi yang bersifat informal

•Jika memungkinkan gunakan produk yang lebih bertahan lama daripada produk kertas misalnya gunakan sapu tangan/handuk kecil daripada kertas tisu,

•Gunakan popok kain daripada popok sekali pakai,

•Piring porselin/keramik daripada piring kertas/kotak kue untuk menyajikan makanan kecil;

•Jangan ambil/ menerima brosur/leaflet jika tidak diperlukan, atau kembalikan jika sudah dibaca dan isinya sudah dipahami.

•Menggunakan Kembali produk kertas selama mungkin :

•Gunakan kertas tulis/fotokopi pada kedua sisinya;

•Perlakukan kertas bekas/kertas kado bekas/amplop bekas dengan baik sehingga bisa digunakan kembali;

•Gunakan kertas sisa buku tulis untuk membuat tulis baru/

•Sumbangkan/jual majalah, koran, buku pelajaran dan buku cerita yang masih layak guna;

Hemat kertas: (Kertas diproduksi dengan menghancurkan Hutan Alam di Indonesia)

• Biasakanlah menggunakan e-mail atau sms didalam berkomunikasi, usahakan untuk mengurangi media komunikasi konvensional seperti surat.

• Gunakanlah papan pengumuman (bulletin board) sebagai media pemberitahuan umum kepada selurh anggota keluarga di rumah dan teman-teman di kampus. Untuk kantor gunakanlah fasilitas e- mail, messenger atau e-board.

• Kurangi atau hilangkan kebiasaan berlangganan koran atau majalah untuk mendapatkan informasi. Gunakanlah media televisi dan internet didalam mencari informasi. Dengan begitu Kamu akan ikut menghemat kertas & mengurangi sampah.

Ribuan Hektar hutan Alam di Indonesia hancur karena dibabat untuk Produksi kertas. Seperti yang dilakukan Perusahaan Teroris Alam PT. Riau Andalas Pulp & Paper (RAPP) anak perusahaan APP.

• Biasakanlah mendokumentasikan sesuatu secara digital.

• Apabila Sobat greener mesti membeli bahan bakar minyak (bensin) belilah yang memiliki oktan tinggi, agar pembakaran yang dilakukannya lebih sempurna dan sedikit menghasilkan polutan.

• Mulailah menggunakan kertas daur ulang.

sumber: http://se7entravel.blogspot.com/2012/12/hemat-kertas-selamatkan-pohon.html

Jadi, mari kita selamatkan bumi dengan meminimalisir penggunaan kertas. Jangan lupa turut serta menanam pohon di lingkungan kita. Dimulai dari sekarang dengan cara-cara sederhana dan dimulai sejak kecil. Seperti yang dilakukan di Sekolah Alam Jingga.

Tuesday, June 4, 2013

Inspiarasi bagi Anak-anak SUPER7 GO GREEN - JESSY & 7 SAHABAT


Semangat Go Green disebarkan lewat lagu dan gerak. Yuk, kita selamatkan bumi kita :) dan ajarkan anak-anak dengan hal-hal sederhana untuk peduli terhadap lingkungan

Ini lirik lagunya Super 7 yang Berjudul Go Green

Ayo kita maju, mari kita lakukan selalu (go green)
Jangan pantang nyerah, kita memang yang harus memulai (go green, go green, go green)
Demi masa depan agar negeri kita kan selalu (go green, go green)
Jaga bumi ini kita harus bersihkan polusi (go green)

Tanami kebunmu dengan rumah atap tanaman yang baru
Bila habis mandi jangan lupa matikan keran airmu
Bumi cuma satu, di sinilah rumahku juga rumahmu
Ayo kawan-kawan kita menjaga ciptaan Tuhan

Ayo kita maju, mari kita lakukan selalu (go green, go green, go green)
Jangan pantang nyerah, kita memang yang harus memulai (go green)

Jangan buang sampah di sembarang tempat agar tetap bersih (tetap bersih)
Bawalah sendiri botol minuman untukmu dari rumah
Bumi cuma satu, di sinilah rumahku juga rumahmu (rumahku rumahmu)
Ayo kawan-kawan kita menjaga ciptaan Tuhan

Go green!

.. setulus cinta untuk bumi tercinta
Satu hati untuk indonesia
Kawan-kawan jangan lelah mencoba
Jaga bumi ini tempat lahir kita
Go green, go green, teriakkan bersama
Biar seluruh dunia dengar suara kita

Tanami kebunmu dengan rumah atap tanaman yang baru (yang baru)
Bila habis mandi jangan lupa matikan keran airmu
Bumi cuma satu, di sinilah rumahku juga rumahmu (rumahku rumahmu)
Ayo kawan-kawan kita menjaga ciptaan Tuhan (go green, go green)
Kita menjaga ciptaan Tuhan (go green, go green)
Kita memang yang harus memulai (go green, go green)
Kita memang yang harus memulai (go green, go green)
Kita menjaga ciptaan Tuhan

Jingga Go Green and Edu Tour

Di era ini, kesadaran akan arti penting penghijauan sangat minim. Kesadaran  akan pentingnya menjaga lingkungan pun sama kurangnya. Masyarakat semua kalangan bahkan anak-anak sekolah kita benar-benar tidak sadar bahwa membuang sampah sembarangan dapat berakibat fatal pada lingkungan. Kondisi ini bermula dari tidak hiraunya kita dalam mengajarkan pelestarian lingkungan di lingkungan keluarga dan sekolah seperti penggunaan air yang seenaknya, makanan yang dibuang percuma, pembelian barang-barang konsumtif yang tidak perlu, dan lainnya. Lingkungan sekolah yang gersang, budaya membuang sampah yang tidak tertanam, dan kurangnya kepedulian untuk menjadikan penghijauan bagian dari kehidupan pun  sebenarnya titik kritis bagi pendidikan kita.

Banyak sekali yang bisa kita ajarkan pada mereka, mulai dari pelajaran bercocok tanam di petak kecil, membuat kompos dari daun-daun pohon berserakan serta sisa makanan, lalu menganjurkan anak-anak agar memakai kendaraan umum atau berjalan kaki dan bersepeda ke sekolah. Oleh karena itu diperlukan ruang hijau bagi siswa untuk bereksplorasi, menikmati oksigen mempelajari lingkungan dan menjadi bagian penting pelesatariannya.  Langkah ini kita terapkan karena lebih mudah merubah anak-anak Dari beberapa manfaat yang bisa kita dapatkan dari penyediaan lahan hijau adalah:

Manfaat estetis (keindahan) : Pohon memiliki beberapa bentuk tajuk yang khas, sehingga menciptakan keindahan tersendiri. Struktur bangunan tanpa diimbangi dengan pohon, akan terasa gersang, sebaliknya apabila di sekitarnya di tanami pohon serta di tata dengan baik akan nampak hijau dan asri.

Manfaat Orologis : Akar pohon dan tanah merupakan satu kesatuan yang kuat, sehingga mampu mencegah erosi atau pengikisan tanah.

Manfaat Hidrologis : tanaman akan menyerap air hujan. Dengan demikian, banyaknya pohon akan menjadikan daerah persediaan air tanah yang dapat memenuhi kehidupan manusia dan makhluk lainnya.

Manfaat Klimatologis : banyaknya pohon akan menurunkan suhu setempat, sehingga udara sekitarnya akan menjadi sejuk dan nyaman.

Manfaat Edaphis : Di lingkungan yang penuh dengan pohon, satwa akan hidup dengan tenang karena lingkungan demikian memang sangat mendukung.

Manfaat Ekologis : Kelompok pohon atau tanaman, air, dan binatang adalah bagian dari alam yang dapat memberikan keseimbangan lingkungan.

Manfaat Protektif : Pohon dapat memberikan perlindungan, misalnya terhadap terik sinar matahari, angin kencang, penahan debu, peredam suara, dan melindungi mata dari silau.

Manfaat Hygienis : sifat pohon pada siang hari menghasilkan O2 (oksigen) yang sangat di perlukan oleh manusia, dan sebaliknya dapat menyerap CO2 (karbondioksida) yaitu udara kotor hasil gas buangan sisa pembakaran. Jadi secara hygienis, pohon sangat berguna bagi kehidupan manusia.

Manfaat Edukatif : Berbagai jenis pohon yang ditanam merupakan laboratorium alam.
(dari beberapa sumber)

Jingga mengambil bagian dalam penghijauan lahan dan pelestarian ekosistem. Pembuatan lahan bermain dan lingkungan sekolah yang menyatu dengan alam menjadi pembuktian akan misi ini. Go Green dan belajar dari alam adalah satu kesatuan yang harmonis. kami yakin keberadaan Sekolah Alam Jingga ini akan menambah keberkahan bagi semua. Berbagai manfaat yang telah disebutkan insyaallah akan didapat dari penyelenggaraan pendidikan di Jingga. Anak bangsa terdedah dengan pendidikan manusiawi, lingkungan kembali ke fitrahnya yang asri.

Pagi hari di Jingga, warga Jingga akan asik berjibaku dengan alam. Merawat tanaman dan hewan yang dipelihara di kolam dan kandang. Setelah itu kembali ke shelter untuk shalat duha dan belajar membaca Al Quran juga mempelajari insight kalimat Allah. Keseruan lainnya menyusul ketika mereka asik mengeksplorasi ilmu di area belajar Jingga atau outing di beberapa titik yang telah ditentukan.

Datanglah ke Jingga. Di sana akan ditemukan lingkungan yang bersih dan asri. pepohonan yang rindang menciptakan suasana menyenangkan dan bahagia di hati. Ada anak-anak yang peduli lingkungan dan santun. Akan ditemukan pula Lahan untuk Jingga’s Camp,  Green House, dan Saung-saung yang asri dan nyaman. Beberapa program pun akan digulirkan untuk menyebarkan manfaat lebih luas. Mereka yang merasakan manfaatnya pun lebih banyak lagi, tidak hanya anak-anak yang terdaftar di jingga saja. Alhamdulillah dukungan pun diberikan dari pakar-pakar pendidikan Sekolah Alam.

Anak-anak lain dapat menikmati fasilitas di Sekolah Alam Jingga. Semoga Rahmatan Lil Alamin.
Didukung oleh pakar pendidikan Sekolah Alam dan praktisi yang bekerja tanpa pamrih.
Anak yang santun dan sayang sesama. peduli lingkungan dan kreatif memanfaatkan sumber daya.
Saung yang asri dan nyaman di Jingga.
Photo: Another process ....
Membuat kolam sebagai miniatur ekosistem dan bagian dari pembelajaran.
Green House sebagai sebuah fasilitas di Sekolah Alam Jingga.

Program teranyar tersebut adalah Jingga’s Edu Tour. Sebuah paket perjalanan backpacker bernilai edukatif bagi pelajar. Destinasi  bukan hanya lokal dan nasional, Tim Jingga akan mengajak para pelajar melawat ke negeri sebrang sebagai bagian dari pembelajaran masyarakat dunia. Doakan kami selalu ya temans. Kami yakin pertolongan Allah akan selalu bersama mereka yang menolong Dien-Nya.

Monday, June 3, 2013

Persiapan Lahan Jingga's Camp

Alhamdulillah... Jingga sudah punya lahan yang cukup untuk Student Camp. Kegiatan kita ini akan dimulai pada 8 Juni dan diakhiri dengan Camp 29-30 Juni 2013 di lokasi tersebut. Sebagai kegiatan perdana,SD Alam Jingga mempeloporinya. Kami Jadi teringat sebuah ayat di Al Qur'an yang artinya Maka Nikmat Tuhanmu yang Mana Lagikah yang Engkau Dustakan.
Ayat yang terus berulangdi Al Quran Suci Surat Ar Rahman ini menguatkan langkah kaki Jingga's Team untuk terus bergerak di bawah komando kalimat Allah. Terus menumbuhkan keyakinan bahwa Allah takakan pernah berhenti memberikan pertolongan. Bahwa pikir dan batin kita harus senantiasa memaksimalkan kinerja dan niat untuk membangun peradaban yang lebih baik, mengembalikan misi Kekhalifahan pada tempatnya.

Yuk kita nikmati photo-photo di bawah ini:
Sementara Benihnya diTauh di Rak Dulu Ya

Pak Guru Asik Menanam Rumput untuk Menghijaukan Lahan

Kakak-Kakak Jingga Tak Mau Kalah

Menebar Benih Lele untuk Menghidupkan Ekosistem

Contoh Badge untuk Peserta

Penasaran dengan lokasi Jingga's Camp? Mampir aja ke kompleks Jingga. Nikmati bersama atmosfer pendidikan yang takmelulu diruang kelas. Nikmati bergaul dengan alam sebagai bagian penting proses belajar manusia sesungguhnya. Tidak sempat? Tidak mengapa, yang penting selalu doakan kami ya.  Doakan kami agar bisa selalu bertumbuh menjadi lembaga yang barokah dan sesuai dengan alur pengembangan Sekolah Alam sesungguhnya.
Dan doa adalah senjata terkuat seorang muslim manakala roja (harap) dan khauf (takut) mendominasi diri mereka. Wallahu a'lam bi shawab.

Student Camp di Sekolah Alam Jingga

Ayah Bunda, yuk ajak ananda untuk bergabung di Jingga’s Camp. Kegiatan yang mengajarkan anak untuk peduli pada pelestarian lingkungan. Rangkaian kegiatan Camp ini disusun untuk menyiapkan anak dalam menghadapi Camp sesungguhnya. Berikut susunan kegiatan dan fasilitas yang akan didapat:

I. Sabtu, 8 Juni 2013 Wisata Kebun. Dimulai pukul 08.00 sampai 10.00 WIB. Anak-anak dilibatkan secara terbimbing untuk melakukan kegiatan berkebun mulai dari menyiapkan media sampai memanen.
Perlengkapan yang dibutuhkan: sepatu boot dan baju ganti
Fasilitas: badge (tanda kecakapan), snack, dan hasil panen.

II. Sabtu, 15 Juni 2013 Kreasi Barang Bekas. Dimulai pukul 08.00 sampai 10.00 WIB Menonton Film anak-anak tentang penyelamatan lingkungan. Pemanfaatan Botol Bekas untuk dibuat celengan.
Fasilitas: badge, snack, dan celengan.

III. Sabtu, 22 Juni 2013 Permainan Tradisional. Dimulai pukul 08.00 sampai 10.00 WIB Pengenalan permainan tradisional Indonesia berupa praktik yang menyenangkan dan bermakna.
Perlengkapan:baju ganti.
Fasilitas: badge dan snack

IV . Sabtu – Ahad, 29 – 30 Juni 2013. Dimulai sejak 14.30 (Sabtu) dan pulang 10.00 (Ahad).
Perlengkapan: Baju ganti, Perlengkapan Makan (sendok, piring, gelas), Perlengkapan sholat (Perempuan: Mukena dan sajadah. Laki-laki: sarung dan sajadah), Anti Serangga (dan obat yang dibutuhkan), dan Perlengkapan Mandi.
Fasilitas: badge, sertifikat, snack, dan makan 2 kali.




Lokasi : Camp Petualang Jingga, Kav 33B Rt 01/01, Teluk Pucung – Bekasi Utara
Biaya: Rp. 150.000

Catatan: orang tua tidak diperkenankan mendampingi anak selama acara berlangsung dan membawakan anak makanan. Untuk anak Usia 5 - 9 tahun.

Contact Person:
Ibu Danis: 085697712760 (SMS/Whatsapp)
Ibu Ria: 081310947407 (SMS/Whatsapp)
Febi: 085719936515 (SMS/Whatsapp/Telepon)

Wednesday, April 24, 2013

Anak Istimewa di Jingga


Alhamdulillah dua hari ini Jingga dapat kunjungan dari dua anak istimewa. Yang pertama Hyperactive dan yang kedua Border Line. Secara fisik mereka tak ada perbedaan. Namun, alangkah kasihan jika mereka bergabung dalam kelas konvensional dan tidak dilibatkan dalam pembelajaran yang "manusiawi". tahapan anak seusia mereka adalah bermain. Maka metode terefektif adalah bermain sambil belajar atau belajar sambil bermain. Apalagi dengan keistimewaan dalakm diri mereka. Manakah mungkin mereka akan berkembang secara optimal jika belajar dalam tata pendidikan yang tak "mengerti' keistimewaan mereka.

Semoga kedua anak ini (sementara, siapa tahu ada yang ndaftar lagi) bisa berkembang di Sekolah Alam Jingga sesuai dengan kecendrungan dan potensi yang melekat dalam dirinya. Berkembang seperti bunga ketimun. Eh... kok bunga ketimun ya? :p

Berikut ini saya copy paste artikel tentang anak istimewa. Yuk kita telaah bersama.

Minggu-minggu ini kami sibuk hunting sekolah lanjutan untuk Entong anakku semata wayang.

Sebelum kuceritakan lebih lanjut model sekolah gifted untuk sekolah lanjutan di Belanda ini, kuceritakan dahulu model pendekatan pendidikan anak-anak gifted SD.

Pendidikan sekolah dasar di Belanda menganut dua system, yaitu sekolah regular – dan sekolah khusus (SLB). Sekolah reguler Belanda menganut sistem pendidikan dengan pendekatan adaptif, yaitu memberikan perhatian pada keunikan setiap anak dan tawaran pendidikan harus sesuai dengan kebutuhan anak. Dengan demkikian ia melayani pendidikan inklusi, yaitu menerima anak-anak special needs belajar bersama dengan anak-anak “nonmal” lainnya. Special needs yang diterima si SD reguler ini adalah: ADHD, Austime spectrum disorder, Gifted, dan Disleksia. Sekalipun ke empat bentuk special needs itu sudah ada UU nya bahwa ia boleh masuk dalam sekolah reguler, pihak sekolah juga masih menerima anak-anak Down Syndrom, cacat primer seperti tuli ( yang sudah terlatih dengan hearing aids) dan gangguan penglihatan. Juga anak-anak dengan inteligensia borderline.
Istimewanya dirimu, Nak.
Mereka yang special needs akan mendapatkan metoda pendidikan khusus dan layanan kebutuhan pembelajaran khusus. Misalnya yang disleksia akan mendapatkan remedial teaching, kompensasi waktu (lebih lama) dan fasilitas lain seperti pita rekaman saat harus membaca, reading pen, dan komputer. Bagi yang mengalami gangguan motorik halus tidak bisa menulis dengan baik, maka ia boleh menggunakan komputer. Bagi anak yang mengalami gangguan cacat primer seperti gangguan pendengaran dan penglihatan, juga diberi kemudahan fasilitas. Untuk anak-anak gifted juga dilayani giftednessnya dengan memberikan pengkayaan, percepatan, dan pendalaman.

Semua anak dalam sekolah reguler ini haruslah mempunyai inteligensia normal ke atas. Pendekatan pendidikan yang diutamakan adalah pendekatan keharmonisan tumbuh kembang. Karena itu untuk anak-anak gifted lebih diutamakan masuk ke sekolah reguler bukan sekolah khusus anak gifted. Kelak saat di sekolah lanjutan anak-anak ini akan masuk ke dalam sekolah khusus. Walaupun begitu ada tiga bentuk sekolah untuk anak-anak gifted ini di tingkatan sekolah lanjutan.

1) Model sekolah yang menempatkan anak-anak gifted bersama anak-anak lain hingga dua tahun lamanya (dg pendekatan inklusi), baru di tahun ke tiga ia dipisahkan masuk sekolah khusus (gymansium & athenium). Bentuk sekolah bersama-sama sampai dua tahun disebut brugklas (kelas jembatan).

2) Model sekolah yang langsung dari sekolah dasar masuk ke sekolah khusus gifted, disebut gymnasium dan athenium. (Gymnasium menekankan pada bahasa dan ilmu2 sosial, athenium menekankan pada sains dan matematika). Atau kombinasi keduanya.

3) Model sekolah khusus gifted Xtra. Bentuk ini adalah model baru yang tengah dikembangkan oleh pemerintah Belanda, dengan pendekatan teori multifactor dari Kurt Heller (lihat: TEORI GIFTEDNESS ) .
Artinya ada delapan bidang ketrampilan yang perlu pengolahan. Mana yang terkuat dikembangkan, mana yang lemah dibantu agar bisa juga berkembang. Karena setiap anak dianggap mempunyai keunikan individu, maka dalam satu kelas dibuka system pendidikan yang sangat berdiferensiasi dalam materi. Untuk masuk kesini ditutut anak-anak dengan kecepatan pikir, kreativitas dan ketahanan yang tinggi.
Pelajaran diberikan secara mandiri, individual, dan menggunakan pendekatan problem based learning.

Problem based learning di Belanda dikenal sebagai pendidikan dengan pendekatan projek (project onderwijs). Kepada anak-anak ini diberi tugas yang harus dipecahkan melalui riset, kepustakaan, dan melaporkannya dalam bentuk makalah. Pokok bahasan, mereka boleh memilih sendiri mana yang menjadi minatannya. Jadi disini juga ditekankan pada konsep kebebasan, kemandirian, tetapi harus bertanggung jawab akan keberhasilan tugas. Dengan begitu dituntut ketahanan kerja yang tinggi.

Secara teoritis pendekatan model seperti ini (no 3) adalah pendekatan yang paling ideal untuk seorang anak gifted yang memang selalu mendahulukan berpikir secara konsep. Ia bisa langsung menyalurkan pemikiran-pemikirannya.

Melihat kenyataan no 3, sebagai orang tua anak-anak gifted, pada awalnya banyak yang tertarik pada pendekatan seperti ini. Ideal.
Namun melihat kenyataan lagi, bahwa anak-anak gifted adalah populasi yang beragam. Keragaman bisa terjadi sebagai akibat dari banyak hal. Bisa dilihat lagi Konsep giftedness Kurt Heller.

Semakin tinggi inteligensia si anak, akan juga terjadi ketidak sinkronan perkembangan. Ada yang perfeksionisme luar biasa akibatnya menekan potensi kreativitasnya. Ada yang sangat kreatif tetapi kurang presisi karena perfeksionismenya dihantam oleh kreativitasnya. Ada yang kadang perfek kadang kreatif sehingga susah ditebak…

Ada yang terfokus pada satu masalah, masalah lain tidak digubris.

Berbagai masalah disinkronitas ini akan mewarnai bagaimana ia dapat bekerja dalam sebuah proyek problem based learning, bagaimana reaksi anak-anak ini dalam bekerja? Bisa diperkirakan. Bagaimanapun ia seorang anak gifted tetap membutuhkan bimbingan terstruktur dan kombinasi kekebasan. Menurutku kebebasan dengan menekankan pada tanggung jawab, tetapi tanpa struktur sama sekali ... ah... saya masih tidak tega. Bagaimana dengan masalah adiministrasinya? Sekalipun ada portfolio pasti repot banget...Karena setiap anak mempunyai pekerjaan yang berbeda...
http://kelas-inklusi.blogspot.com/2008/02/problem-based-learning-untuk-gifted.html

Friday, April 19, 2013

Kunjungan ke School of Universe


Membangun sebuah sekolah, mengembangkan model pendidikan, menawarkan sistem pembelajaran yang tak familiar....bukan hal mudah, Kawan. Terlebih ketika berkaca dan bertanya pada diri sendiri, "Sebenarnya, layakkah kubermimpi setinggi itu? Sudah berapa buku yang khatam dibaca? Sudah berapa pelatihan yang menjadikan diri disebut ahli? Sudah berapa lama berpengalaman dalam dunia pendidikan? Lulusa S2 mana? Sudah berapa jurnal yang diterbitkan? Karya ilmiah lain?"
Tidak satu pun jawaban dari pertanyaan itu memiliki jawaban yang memuaskan. Tapi, tahukan Teman, siapa saya? Ya, betul sekali!  Orang nekat. Hehe... Saya pada akhirnya tidak peduli dengan itu semua. Sederhana pikiran saya, "Ingin pendidikan yang manusiawi dan ramah pada anak.”  Nekat. Harus bikin sekolah.Cita-cita yang sejak putih abu-abu itu saya tanamkan dalam diri kini mulai menampakan bentuk.
Namanya juga orang nekat. Kumpul membicarakan dan mengusahakan sebuah sekolah dengan konsep Sekolah Alam tanpa terlebih dahulu “berguru” pada masternya, Bang Lendo Novo CS. Nekat karena berbekal softcopy, buku-buku inspiratif, film-film keren, diskusi bernada miris, dan beberapa komitmen besar tak tertulis bersama orang nekat lainnya.
Jadilah Sekolah Alam Jingga yang insyaallah akan menjalankan proses belajar di tahun ini. 2013/2014. Sepupunya bernama Sekolah Alam Sarang Lebah.
Sungguh beruntung saya bertemu orang-orang shaleh-shalehah yang punya cita-cita sama. Mereka orang-orang hebat yangditurunkan Allah untuk membangun mimpi di tanah harapan. Aduh...jadi romantis begini :D
Judulnya nekat, kan  ya. So, kami merunning konsep “semau gue”. Tak memiliki pakem ala Sekolah Alam Sesungguhnya;  yang penting drill. Maju. Bergerak. Bekalnya pengetahuan serba sedikit di dunia pendidikan, pentrainingan, sedikit browsing ini itu, ujicoba, tanya orang-orang, dan diskusi harian. Kami yakin Allah akan menolong. Maka, dari sebidang tanah, berdirilah beberapa bangunan dan perangkat pendukung. Berkumpulah kami dengan calon-calon guru hebat yang dikaruniakan Allah ketakwaan dan kecerdasan luar biasa serta kecintaan terhadap dunia pendidikan.
Sebenarnya sambil jalan, kami malu-malu mendekatkan diri pada praktisi Sekolah Alam dari grup JSAN (Jaringan Sekolah Alam Nusantara). Memang pada dasarnya (fitrah) manusia yang dekat pada Allah itu memiliki kelembutan hati dan ketajaman pemikiran. Maka, bukan lagi kami yang kepedean mencoba sok kenal sok dekat tapi mereka yang mendekat dengan tidak sok dan tidak  merasa terkenal.
Beberapa menyapa duluan dan menawarkan untuk melatih para guru hebat kami. Beberapa lainnya langsung merespon dengan menanyakan lokasi, jumlah murid sekarang, dan sudah mendaftar atau belum untuk acara Jambore Sekolah Alam. Wuiiih....rasanya... luar biasa senang.  Terlebih setelah mendapat reply dari SoU (School of Universe) tentang perijinan kunjungan ke sekolah legendaris itu.
Baru dapat suratnya saja, kami merasa disambut dengan hati. Luar biasa bahasanya. Langsung berbunga-bunga.
Assalamu'alaikum wr wb
Yang di barokahi Allah SWT Keluarga Besar Sekolah Alam Jingga BekasiKami mengucapkan terimakasih atas perhatianya sehingga Sekolah Alam Jingga Bekasi dapat bersilaturahim ke School of  Universe, semoga Allah SWT memuliakan saudara di Bekasi amin.Insya Allah setelah kami bermusyawarah dan melihat kalender kegiatan di School of Universe pada hari Rabu tanggal 17 April 2013 saudara dapat bersilaturahim ke Sekolah kami, atas perhatiannya kami ucapakan Terimakasih
Wassalamu'alaikum wr wb
an. School of Universe

Ade Rosyid Salim, SP
Kami akhirnya berangkat ke Parung, Bogor. Lokasi SoU ternyata agak jauh dari Bekasi. Hihihihi... delapan orang dalam 1 mobil terdiri dari tujuh orang tim sukses SD Alam Jingga dan 1 orang perwakilan Sarang Lebah. Kami disambut Pak Rosyid yang very humble person itu. Kepala sekolah SD yang memberikan support luar biasa atas kenekatan kami menyelenggarakan pendidikan berbasis alam. Sharing ini dan itu, berkeliling ke beberapa sentra kegiatan dan sedikit “narsis” di beberapa titik sebenarnya sedikit dari kenikmatan yang Allah berikan. Hal terbaik yang kami dapatkan adalah diperbolehkannya kami belajar di SoU. Seperti apa bentuknya. Sampai saat ini kami belum tahu betul bagaimana bentuk belajarnya. Yang pasti, kami merasa sangat bersyukur pada Allah.
Sekadar nasehat pada diri sendiri. Apa pun mimpi  yang kita miliki, berusahalah sekuat hati dan sekuat tenaga untuk menjalankannya. Ya, mbuh piye carane kita harus bisa mewujudkan cita-cita itu. Biar Allah yang menunjukkan dan membukakan jalan. Yang penting bergerak terus, terus bergerak. Apa saja kita lakukan. Selancar di duia maya dan meninggalkan jejak agar terdeteksi Google, menyapa orang-orang baik yang mengisnpirasi, dan meminta doa dari orang-orang yang kita cintai. Apa saja. Menghias kelas, mengkliping ide-ide pebelajaran, membersihkan lokasi sekolah, mengadakan peprcobaan, bahkan aktif di grup whatsapp merupakan bagian dari bergerak.
Begitu saja dulu. Kita siap-siap memerah  pikiran agar ide-ide cemerlang bermunculan. Yuk, berangkat. Bergegas pada hal-hal luar biasa ^_^.
Ini Jumat... bahagianya *lohlohloh...kok ngga nyambung*

Baydewey.. ini oleh-oleh kunjungan ke SoU. Lengkapnya klik di sini

Bangunan yang kokoh dan ramah belajar.

Asik menikmati belajar sambil bermain.

Bio Gas? Hasil produksi anak-anak yang dapat dijadikan pupuk cair. Keren.

Banner penyatu hati ^_^
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...