Tulisan in tidak dimaksudkan untuk memaparkan tentang teknis menabung benih. Namun, untuk pembaca yang ingin serius melakukannya silakan pelajari web ini atau membaca link ini untuk panduan praktis berbahasa Indonesia
Saya hanya ingin menularkan semangat bertanam, bahwa benih yang kita tabung akan sangat bermanfaat bagi kehidupan. Jika kita tak bisa menyimpannya dalam bentuk biji yang siap tanam, maka semailah bijinya. Rawat selama beberapa bulan. Jika tanah yang kita miliki tak memungkinkan untuk pertumbuhan tanaman tersebut, maka ada tiga solusi sederhana:
1. Pindahkan dalam pot yang lebih besar, drum bekas, atau ember bekas. Tabulapot sudah cukup umum dipergunakan oleh banyak orang.
2. Infakkan. Umumkan bagi siapa pun untuk mengadopsi tanaman-tanaman tersebut. Mintakan pada orang yang mengadopsi untuk benar-benar merawat tanaman tersebut hingga hasilya bisa dimanfaatkan banyak orang.
3. Jual. Ya, kita bisa dapatkan dengan mudah floris-floris di pinggir jalan raya. Jual ke mereka dan rasakan manfaat finansial yang "lumayan". Kecuali jika kita membibitkan dalam jumlah yang banyak, maka bukan lumayan lagi tapi keuntungan yang besar menanti kita. ya, dari biji sisa makan buah atau biji-bijian dan umbi-umbian yang kita sisihkan dari dapur, dan dengan perawatan yang tidak rumit maka kegiatan ini bisa jadi sumber penghasilan.
![]() |
| Benih kurma yang siap pindah tanam. |
![]() |
| Benih rambutan. |
![]() |
| benih tomat cerry dan sawi sendok. |
Eh iya, ada lagi...satu hal penting bahwa petani disebut-sebut sebagai "karyawan Allah". Wahhh luar biasa ya (ekspresi berbinar-binar). Lebih lengkapnya baca kutipan ini ya:











